Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, kualitas pendidikan jadi salah satu pilar utama yang perlu diperhatikan. Hal ini tercermin dari jumlah tahun yang dihabiskan penduduk dalam mengenyam pendidikan formal atau disebut Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
Dalam satu dekade terakhir, Indonesia berhasil mencatatkan kemajuan signifikan dalam memastikan warganya tetap berada di sekolah lebih lama.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Rata-Rata Lama Sekolah Tertinggi 2024
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia yang terus meningkat secara konsisten selama satu dekade terakhir.
Pada tahun 2016, rata-rata lama sekolah laki-laki berada di angka 8,41 tahun dan perempuan di angka 7,5 tahun. Angka ini terus merangkak naik secara perlahan pada tahun 2017 menjadi 8,56 tahun untuk laki-laki dan 7,65 tahun untuk perempuan. Tren positif berlanjut pada 2018, dengan capaian 8,62 tahun bagi laki-laki dan 7,72 tahun bagi perempuan.
Adapun pada tahun 2019, terjadi lonjakan yang cukup baik yakni RLS laki-laki menyentuh 8,81 tahun dan perempuan 7,89 tahun. Pada tahun 2020, kelompok laki-laki mencapai angka 8,90 tahun, sementara perempuan untuk pertama kalinya melampaui angka 8 tahun, tepatnya di 8,07 tahun.
Meskipun sempat dilanda pandemi Covid-19, data tahun 2021 dan 2022 menunjukkan ketahanan pendidikan, dengan RLS laki-laki dari 8,92 menjadi 8,99 tahun sedangkan perempuan dari 8,17 menjadi 8,39 tahun, mengindikasikan bahwa akses pendidikan tetap terjaga.
Tren semakin menguat di tiga tahun terakhir. Pada 2023, RLS laki-laki akhirnya menembus angka 9 tahun, yakni 9,07 tahun, sementara perempuan berada di 8,48 tahun.
Kenaikan terus berlanjut hingga 2024, RLS laki-laki sebesar 9,17 tahun dan perempuan 8,54 tahun. Puncaknya pada tahun 2025, pendidikan Indonesia mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade ini, yakni RLS laki-laki mencapai 9,35 tahun dan perempuan 8,79 tahun. Dari data tersebut, terlihat bahwa RLS laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan.
13 Tahun Wajib Belajar
Meskipun secara nasional RLS masyarakat Indonesia sudah mencapai sembilan tahun belajar atau setara dengan level SMP, kini program wajib belajar di Indonesia mengalami transformasi menjadi 13 tahun. Program ini terhitung dari satu tahun pra-sekolah (PAUD/TK), enam tahun SD, tiga tahun SMP, dan tiga tahun SMA/SMK sederajat. Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bermutu dan meningkatkan kualitas SDM mulai dari usia dini.
Oleh karena itu, selain kesadaran masyarakat yang menjadi faktor pendorong tingginya angka RLS, pemerintah sangat berperan penting dalam menentukan arah kebijakan yang berpengaruh pada akses ke pendidikan.
Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri.
“Perbaikan sekolah yang rusak, bantuan seperti KIP dan PIP, serta meningkatnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak sangat berpengaruh,” kata Iman, pada Jumat (7/11/2025), melansir Bloombergtechnoz.
Baca Juga: Angka Harapan Lama Sekolah di Indonesia Kian Meningkat 2020-2024
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDU5IzI=/rata-rata-lama-sekolah--rls--menurut-jenis-kelamin--tahun-.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor