Nasional

10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025

Kabupaten Sukabumi puncaki daftar wilayah paling rawan bencana di Jabar, nilai indeks risiko capai 198,86.

10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025

Ilustrasi Bencana Banjir | Pok Rie/Pexels

Indonesia memiliki risiko bencana yang cukup tinggi akibat letak geografis dan faktor geologinya.

Secara geologis, Indonesia berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama yaitu Eurasia, Indo Australia, Filipina, dan Pasifik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api.

Tidak berhenti di situ, letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan dua samudra dan dua benua membuatnya rawan akan banjir, tanah longsong, cuaca ekstrem, gelombang ekstrim dan abrasi, bahkan kekeringan panjang yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Dengan faktor kondisi tersebut, perlu dilakukan upaya-upaya pengelolaan risiko bencana untuk mengurangi kerugian akibat bencana, hingga seminimal mungkin.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi lembaga yang melakukan upaya pengelolaan risiko bencana ini. BNPB menentukan tingkat risiko bencana melalui Indeks Risiko Bencana (IRB).

Indeks ini memberikan tingkat risiko bencana di setiap kabupaten/kota, provinsi, dan nasional di Indonesia. Semakin rendah skor nilai indeks, maka semakin pula tingkat risikonya.

10 Wilayah dengan Risiko Bencana Tertinggi di Jawa Barat

Baca Juga: Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana tahun 2025, Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah paling rawan bencana di Jawa Barat. Skor IRB-nya cukup tinggi, mencapai 198,86.

Pada urutan kedua, meskipun terpaut selisih yang tidak terlalu jauh, IRB Kabupaten Subang masih tergolong cukup tinggi, yaitu 165,51.

Skor indeks risiko bencana di wilayah-wilayah selanjutnya terus menurun. Posisi berikutnya diduduki oleh Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai 156,20. diikuti oleh Kabupaten Karawang dengan skor 147,42.

Di posisi kelima wilayah di Jawa Barat yang paling rawan bencana, terdapat Kabupaten Cianjur dengan skor indeks 136,31 dan Kabupaten Garut yang selisih skornya yang sangat tipis yaitu 133,79 pada urutan keenam.

Berikutnya, peringkat ketujuh diisi oleh Kabupaten Bandung Barat dengan IRB sebesar 124,45. Peringkat kedelapan dipegang oleh Kabupaten Bogor dengan skor indeks 122,64.

Wilayah paling rawan bencana di Jawa Barat ditutup oleh Kabupaten Pangandaran dengan skor 118,18 dan Kabupaten Bandung dengan skor 112,32.

Menariknya, keseluruhan 10 wilayah dengan IRB tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2025 merupakan kabupaten, tidak satupun kota dalam daftar tersebut.

Jika diperhatikan, pola kesenjangan skor indeks risiko bencana antardaerah cukup lebar, dengan skor Kabupaten Sukabumi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Kota Bogor yang berada pada posisi terendah, dengan skor IRB 54,59.

Perhitungan Indeks Risiko Bencana

Dalam indeks risiko, tingkat kebencanaan dinilai berdasarkan komponen penyusunnya, yaitu bahaya, kerentanan, dan kapasitas pemerintah dalam menghadapi bencana.

Penilaian tingkat risiko berdasarkan potensi kerugian memungkinkan adanya perhitungan capaian suatu upaya pengurangan bencana di suatu daerah.

Risiko bencana akan mengalami penurunan atau peningkatan seiring adanya perubahan pada komponen tersebut.

Secara khusus, Indeks Risiko Bencana dihitung dengan memperhitungkan komponen bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity).

Bahaya (hazard) dihitung berdasarkan probabilitas spasial, frekuensi dan kekuatan (magnitude) dari bencana alam seperti gempa bumi, banjir, erupsi gunung api, dan lainnya.

Sementara itu, kerentanan (vulnerability) dihitung berdasarkan parameter sosial budaya, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Terakhir, kapasitas (capacity) dinilai dengan menggunakan pendekatan tingkat ketahanan daerah.

Baca Juga: Daftar Gunung Api yang Paling Sering Erupsi di Indonesia di Tahun 2026

Sumber:

https://inarisk.bnpb.go.id/irbi

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?