Ekonomi Makro

5 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Terendah Agustus 2026

Kalimantan Utara menduduki posisi teratas sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah, dengan persentase 2,17% y-on-y pada Agustus 2026.

5 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Terendah Agustus 2026

Ilustrasi Inflasi dan Kondisi Rupiah | wirestock/Magnific

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2026 berada di angka 111,97.

IHK sendiri merupakan nilai statistik yang mengukur tingkat harga rata-rata dari barang/jasa dalam suatu periode, dibandingkan dengan tahun dasarnya.

Dari pergerakan indeks harga tersebut, dapat diketahui tingkat inflasi atau deflasi suatu wilayah. Inflasi terjadi jika terdapat peningkatan IHK dari periode sebelumnya, sedangkan deflasi menandakan terjadinya penurunan.

Lebih lanjut, tingkat perubahan IHK, baik inflasi maupun deflasi, mencerminkan daya beli dari uang yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) di 150 kabupaten/kota sampel yang tersebar di 38 provinsi, tingkat inflasi nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19% secara year-on-year.

Persentase inflasi ini didapatkan dari peningkatan IHK yang semula berada di angka 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

5 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Terendah

Kalimantan Utara menduduki posisi teratas sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah, dengan persentase 2,17% y-on-y pada Agustus 2026.
Kalimantan Utara menduduki posisi teratas sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah, dengan persentase 2,17% y-on-y pada Agustus 2026 | GoodStats

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Agustus 2026

Sejumlah provinsi di Indonesia memiliki persentase inflasi yang lebih rendah dari nilai nasional. Catatan persentase inflasi terendah di Indonesia pada periode Agustus 2026 dipegang oleh Kalimantan Utara.

Inflasi tahunan di Kalimantan Utara pada Agustus 2026 berada di angka 2,17%. Tidak berhenti di situ, nilai IHK Kalimantan Utara juga lebih rendah dari IHK nasional, yaitu 110,00. Pertumbuhan nilai harga di Kalimantan Utara juga cenderung bergerak perlahan, dibuktikan dengan tingkat inflasi bulanannya yang sebesar 0,23%.

Kelompok pengeluaran dengan nilai IHK tertinggi di Kalimantan Utara adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan emas perhiasan sebagai komoditas utama yang menyumbang inflasi tertinggi.

Selanjutnya, provinsi dengan inflasi terendah kedua dipegang oleh Sulawesi Barat dengan tingkat inflasi year-on-year sebesar 2,29% dan nilai IHK sebesar 111,92. Kondisi ekonomi makro di provinsi ini relatif terkontrol.

Hal ini dibuktikan oleh Kabupaten Mamuju, yang mencatatkan inflasi tertinggi di Sulawesi Barat angkanya berada di tingkat 3,90% dengan IHK 112,81, tergolong stabil dan seimbang dengan kondisi nasional.

Di urutan ketiga, ada Papua Selatan dengan tingkat inflasi 2,56% dan nilai IHK sebesar 113,97. Kelompok dengan pengeluaran dengan peningkatan tertinggi adalah kelompok transportasi, naik dari 106,73 pada Agustus 2025 menjadi 122,12 pada Agustus 2026.

Beberapa komoditas yang turut memberikan andil tinggi terhadap inflasi adalah tarif angkutan udara, bensin, oli mesin, sepeda motor dan mobil, serta solar.

Tingginya inflasi pada kelompok pengeluaran transportasi mencerminkan tantangan akibat jarak geografis yang jauh dari pusat industri yang terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Panjangnya rantai logistik tidak hanya membengkakan tarif angkutan, tetapi juga meningkatkan biaya distribusi barang kebutuhan harian.

Menyusul pada urutan keempat adalah Nusa Tenggara Timur dengan persentase inflasi pada angka 2,59% dan nilai IHK sebesar 110,74. Kelompok pengeluaran dengan nilai tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang didominasi oleh komoditas emas.

Nilai IHK kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur juga relatif rendah, di bawah nasional. IHK tertinggi di Nusa Tenggara Timur dipegang oleh Kota Maumere dengan nilai 111,18 pada Agustus 2026.

Daftar lima besar provinsi dengan tingkat inflasi terendah ditutup oleh Sumatra Selatan dengan persentase inflasi sebesar 2,60% dan nilai IHK 111,97. Kelompok pengeluaran dengan peningkatan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, transportasi, makanan minuman dan tembakau, serta pakaian dan alas kaki.

Secara umum, komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi adalah emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, beras, minyak goreng, jeruk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), pelumas/oli mesin, ketimun, dan bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Agustus 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2611/perkembangan-indeks-harga-konsumen.html

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?