Serangan Digital terhadap Jurnalis Indonesia 2025 Naik, Apa Motif dan Dampaknya?
Nasional • 28 Februari 2026Motif pemicu dominan adalah publikasi berita dianggap sensitif serta dampak yang paling sering dialami adalah pembatasan akses informasi.
Motif pemicu dominan adalah publikasi berita dianggap sensitif serta dampak yang paling sering dialami adalah pembatasan akses informasi.
75% jurnalis Indonesia memakai AI—didominasi ChatGPT (86%)—namun lebih untuk efisiensi daripada cek fakta (28%).
Indeks Keselamatan Jurnalis mengungkapkan 80% responden pernah melakukan swasensor untuk menghindari konflik, hingga demi melindungi keselamatan pribadi.
Alasan utama swasensor didominasi oleh upaya menghindari konflik atau kontroversi berlebihan (70%) serta untuk melindungi sumber informasi (63%)
Jenis liputan berisiko yang pernah dilakukan mayoritas jurnalis Indonesia sepanjang 2025 adalah liputan demonstrasi dengan 67%.
Sebanyak 60% responden mengaku pernah melakukan swasensor terkait topik infrastruktur
MBG jadi isu yang paling sulit diliput menurut 61% responden pada 2025, disusul isu korupsi dan penegakan hukum (43%), serta isu PSN (42%).
Topik pembangunan infrastruktur jadi isu seputar PSN yang paling sering diswasensor oleh jurnalis sepanjang tahun 2025.
Isu MBG menjadi topik yang paling banyak kena swasensor dengan persentase 58%, disusul isu Proyek Strategis Nasional sebanyak 52%
Jenis serangan yang dialami beragam, mulai dari pembekuan akun media sosial, peretasan, doxxing, DDoS, impersonisasi, ransomware, hingga order fiktif.
Menurut catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), terdapat 30 kasus kekerasan fisik, 29 serangan digital, dan 20 kasus teror terhadap jurnalis sepanjang 2025.
Menurut catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebanyak 549 jurnalis tercatat mengalami PHK sepanjang 2025
Indeks Kemerdekaan Pers Indonesia naik hingga 77,88 pada 2022, lalu turun menjadi 69,36 pada 2024
Sebagian besar negara dengan indeks kebebasan pers tertinggi di dunia terletak di benua Eropa. Norwegia menjadi nomor satu dengan skor 92,31 pada 2025
Indeks kebebasan pers Indonesia anjlok ke skor terendahnya dalam satu dekade terakhir pada 2025, dengan skor 44,13
Jika pada tahun 2024 terdapat 19 kejadian kekerasan oleh polisi terhadap jurnalis, maka bagaimana pula pada awal tahun 2025 kini?
Perbedaan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai aspek, mulai dari kebebasan pers, kualitas jurnalisme, hingga kondisi sosial-politik di masing-masing negara.
Keadaan kebebasan pers dunia kian sulit, mencapai kondisi terburuk selama 5 tahun terakhir
Gelombang PHK terhadap jurnalis di berbagai perusahaan media di Indonesia terus berlangsung, memperburuk kondisi industri pers nasional.
Rapot kebebasan pers Indonesia masih merah.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook