Kabar Baik, 74% Pemuda Indonesia Bukan Perokok

Sebanyak 74% pemuda Indonesia berusia 16-30 tahun tercatat tidak memiliki kebiasaan merokok pada 2025, meski 23,48% lainnya aktif merokok setiap hari.

Kabar Baik, 74% Pemuda Indonesia Bukan Perokok Ilustrasi Merokok | Markus Spiske/Pexels
Ukuran Fon:

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah perokok yang tinggi. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), proporsi perokok Indonesia ditaksir mencapai 38,7% dari total penduduk pada 2025. Adapun angka ini hanya menghitung jumlah perokok yang usianya di atas 15 tahun.

Rokok mengandung zat karsinogenik yang dapat merusak pembuluh darah yang dapat mengancam tubuh perokok aktif maupun pasif. Rokok menjadi penyebab utama banyak kasus kematian dini, penyakit kardiovaskular, kanker paru, hingga penyakit paru kronis.

Selain merokok tembakau, tren rokok elektrik juga populer di mancanegara. Rokok elektrik diklaim lebih aman, meski banyak penelitian akhirnya mengungkapkan paparan rokok elektrik dapat menimbulkan peradangan sistem pernapasan hingga penurunan fungsi paru.

Di tengah maraknya penggunaan rokok di kalangan publik, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh BPS mengungkapkan bahwa mayoritas pemuda Indonesia berumur 16-30 tahun ternyata tidak merokok.

Persentase Pemuda Indonesia Berdasarkan Kebiasaan Merokok | GoodStats
Persentase Pemuda Indonesia Berdasarkan Kebiasaan Merokok | GoodStats

Baca Juga: 23% Pemuda Indonesia Merokok Setiap Hari

Dalam laporan survei Statistik Pemuda Indonesia 2025, BPS mencatat sebanyak 74,14% pemuda Indonesia tidak merokok. Data ini mencakup pemuda berusia 16-30 tahun, dengan kelompok usia yang paling tidak banyak merokok adalah 16-18 tahun sebesar 89,68%

Ditinjau menurut jenis kelaminnya, sebanyak 98,82% pemuda perempuan Indonesia bukan perokok, jauh lebih tinggi dibanding laki-laki yang sebesar 49,93%.

BPS turut mencatat pemuda tidak merokok paling banyak memiliki latar belakang pendidikan tinggi yakni 85,97%. Adapun persebaran pemuda tidak merokok di daerah perkotaan Indonesia mencapai 75,57% dan daerah perdesaan sebesar 71,67%.

Data ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kecenderungan pemuda untuk merokok. Di sisi lain, persebaran daerah tidak memiliki pengaruh signifikan dalam kebiasaan merokok seseorang, mengingat data pemuda tidak merokok di perkotaan dan perdesaan tidak memiliki perbedaan besar.

Sementara itu, pemuda yang aktif merokok tiap harinya mencapai 23,48% pada 2025. Laki-laki menjadi kelompok gender paling banyak merokok tiap hari yakni 45,59%, sementara perempuan hanya 0,94%.

Di sisi lain, 2,38% pemuda Indonesia menyatakan merokok namun tidak setiap hari. Meski memiliki kecenderungan lebih rendah untuk merokok, data ini tak menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki adiksi rokok pada 2025.

Sebagai catatan, survei yang dilakukan oleh BPS ini mencakup 345.000 sampel rumah tangga yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia pada Maret 2025.

Strategi Menekan Jumlah Perokok Masih Dilakukan

Meski lebih dari 50% pemuda Indonesia menyatakan tidak merokok, masih ada 1 dari 4 pemuda Indonesia yang terjebak pada kebiasaan tersebut. Hal ini menjadi perhatian mengingat pemuda berada pada usia produktif di mana kemampuan fisik, mental, dan intelektual berada pada puncaknya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 Aliansi Kota-kota Asia Pasifik untuk Kesehatan dan Pembangunan (APCAT) mengatakan perlu ada perbaikan Undang-Undang sebagai strategi pengendalian rokok di Indonesia.

“Untuk menurunkan pasokan dan permintaan tembakau diperlukan strategi besar yang dijalankan melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertama, kami berencana merevisi Undang-Undang nasional untuk perluasan peringatan kesehatan bergambar, pembatasan iklan, pelarangan penjualan rokok batangan, serta pembatasan rokok elektronik,” ujar Budi dilansir Antara, Senin (26/1/2025).

Upaya ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia, seraya mendorong peran komunitas dan keluarga dalam pencegahan rokok di lingkungan terdekat.

Baca Juga: Harga Naik, Apakah Konsumsi Rokok Akan Menurun?

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/1a88777089ce471db17bb1fb/statistik-pemuda-indonesia-2025.html

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

KPK Berhasil Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara pada 2025

Melalui Konferensi Pers Kinerja Akhir Tahun 2025, KPK mengumumkan berhasil mengembalikan aset negara sebesar Rp1,53 triliun.

8 Ribu Hektare Hutan dan Lahan Terbakar pada 2025, Aceh Kini Terbakar Lagi

Luas karhutla Aceh tergolong tinggi pada 2025, capai 8.942 hektare. Kini, Aceh kembali dilanda kebarakan pada awal tahun 2026.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook