Dalam satu dekade terakhir, pendidikan di Indonesia terus mengalami kemajuan. Hal ini tercermin pada angka Harapan Lama Sekolah (HLS) yang kian meningkat. Tren positif ini juga diikuti oleh peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) yang menjadi bukti bahwa masyarakat kian memprioritaskan kebutuhan akan pentingnya pendidikan.
Baca Juga: Menilik Kota dengan Harapan Lama Sekolah Tertinggi di Indonesia
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), HLS penduduk Indonesia dari tahun 2016 hingga 2025 terus mengalami peningkatan konsisten setiap tahunnya. Dimulai pada tahun 2016, angka HLS berada di 12,67 tahun untuk laki-laki dan 12,79 tahun untuk perempuan. Memasuki periode 2017 hingga 2019, angka HLS merangkak naik perlahan.
Adapun pada tahun 2020, angka HLS naik tipis dari yang sebelumnya 12,87 tahun menjadi 12,93 tahun untuk laki-laki dan dari 13,03 tahun menjadi 13,04 tahun untuk perempuan. Kemudian tren kenaikan terus berlanjut pada 2021, yakni HLS laki-laki naik tipis (12,95 tahun) dan perempuan (13,22 tahun). Memasuki 2022, HLS kelompok laki-laki mencapai angka 12,96 tahun, sementara perempuan 13,28 tahun.
Tren kenaikan HLS semakin menguat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, HLS laki-laki 12,98 tahun, sedangkan perempuan berada di angka 13,33 tahun. Kenaikan terus berlanjut hingga 2024, HLS laki-laki sebesar 12,99 tahun dan perempuan 13,99 tahun.
Puncaknya pada tahun 2025, angka HLS mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade, yakni untuk laki-laki mencapai 13,16 tahun dan perempuan 13,46 tahun atau setara dengan tahun pertama kuliah.
Adanya tren positif HLS ini mengindikasikan kemajuan pendidikan di Indonesia. Menariknya, berbeda dengan RLS yang cenderung lebih besar skornya pada kelompok laki-laki, HLS menunjukkan hal sebaliknya yakni angkanya cenderung lebih besar pada kelompok perempuan.
RLS dan HLS Sebagai Indikator Penyusun IPM
RLS dan HLS sama-sama menjadi gambaran kualitas pendidikan masyarakat di suatu wilayah. RLS berfokus pada jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas untuk menempuh jenjang pendidikan formal. Sedangkan HLS yakni mengukur harapan anak usia 7 tahun ke atas untuk mengenyam pendidikan formal di masa depan.
Sederhananya, HLS adalah harapan lamanya pendidikan yang akan ditempuh, sedangkan RLS yakni realisasi rata-rata lamanya pendidikan yang telah diselesaikan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi keduanya mencakup angka putus sekolah akibat ketidakmampuan ekonomi, faktor lingkungan, rendahnya kesadaran masyarakat akan pendidikan dan terbatasnya akses ke sarana pendidikan.
Di sini, pemerintah memegang peranan krusial dalam menjaga tren positif dalam sektor pendidikan. Upayanya dapat dilakukan melalui beberapa kebijakan strategis seperti perluasan program beasiswa, pemerataan infrastruktur sekolah hingga ke daerah pelosok dan penguatan program wajib belajar.
Pasalnya, RLS dan HLS merupakan dua pilar utama penyusun dimensi pengetahuan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan demikian, keberhasilan menjaga tren positif kedua angka ini menjadi tolok ukur dalam melihat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Baca Juga: Rata-Rata Lama Sekolah Penduduk Indonesia Naik Pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDU3IzI=/angka-harapan-lama-sekolah--hls--menurut-jenis-kelamin--tahun-.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor