Konsumsi kurma di Indonesia selalu meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Buah khas Timur Tengah ini menjadi salah satu komoditas impor yang permintaannya melonjak setiap tahun.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor kurma ke Indonesia mencapai 54,45 ribu ton pada 2025 dengan nilai mencapai US$67,8 juta. Dari jumlah tersebut, negara asal Afrika dan Timur Tengah mendominasi jajaran pemasok kurma utama di Indonesia.
Baca Juga: Ini Negara Pengimpor Kurma Terbesar ke Indonesia, Bukan Arab Saudi
Mesir menempati posisi teratas sebagai negara asal impor kurma terbesar ke Indonesia dengan volume mencapai 24.232 ton. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan pemasok terbesar kedua. Nilai impor dari Mesir juga jadi yang tertinggi, mencapai US$22,4 juta.
Di posisi berikutnya, Arab Saudi menyumbang 11.511 ton, disusul Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 7.654 ton. Ketiga negara ini menjadi tulang punggung utama pasokan kurma nasional.
Selain Mesir, kawasan Afrika Utara juga diwakili oleh Tunisia dengan 3.292 ton, Algeria sebesar 2.771 ton, dan Libya dengan 1.567 ton.
Sementara itu, dari kawasan Timur Tengah terdapat Iran yang mengekspor 2.535 ton ke Indonesia, serta Palestina sebesar 418 ton.
Dominasi negara-negara tersebut tidak terlepas dari faktor iklim gurun yang mendukung produksi kurma berkualitas tinggi serta tradisi panjang dalam budidaya dan perdagangan komoditas ini.
Menariknya, Indonesia juga mengimpor kurma dari Amerika Serikat sebesar 143 ton, diikuti Pakistan dengan 128 ton.
Meski volumenya relatif kecil dibandingkan negara lain, keberadaan dua negara ini menunjukkan bahwa sumber impor kurma Indonesia cukup beragam.
Data di atas menegaskan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri untuk memenuhi kebutuhan kurma domestik. Dengan konsumsi yang terus meningkat, terutama saat Ramadan, stabilitas pasokan dan harga dari negara-negara mitra dagang menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan di pasar.
Ke depan, diversifikasi sumber impor dan penguatan kerja sama perdagangan akan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan kurma masyarakat tetap terpenuhi setiap musimnya.
Naik Turun Impor Kurma Indonesia
Dari tahun ke tahun, Indonesia menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap impor kurma. Pada 2021, volume impor kurma ke Indonesia mencapai 50,13 ribu ton senilai US$69 juta, yang kemudian melonjak menjadi 62,3 ribu ton senilai US$86,2 juta pada tahun berikutnya.
Setelahnya, volume dan nilai impor kurma Indonesia sedikit turun. Pada 2023, Indonesia mengimpor 58,7 ribu ton kurma senilai US$80,5 juta, dan turun tipis menjadi 55,4 ribu ton senilai US$79,7 juta pada 2024.
Hadiah Kurma dari Arab Saudi
Tahun ini, Indonesia juga dapat hadiah dari Arab Saudi, berupa 100 ton kurma dari Raja Salman.
Kepala Biro Umum Kementerian Agama, Aceng Abdul Azis menjelaskan bahwa kurma tersebut akan didistribusikan pada Ramadan 1447 Hijriah.
“Kurma bantuan dari Arab Saudi akan didistribusikan pada Ramadan 1447 H. Dari 100 ton yang diberikan, sebanyak 10 ton didistribusikan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: 10 Negara dengan Volume Impor Kurma Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/exim
Penulis: Agnes Z. Yonatan