Serangan Digital terhadap Jurnalis Indonesia 2025 Naik, Apa Motif dan Dampaknya?

Motif pemicu dominan adalah publikasi berita dianggap sensitif serta dampak yang paling sering dialami adalah pembatasan akses informasi.

Serangan Digital terhadap Jurnalis Indonesia 2025 Naik, Apa Motif dan Dampaknya? Ilustrasi Serangan Digital | Freepik
Ukuran Fon:

Jurnalis di tanah air masih dihadapkan dengan serangan digital dari pihak tertentu dengan kepentingan terselubung. Jumlah kasus serangan yang dialami jurnalis pada tahun 2025 meningkat dari tahun sebelumnya, sesuai dengan Catatan Tahun 2025 oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang merangkum adanya 29 kasus serangan digital pada 2025, meningkat 19 kasus dari 2024.

Jenis serangan digital yang dialami oleh awak media atau jurnalis pun beragam, mulai dari phising dan intimidasi online, hingga penyebaran fitnah dan peretasan akun. Serangan kepada jurnalis yang melebar ke ranah digital tentu sangat mengkhawatirkan ekosistem media di tanah air.

Laporan Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 yang disusun oleh Yayasan Tifa bersama Konsorsium Jurnalis Aman dan Populix menelusuri lebih dalam terkait apa motif di balik serangan digital serta dampak yang dialami oleh jurnalis sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut, setidaknya ada tujuh jurnalis yang tercatat pernah mengalami serangan digital.

Parahnya, mayoritas korban mengalami lebih dari satu insiden serangan dalam setahun. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan mengganggu keamanan personal serta integritas profesional jurnalis di ranah digital.

Meskipun hanya tujuh jurnalis yang tercatat pernah mengalami serangan digital dalam laporan ini, hasil temuan tetap menjadi penting dan layak mendapatkan perhatian lebih lanjut karena menyangkut kebebasan pers.

Baca Juga: Jurnalis Indonesia Hadapi 29 Serangan Digital pada 2025, Terbanyak dalam 5 Tahun

Motif Pemicu Serangan Digital

Motif Pemicu Serangan Digital terhadap Jurnalis pada Tahun 2025 | GoodStats
Motif-Motif yang Memicu Serangan Digital terhadap Jurnalis | GoodStats

Penyerangan dengan motif berita yang dipublikasi dianggap sensitif, kontroversial, atau bertentangan dengan kepentingan aktor tertentu tercatat ada tujuh kasus sepanjang tahun 2025.

Kondisi ini mencerminkan adanya instrumen yang digunakan secara sengaja untuk menekan kebebasan pers dan membatasi penyebaran informasi yang jujur dan kritis kepada masyarakat luas.

Kemudian motif serangan pribadi, kepentingan ekonomi, dan random attack (serangan acak) tercatat pada tingkat kasus yang lebih rendah. Hal ini turut menegaskan korelasi antara integritas redaksional dan meningkatnya risiko keamanan siber bagi jurnalis.

Dampak Serangan Digital

Dampak Serangan Digital yang Dialami oleh Jurnalis | GoodStats
Deretan Dampak Serangan Digital yang Dialami Jurnalis | GoodStats

Akibat serangan digital yang dilancarkan oleh sebagian aktor, ada beberapa dampak yang dialami oleh jurnalis, salah satunya konsekuensi pembatasan akses informasi yang tercatat sebanyak lima kasus.

Posisi berikutnya diisi oleh kebocoran data pribadi atau perusahaan dengan empat kasus. Dampak ini cukup mengkhawatirkan karena membahayakan privasi dan keselamatan jurnalis.

Tak berhenti di situ, kerusakan reputasi tercatat ada dua kasus. Juga, gangguan operasional perusahaan dan kerugian finansial, seperti biaya server naik tercatat dengan jumlah kasus yang paling rendah sepanjang 2025.

Serangkaian serangan digital tersebut berpotensi menimbulkan dampak berantai bagi ekosistem media nasional, mulai dari terganggunya operasional, ancaman terhadap reputasi, hingga kerugian ekonomi. Untuk itu, dibutuhkan perlindungan hukum yang lebih responsif terhadap dinamika yang semakin kompleks di dunia pers, serta langkah-langkah penguatan infrastruktur keamanan digital.

Baca Juga: Kebebasan Pers Asia Tenggara 2025: Indonesia Masuk Peringkat 5 Terbawah

Sumber:

www.tifafoundation.id/Media-IKJ2025

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Serangan Digital terhadap Jurnalis Indonesia 2025 Naik, Apa Motif dan Dampaknya?

Motif pemicu dominan adalah publikasi berita dianggap sensitif serta dampak yang paling sering dialami adalah pembatasan akses informasi.

Jumlah Penerima MBG Tembus 59 Juta Awal 2026

Jumlah penerima MBG terbanyak berasal dari kalangan siswa, dengan 19,46 juta merupakan siswa SD.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook