10 Negara Tujuan Utama Ekspor Rokok Indonesia Semester I 2025
Industri • 4 Desember 2025Negara-negara ASEAN jadi tujuan utama ekspor rokok kretek Indonesia, terbanyak ke Vietnam (US$31,39 juta)
Negara-negara ASEAN jadi tujuan utama ekspor rokok kretek Indonesia, terbanyak ke Vietnam (US$31,39 juta)
Pengeluaran masyarakat Indonesia untuk makanan siap saji mencapai Rp248.501 dalam sebulan, tertinggi dari komoditas makanan lain
Persentase remaja perokok di Indonesia kembali meningkat dalam 2 tahun terakhir, mencapai 3,68% pada 2024.
Sebanyak 84,58% pemuda Bali tercatat tidak merokok, sebuah sinyal positif menuju gaya hidup yang lebih sehat
Bali jadi provinsi dengan persentase perokok vape tertinggi di Indonesia pada 2025, mencapai 1,66%.
Bali jadi provinsi dengan persentase non-perokok tertinggi pada tahun 2025, mencapai 80,84%.
Laporan dari Deutsche Bank menunjukkan harga rokok di Jakarta termasuk yang termurah di dunia dengan US$3 per 20 batang rokok Marlboro.
Vietnam jadi negara tujuan utama ekspor rokok kretek Indonesia, mencapai US$31,4 juta sepanjang Januari-Juni 2025.
Muncul usulan gerbong kereta untuk smoking area dari anggota DPR, PT KAI respon cepat dengan memastikan perjalanan tetap bebas asap rokok.
Bali jadi provinsi paling bebas perokok, dengan persentase hanya 19,22% pada 2024
Luas perkebunan tembakau di Indonesia pada 2024 capai 252,9 ribu hektare, Jawa Timur jadi yang terluas dengan 144,6 ribu ha.
Baru 4 negara yang sepenuhnya mengimplementasikan MPOWER, kebijakan pengendalian tembakau dari WHO.
Vape jadi gaya hidup baru anak muda, simak jumlah penggunanya!
Lampung jadi provinsi dengan persentase penduduk di atas 15 tahun yang merokok tertinggi, mencapai 33,84%
Menurut data BPS, persentase perokok usia muda (18 tahun ke bawah) kembali naik pada tahun 2024, yaitu mencapai 3,68%
Tren konsumsi nikotin modern di Indonesia meningkat, data ungkap fakta mengejutkan.
Meskipun relatif sedikit, persentase ibu yang merokok perlahan meningkat. Tahun 2024 mencapai persentase tertinggi di angka 0,91%
BPS mencatat 23,08% pemuda Indonesia mengonsumsi rokok dengan intensitas cukup tinggi, rata-rata 12 batang per hari
Mulai Januari 2025, harga jual eceran rokok akan meningkat untuk kendalikan jumlah konsumsi hasil tembakau.
Defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan pada tahun 2023 mencapai Rp7,2 triliun salah satu faktornya adalah penyakit tidak menular (PTM) karena merokok.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook