Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meluncurkan Programme for International Student Assessment (PISA), sebuah survei rutin yang dilakukan setiap tiga tahun sekali terhadap siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia untuk mengetahui sejauh mana responden telah menguasai kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Dalam publikasi PISA 2025 Result, OECD telah menganalisis data dari 91 negara dan wilayah ekonomi, termasuk seluruh anggota OECD dan 53 negara yang tidak. Survei PISA pada tahun 2025 telah melibatkan lebih dari 760 ribu siswa yang diukur melalui tiga kompetensi utama secara Computer Based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT), yakni sains, membaca, dan matematika.
Kompetensi sains dilihat berdasarkan kapasitas siswa untuk terlibat dengan ide-ide sains dan bagaimana siswa memanfaatkannya untuk mengambil keputusan yang tepat. Kompetensi membaca siswa didefinisikan sebagai kapasitas untuk merenungkan, memahami, dan mengevaluasi teks yang menjadi dasar untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi.
Sementara itu, kompetensi matematika melihat kemampuan merumuskan dan penalaran matematis dari seorang siswa.
Skor PISA tidak memiliki standar minimum atau maksimum tetap, karena merupakan hasil analisis dari perbandingan seluruh responden siswa dari keseluruhan negara atau wilayah yang terlibat. Namun, nilai 500 ditetapkan sebagai titik tengah rata-rata OECD dan bersifat fluktuatif tergantung bagaimana performa negara anggota OECD.
Pada tahun 2025 rata-rata nilai skor OECD di bidang sains adalah 482, semakin melebihi angka tersebut maka kemampuan siswa di bidang terkait dari negara atau wilayah tersebut sangat unggul.
Skor PISA Bidang Sains 8 Negara Anggota ASEAN
Baca Juga: Skor PISA 2025 Rilis, Inilah 10 Negara dengan Kualitas Pendidikan Sains Terbaik
Delapan negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) termasuk ke dalam daftar skor PISA 2025 dan di bidang sains Singapura berada di posisi teratas dengan skor tembus hingga 560. Peringkatnya berada di urutan kedua global dari keseluruhan negara asal responden siswa.
Rata-rata negara dengan skor PISA melampaui rata-rata OECD, memiliki siswa yang mampu terlibat dalam ide-ide ilmiah yang luas dan menantang, melakukan penyelidikan yang kompleks sehingga dapat menafsirkan hingga mengidentifikasi kesalahan.
Vietnam menempati posisi kedua dari negara anggota ASEAN lainnya, menyentuh skor PISA hingga 457 dan berada di urutan ke-39 global, terlampau jauh dari Singapura. Menyusul di bawahnya dengan selisih 18 poin, skor PISA Brunei Darussalam mencapai 439 dengan urutan ke-46 secara global.
Lebih lanjut, posisi keempat sampai kelima dipegang oleh Tailan dan Malaysia yang memperoleh skor PISA bidang sains masing-masing sebesar 432 dan 419, mengisi urutan ke-53 serta ke-62 responden global. Sementara itu, Indonesia menduduki posisi keenam dengan skor PISA sains mencapai 389.
Kamboja dan Filipina berada di posisi terakhir dengan skor PISA bidang sains masing-masing di bawah rata-rata sebesar 382 serta 373.
Adapun selisih yang besar telah memperlihatkan perbedaan kemampuan yang nyata antara negara anggota ASEAN dalam daftar.
Skor PISA Membaca 8 Negara Anggota ASEAN
Rata-rata OECD skor PISA yang mengukur tingkat literasi atau membaca berada di angka 461 pada tahun 2025. Grafik menunjukkan bahwa Singapura tetap menjadi negara teratas yang memiliki siswa dengan tingkat literasi tertinggi, mendapatkan skor PISA sebesar 535, posisinya bergeser di urutan pertama secara global.
Kendati demikian, Brunei Darussalam naik ke posisi kedua dengan skor PISA membaca mencapai 426, diikuti oleh Malaysia yang turut mengalami kenaikan skor sebesar 393. Sementara itu, Vietnam dan Tailan turun ke posisi empat dan lima dengan skor PISA yang serupa, yakni 392.
Filipina berubah posisi menjadi urutan keenam dengan skor PISA mencapai 367. Indonesia dan Kamboja justru bertukar posisi dan berada di urutan terakhir dengan skor masing-masing sebesar 365 dan 347.
Skor PISA tingkat literasi delapan negara anggota ASEAN terlihat tidak beriringan dengan skor PISA bidang sains.
Skor PISA Matematika 8 Negara Anggota ASEAN
Singapura mengukuhkan posisinya di urutan teratas pada ketiga bidang kompetensi, termasuk matematika dengan Skor PISA kembali melebihi 463 untuk rata-rata skor OECD bidang matematika, menyentuh angka 563.
Kemampuan siswa Singapura turut dibuktikan dari 42,3% yang berhasil menjawab soal-soal kompleks hingga ke level 5 dan 6, termasuk ke dalam kriteria sangat unggul. Hanya 1,8% siswa yang berhenti pada soal di bawah level 2.
Meskipun berada di posisi kedua, skor PISA bidang Matematika Vietnam tetap berada di bawah rata-rata OECD, yakni sebesar 443. Kemudian, Brunei Darussalam menyusul di bawahnya senilai 453.
Selaras dengan bidang sains, Tailan kembali menempati posisi keempat di bidang matematika dengan perolehan skor PISA mencapai 407, diikuti oleh Malaysia dan Filipina yang mendapatkan masing-masing skor sebesar 397 serta 371. Sementara itu, Kamboja mengisi posisi ketujuh sebesar 366.
Menutup daftar perbandingan skor PISA delapan negara ASEAN, Indonesia masih tetap tergolong di posisi terbawah, termasuk di bidang sains, yakni hanya tembus hingga 364.
Hasil survei ini telah membuktikan bagaimana realita tingkat kemampuan siswa di Indonesia yang dipengaruhi oleh persoalan pendidikan yang sangat sistematis.
Tidak disebutkan oleh OECD dalam publikasi PISA 2025 Result mengapa negara anggota ASEAN lainnya tidak masuk ke dalam daftar Skor PISA, namun tidak menutup kemungkinan bahwa negara lainnya akan diikutsertakan dalam survei selanjutnya.
Baca Juga: 10 Negara dengan Skor PISA Sains Terendah 2025, Ada Palestina
Sumber:
https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i_73451bc5-en.html