Di tengah dinamika politik yang ada, kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara menjadi barometer penting bagi stabilitas demokrasi. Terlebih lagi, berbagai institusi di Indonesia memiliki fungsi strategis yang saling melengkapi, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, serta Presiden dan Wakil Presiden memimpin jalannya pemerintahan. Selain itu, lembaga legislatif seperti MPR, DPR, dan DPD juga penting untuk menjalankan fungsi representasi dan pengawasan terhadap pemerintah.
Lebih lanjut, hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada Maret 2026 bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah & Program Prioritas Prabowo Gibran 2026 menunjukkan secara umum mayoritas publik masih percaya terhadap institusi demokrasi dan penegak hukum, meskipun tingkat kepercayaan bervariasi antar lembaga.
Lembaga yang Paling Dipercaya Publik 2026
Baca Juga: TNI Raih Citra Positif Tertinggi pada 2025
TNI menempati posisi tertinggi sebagai lembaga paling dipercaya publik, dengan gabungan responden yang sangat percaya dan cukup percaya mencapai 77,9%. Tak hanya menjalani operasi militer, lembaga ini juga dikenal aktif dalam penanggulangan bencana alam, misi kemanusiaan, dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.
Di posisi kedua, lembaga kepresidenan yang meliputi Presiden dan Wakil Presiden mendapatkan tingkat kepercayaan 67,4% (6,8% sangat percaya dan 60,6% cukup percaya). Pasangan Prabowo-Gibran dikenal dengan program quick win strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Unggul Garuda, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Komisi Pemilihan Umum atau KPU menyusul di urutan ketiga dengan persentase kepercayaan 63,5% (4,4% sangat percaya dan 59,1% cukup percaya).
Selanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memperoleh tingkat kepercayaan 63,4%, disusul oleh Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu dengan 62,5%. Kejaksaan Agung mendapatkan kepercayaan 62,4%, sementara Mahkamah Agung atau MA mencatatkan 61,3%.
Prabowo Klaim Pemerintahannya Efektif dalam 1,5 Tahun Pertama
Lebih jauh, Prabowo mengklaim pemerintahannya telah berhasil menunjukkan kinerja yang efektif selama satu setengah tahun pertama. Menurutnya, keberhasilan ini ditandai dengan berbagai capaian konkret, meskipun ketidakpastian global meningkat akibat konflik dan gejolak dunia.
“Dalam tahun pertama kita, tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata,” ujar Prabowo dalam rapat kerja bersama jajaran menteri, kepala badan, serta pimpinan BUMN yang digelar di Istana Negara, Selasa (8/4/2026), dikutip Kontan.
Kendati demikian, ia mengakui pemerintahannya beroperasi di tengah kondisi global yang penuh tantangan. Prabowo menyoroti konflik dan perang di berbagai kawasan yang berdampak pada stabilitas global, termasuk tekanan terhadap sektor ekonomi dan energi.
Metodologi Survei
Adapun survei ini diselenggarakan oleh Poltracking Indonesia pada 2-8 Maret 2026 dengan populasi survei seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yaitu mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden. Survei memiliki margin of error sekitar 2,9% ada tingkat kepercayaan 95%, Data diperkuat dengan wawancara tatap muka langsung bersama responden yang terpilih.
Baca Juga: 45% Publik RI Beri Sentimen Positif pada Kata “Prabowo Subianto"
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=FmHn1yloD50
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor