Ekonomi Makro

Daftar Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia, Siapa Nomor 1?

Berikut 10 negara pengimpor terbesar ke Indonesia dan provinsi penerima impor terbesar per Juni 2026.

Daftar Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia, Siapa Nomor 1?

Ilustrasi Kapal Kargo I Brendo Boyose/Pexels

Indonesia masih memerlukan berbagai macam produk yang dikirim dari luar negeri melalui proses impor. Berikut 10 negara pengimpor terbesar ke Indonesia dan provinsi penerima impor terbesar per Juni 2026.

Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia

  1. China
  2. Singapura
  3. Amerika Serikat
  4. Malaysia
  5. Jepang
  6. Korea Selatan
  7. Tailan
  8. Australia
  9. Vietnam
  10. Kanada.
China mendominasi sebagai negara pengimpor terbesar ke Indonesia per Juni 2026.
China mendominasi sebagai negara pengimpor terbesar ke Indonesia per Juni 2026.

Selama Juni 2026, negara ASEAN memberikan kontribusi impor yang cukup tinggi yaitu 18,73 persen. Kontribusi ini terutama disumbang oleh Singapura (6,83 persen), Malaysia (4,98 persen), dan Tailan (3,40 persen). 

Sementara itu, China menduduki peringkat atas pengimpor terbesar dengan nilai Cost Insurance and Freight (CIF) sebesar US$9.589,8 juta dan peranan 37,01 persen. Singapura menempati peringkat kedua dengan nilai CIF US$1.769,8 juta.

Amerika Serikat menjadi negara pengimpor terbesar ketiga dengan nilai CIF US$1.561,9 juta dan peranan 6,03 persen. Di peringkat empat ada Malaysia dengan nilai CIF US$1.289,1 juta.

Baca Juga: China Jadi Negara Asal Impor Terbesar Jakarta per April 2026 

Peringkat kelima ditempati oleh Jepang dengan nilai CIF US$1.241,4 juta dan peranan 4,79 persen. Disusul Korea Selatan di peringkat enam dengan nilai CIF US$1.015,2 juta dan peranan 3,92%.

Tailan berada di peringkat tujuh dengan nilai CIF US$881,6 juta. Di bawahnya ada Australia dengan nilai CIF US$698,5 juta dan peranan 2,70%.

Peringkat kesembilan diduduki oleh Vietnam dengan nilai CIF US$635,7 juta dan peranan 2,45 persen. Kanada berada di peringkat sepuluh dengan nilai CIF US$377,1 juta dan peranan 1,46 persen.

Baca Juga: Jadi Negara Agraris, Mengapa Indonesia Masih Impor Komoditas Pertanian? 

Provinsi Masuknya Barang Impor ke Indonesia

DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak menerima impor per Juni 2026.
DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak menerima impor per Juni 2026.

Pelabuhan bongkar di DKI Jakarta menjadi pelabuhan dengan kontribusi tertinggi terhadap transaksi perdagangan impor Indonesia dengan nilai CIF US$11.869,3 juta dan peranan 45,81 persen dari total impor Indonesia.

Di urutan kedua ada Jawa Timur dengan nilai CIF US$2.807,8 juta dan peranan 10,84 persen. Kepulauan Riau juga turut menjadi provinsi utama penerima impor dengan nilai CIF US$2.678,3 juta dan peranan 10,34 persen.

Urutan keempat ditempati Jawa Tengah dengan nilai CIF US$1.695,3 juta dan peranan 6,54 persen. Banten berada pada peringkat lima dengan nilai CIF US$1.349,9 juta dan peranan 5,21 persen.

Peringkat keenam diduduki oleh Sulawesi Tengah dengan nilai CIF US$1.243,4 juta dan peranan 4,80%. Kalimantan Timur menempati urutan ketujuh dengan nilai CIF US$1.190,3 juta dan peranan 4,59 persen.

Baca Juga: China Jadi Negara Asal Impor Terbesar Jakarta per April 2026 

Maluku Utara menempati peringkat kedelapan dengan nilai CIF US$757,8 juta dan peranan 2,92 persen. Peringkat kesembilan diisi oleh Sumatera Utara dengan nilai CIF US$551,7 juta dan peranan 2,13 persen. Di urutan kesepuluh ada Sulawesi Tenggara dengan nilai CIF US$330,3 juta dan peranan 1,27 persen.

Sumber: https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/0ce6cf7a4d238bc6da50fce1/statistik-perdagangan-luar-negeri-bulanan-impor-juni-2026.html

Key Insights

  • Dominasi impor China yang mencapai 37,01% menunjukkan ketergantungan signifikan Indonesia terhadap satu negara pemasok.
  • Kontribusi impor dari ASEAN yang tinggi (18,73%) memperlihatkan integrasi ekonomi regional yang kuat.
  • Fokus impor di DKI Jakarta (45,81%) mengindikasikan ketimpangan distribusi logistik dan ekonomi di Indonesia.
  • Kehadiran provinsi seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara dalam 10 besar penerima impor menunjukkan adanya aktivitas industri atau proyek besar di luar Jawa.

Penulis: Linda Lestari Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?