Kuliner Nusantara dikenal memiliki ragam makanan dan minuman yang sangat beragam. Setiap daerah menghadirkan cita rasa khas yang mencerminkan budaya dan tradisi setempat. Beragamnya pilihan kuliner membuat setiap orang memiliki makanan maupun minuman favorit sesuai dengan selera masing-masing.
Indonesia juga kaya dengan berbagai jenis minuman tradisional yang tetap eksis dan tidak lekang oleh waktu. Apalagi, baru-baru ini terjadi fenomena pergeseran minat anak muda beralih ke konsumsi non-alkohol.
TasteAtlas merilis daftar jenis minuman nonalkohol Indonesia terfavorit per Mei 2026. Adakah minuman kesukaanmu?
Baca Juga: Label Nutri Level Resmi Berlaku, Cara Baru Pilih Minuman Tanpa Gula Berlebih
1. Soda Gembira
Posisi tertinggi diraih oleh soda gembira dengan rating 3,9. Minuman ini memiliki visual yang menarik dan rasa manis dengan perpaduan soda, banyak dikonsumsi di seluruh negeri, terutama di Jawa dan Sumatra. Filosofi dari penamaan ini menggambarkan statusnya sebagai minuman yang menyenangkan untuk bersantai sampai berkumpul.
Soda gembira dibuat dari susu kental manis, sirup (biasanya rasa stroberi atau mawar), dan air soda berkarbonasi. Biasanya disajikan dengan es batu dan baiknya langsung diminum agar rasa sodanya tidak hilang. Saat ini di beberapa warung atau restoran, soda gembira dapat dikreasikan dengan tambahan topping seperti jeli atau buah.
2. Bajigur
Di urutan kedua terdapat bajigur dengan rating 3,8. Minuman tradisional ini berasal dari budaya Sunda, Jawa Barat, dikenal memiliki rasanya yang kaya, manis, dan hangat yang menenangkan terutama saat musim hujan atau malam yang sejuk.
Bajigur terbuat dari santan dan gula aren dengan tambahan rempah-rempah aromatik seperti jahe dan aroma pandan yang tipis. Biasanya dikonsumsi dengan camilan lokal seperti pisang rebus, ubi kukus, atau kue beras ketan. Saat ini, ada versi instan yang praktis dalam kemasan sachet.
3. Kopi Luwak
Minuman nonalkohol asal Indonesia terbaik berikutnya diraih kopi luwak dengan rating 3,7. Jenis kopi dari Indonesia ini disebut-sebut sebagai kopi termahal di dunia, terbuat dari biji kopi yang dicerna dan dikeluarkan oleh hewan luwak. Ketika biji kopi melewati saluran pencernaan hewan, dipercaya rasa sepatnya akan hilang.
Kopi ini mengandung kafein yang lebih rendah dan tidak terlalu asam, sehingga relatif aman untuk lambung. Meskipun populer di dunia internasional, banyak yang menentang perdagangan kopi luwak. Alasannya dipicu oleh kekhawatiran hak-hak dan populasi hewan.
4. Jamu
Posisi keempat diduduki oleh jamu dengan rating 3,7. Jamu adalah obat hebal tradisional dari Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan alami antara lain kunyit, jahe, asam jawa, lengkuas, dan serai. Bahan-bahan ini dipercaya memiliki khasiat pengobatan berbagai macam penyakit serta untuk menjaga kesehatan.
Secara tradisional, jamu disiapkan oleh jamu gendong yaitu wanita yang menggendong minuman ini dalam bakul atau keranjang kemudian dijual dari rumah ke rumah atau di jalanan. Saat ini, tersedia jamu dalam bentuk bubuk, pil, dan minuman siap konsumsi.
5. Wedang Jahe
Wedang jahe adalah minuman dengan rasa yang kuat, aromatik, serta sensasi pedas yang ringan dan umum dinikmati di Jawa. Bertengger di urutan kelima, minuman ini meraih rating 3,6. Namanya berasal dari kata bahasa Jawa “wedang” yang berarti minuman panas dan “jahe” yang berarti jahe sebagai bahan utamanya.
Cara membuat wedang jahe yaitu rebus irisan akar jahe dengan gula aren. Bisa juga ditambahkan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, daun pandan, atau serai. Dipercaya dapat melancarkan pencernaan, meredakan gejala flu, serta menghangatkan tubuh.
6. Bandrek
Di posisi berikutnya ada bandrek. Minuman rempah tradisional dari Jawa Barat ini sangat populer di kalangan masyarakat Sunda. Biasanya dikonsumsi saat musim hujan atau cuaca dingin, terutama di daerah dataran tinggi untuk memberikan rasa hangat di tubuh dan melancarkan sirkulasi darah.
Bandrek dibuat dari bahan dasar gula aren dan jahe, menghasilkan rasa yang kaya, manis, dan pedas. Sering kali ditambahkan kayu manis, cengkeh, serai, daun pandan, dan lada hitam. Beberapa versi juga menambahkan santan atau daging kelapa muda.
7. Kopi Tubruk
Kopi tubruk kental dan kaya rasa mengisi urutan ketujuh dengan rating 3,5, merupakan salah satu kopi paling populer di Indonesia, terutama di Jawa. Cara membuat kopi tubruk yaitu mencampurkan air panas dengan kopi bubuk halus atau sedang. Kemudian diaduk dan didiamkan hingga ampas kopi mengendap di dasar cangkir.
Kebanyakan orang menambahkan gula dengan bubuk kopi sebelum menyeduhnya dengan air untuk mendapatkan rasa manis.
Tentang Rating
Sistem penilaian dilakukan oleh audiens TasteAtlas hingga 6 Mei 2026 dengan total 470 penilaian, dengan hanya 215 penilaian yang diakui sah sah oleh sistem. Tujuan survei ini adalah untuk mempromosikan makanan lokal, menanamkan kebanggaan terhadap hidangan tradisional, dan meningkatkan rasa ingin tahu akan hidangan yang belum pernah dicoba.
Baca Juga: 5 Provinsi yang Paling Gemar Gunakan Obat Tradisional
Sumber:
https://www.tasteatlas.com/best-rated-non-alcoholic-beverages-in-indonesia#best-items
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor