Impor menjadi bagian dari aktivitas perdagangan Indonesia untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang, mulai dari bahan baku hingga barang modal dan konsumsi. Jenis barang yang diimpor pun beragam dengan nilai yang berbeda-beda.
Pada Juni 2026, sejumlah komoditas mencatat nilai impor yang cukup besar. Lantas, apa saja produk yang paling banyak diimpor Indonesia berdasarkan nilainya?
Apa Saja Produk yang Paling Banyak Diimpor Indonesia?
Nilai impor Indonesia berasal dari berbagai jenis barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berikut produk yang paling banyak diimpor Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2026:
Baca Juga: Masih Andalkan Mesin Impor, Indonesia Habiskan US$36 Miliar pada 2025
Bahan bakar mineral mencatat nilai impor sebesar US$5,1 miliar, atau 19,59% dari total impor Indonesia pada Juni 2026. Nilai tersebut menjadi yang terbesar di antara berbagai jenis barang yang diimpor pada periode tersebut.
Selanjutnya, impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mencapai US$3,9 miliar dengan peranan 15,08%. Diikuti mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar US$3,4 miliar atau 13,27%.
Komoditas lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah plastik dan barang dari plastik senilai US$1,2 miliar, kendaraan dan bagiannya US$893 juta, serta besi dan baja US$828,4 juta.
Berikutnya terdapat bahan kimia organik sebesar US$652,9 juta, garam, belerang, batu, dan semen US$517 juta, berbagai produk kimia US$501,9 juta, serta instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan lainnya sebesar US$448,6 juta.
Produk Apa yang Nilai Impornya Meningkat pada Juni 2026?
Dibandingkan Juni 2025, 9 dari 10 produk utama mencatat kenaikan nilai impor pada Juni 2026. Kenaikan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral, diikuti mesin/peralatan mekanis serta mesin/perlengkapan elektrik.
Bahan bakar mineral mencatat kenaikan paling besar, yaitu US$2,4 miliar atau 92,71%. Selanjutnya, nilai impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya meningkat sekitar US$470 juta, sedangkan mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya naik sekitar US$330 juta.
Sementara itu, kendaraan dan bagiannya menjadi satu-satunya komoditas dalam 10 besar yang mengalami penurunan, dengan nilai impor turun sekitar US$140 juta atau 13,55% dibandingkan Juni 2025.
Porsi Nilai Impor Indonesia Berdasarkan Penggunaannya
Nilai impor Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan penggunaannya, yaitu bahan baku/penolong, barang modal, dan barang konsumsi. Berikut porsi masing-masing golongan terhadap nilai impor Indonesia pada Juni 2026:
Pada Juni 2026, bahan baku/penolong menjadi golongan dengan porsi terbesar dalam nilai impor Indonesia, yakni 71,60%. Porsi tersebut meningkat dari 70,85% pada Mei 2026, sejalan dengan kenaikan nilai impornya sebesar US$968,9 juta atau 5,51%.
Sementara itu, barang modal menyumbang 20,24% dari total nilai impor, sedikit meningkat dibandingkan 20,17% pada bulan sebelumnya. Nilai impor golongan ini juga naik US$241,5 juta atau 4,83%.
Adapun barang konsumsi memiliki porsi 8,16%, turun dari 8,98% pada Mei 2026. Nilai impornya berkurang US$114,9 juta atau 5,16%.
Baca Juga: Daftar Produk Ekspor dengan Nilai Terbesar Indonesia 2026 dan Negara Tujuannya
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/0ce6cf7a4d238bc6da50fce1/statistik-perdagangan-luar-negeri-bulanan-impor-juni-2026.html