WHO Catat Penurunan Prevalensi Perokok Global 2000-2024
Internasional • 7 Februari 2026Prevalensi perokok global menurun konsisten sejak 2000, namun tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat dunia.
Prevalensi perokok global menurun konsisten sejak 2000, namun tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat dunia.
Tingkat kematian virus Nipah mencapai 75 persen dipengaruhi deteksi dini kapasitas layanan kesehatan nasional regional global.
Baru 4 negara yang sepenuhnya mengimplementasikan MPOWER, kebijakan pengendalian tembakau dari WHO.
Amerika Serikat telah menyumbang US$958,514 juta pada WHO dalam bentuk assessed contribution dan voluntary contribution
Brunei puncaki prevalensi penduduk gemuk/overweight di Asia Tenggara, dengan persentase 69,6%.
Kebiasaan masyarakat terlalu sering mengonsumsi makanan minuman jadi dapat menjadi penyebab seseorang mengalami stunting.
Laporan terbaru dari WHO menyoroti perlunya investasi berkelanjutan dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC)
Sebanyak 1,29% penduduk Indonesia di atas usia 5 tahun menggunakan rokok elektrik di 2023, proporsi tertinggi dari Bali
Angka kematian bayi di Indonesia semakin menurun tiap tahunnya. Pada 2022 kasus kematian bayi berada pada rasio 17:1.000.
Anak muda rata-rata menghisap 8 batang rokok per hari. Di sisi lain, sebanyak 34 ribu jiwa meninggal akibat kanker paru-paru di 2022.
Sebanyak 66,2 ribu wanita di Indonesia mengidap kanker payudara. Jenis kanker ini bahkan menjadi jenis kanker paling mematikan ke-3 di Indonesia.
Jumlah dokter di Indonesia mencapai 287,3 ribu dokter. Angka ini masih berpusat di daerah Indonesia bagian barat dengan total 236 ribu dokter.
Rasio dokter di Indonesia hanya sebesar 0,7 per 1.000 penduduk. Jumlah tersebut menjadi yang terendah di dunia
WHO mencatat, jumlah populasi yang hidup lebih sehat bertambah 1,4 miliar di 2024, mencapai target healthier population yang ditetapkan untuk 2023
Menurut WHO, Indonesia berada di peringkat ke-8 negara dengan persentase perokok tertinggi di dunia pada 2022, yaitu sebesar 38,2% dari total populasi
Rasio dokter di Indonesia masih jauh di bawah standar WHO
Indonesia jadi negara ke-4 dengan tingkat obesitas tertinggi di Asia Tenggara, tren kematiannya belum menunjukkan tanda penurunan.
Sekolah merupakan tempat berkembangnya bibit bangsa, sehingga pengadaan fasilitas harus terus digalakkan, seperti hak air minum untuk seluruh muridnya
Tren kasus malaria di Indonesia cenderung fluktuatif, namun terjadi lonjakan besar dalam dua tahun terakhir
Menurut laporan WHO, tingkat bunuh diri tertinggi ditemukan di Eropa dengan jumlah 12,8 kematian per 100 ribu penduduk pada tahun 2019.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook