Angka Harapan Lama Sekolah di Indonesia Terus Naik, Perempuan Unggul
Masyarakat • 23 Maret 2026Pada 2025, HLS laki-laki naik jadi 13,16 tahun dan perempuan naik menjadi 13,45 tahun
Pada 2025, HLS laki-laki naik jadi 13,16 tahun dan perempuan naik menjadi 13,45 tahun
Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk RI terus meningkat dalam satu dekade terakhir, tertinggi pada 2025.
Jenjang Sekolah Dasar (SD) mempunyai unit sekolah terbanyak pada tahun ajaran 2025/2026, jumlahnya mencapai 149.028 sekolah.
Raudhatul Athfal (RA) jadi jenjang madrasah terbanyak di bawah naungan Kemenag pada tahun ajaran 2025/2026, jumlahnya mencapai 31.008 RA.
Papua Selatan punya jumlah SMA paling sedikit, hanya 38 sekolah pada 2025
JPPI mencatat kasus kekerasan di satuan pendidikan terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Relasi pelaku-korban paling banyak berasal dari guru-siswa.
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SD paling banyak, mencapai 8.442 pada 2025
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SMA terbanyak, dengan total 2.620 SMA pada 2025
Jawa Timur punya SMP terbanyak pada 2025, mencapai 4.951 sekolah
IPSOS menyebut Matematika dan Sejarah jadi pelajaran favorit responden (32%) di Indonesia.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat ada 641 kasus kekerasan di ranah pendidikan pada 2025, 57,65% di antaranya adalah kekerasan seksual.
Program revitalisasi sekolah, bantuan insentif, dan bantuan subsidi upah (BSU) untuk guru non-ASN jadi upaya pemerintah tingkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Kemendikdasmen mengumumkan sebanyak 85% sekolah dari tiga provinsi yang terdampak bencana siap beroperasi.
Pada 2025, SMP Negeri 5 Yogyakarta, SMP Negeri 8 Yogyakarta, dan SMP Negeri 4 Pakem menempati top 3 SMP terbaik di Indonesia.
BPS mencatat hampir seluruh anak usia 6 tahun kini sudah mendapat layanan prasekolah sebelum masuk SD.
Proporsi anak disabilitas yang tidak sekolah tercatat jauh lebih tinggi ketimbang anak nondisabilitas.
Jawa Barat memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB) terbanyak dengan jumlah 399 unit pada 2025/2026, disusul Jawa Timur (392) dan Sumatra Barat (189)
Mayoritas warganet punya sentimen positif terhadap program Interactive Flat Panel (96%), hanya sedikit yang netral (3%) dan negatif (1%).
Selain alasan internal berupa sudah kenyang (19,9%), faktor dari luar seperti makanan basi atau berbau (19,6%) menjadi sebab utama anak didik tidak habiskan MBG
Menurut peserta didik, hemat uang jajan (16,7%) jadi tujuan utama pelaksanaan MBG, diikuti supaya pola makan teratur (7,1%) dan bisa konsentrasi belajar (6,5%)
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.