Kasus campak di Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Lonjakan tersebut memicu kewaspadaan pemerintah karena campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Berdasarkan data surveilans hingga minggu ke-7 tahun 2026, kasus suspek campak tercatat tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi yaitu 9.033 kasus.
Baca Juga: 5 Negara Lokasi Uji Klinis Vaksin TBC M72/AS01E
Di posisi kedua diikuti provinsi Banten sebanyak 6.880 kasus dan DKI Jakarta dengan 2.845 kasus. Sementara itu, beberapa provinsi lain seperti Sulawesi Selatan (1.770 kasus), Jawa Tengah (1.633 kasus), dan Sumatera Barat (1.553 kasus) juga mencatat jumlah kasus yang cukup tinggi.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia juga melaporkan adanya lonjakan kasus campak di awal tahun 2026.
Data menunjukkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Pada awal 2026 hingga minggu ke-7 sudah tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB terkonfirmasi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Campak atau measles merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Paramyxoviridae. Virus ini memiliki tingkat penularan yang tinggi karena dapat bertahan di udara dan menempel pada benda sekitar selama beberapa jam.
Penularan campak dapat terjadi melalui droplet atau percikan air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui permukaan benda yang terkontaminasi, kemudian masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Melansir halodo.com, beberapa gejala umum infeksi campak pada anak dan orang dewasa yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang disertai batuk berdahak, pilek, dan mata merah.
Pada anak-anak yang terinfeksi campak biasanya muncul bintik-bintik kecil yang disebut bercak Koplik, yaitu bintik merah dengan pusat putih atau kebiruan di dalam mulut sebelum ruam muncul di kulit. Setelah itu, ruam akan menyebar secara bertahap ke seluruh tubuh, mulai dari belakang telinga atau garis rambut, sekitar kepala, kemudian ke leher dan bagian tubuh lainnya.
Upaya Mencegah dan Menangani Penyakit Campak
Pemerintah melalui Kemenkes RI terus melakukan berbagai langkah untuk menekan peningkatan kasus campak. Salah satu upaya utama adalah dengan memberikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat serta memperkuat program imunisasi campak dan rubella (MR) bagi anak-anak.
Edukasi dilakukan melalui kampanye perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem surveilans penyakit dan respon cepat apabila terjadi lonjakan kasus di suatu wilayah.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan campak antara lain:
- Melakukan campak sesuai jadwal yang dianjurkan
- Menggunakan masker saat bepergian
- Menjaga kebersihan tangan
- Menghindari kontak langsung dengan penderita penderita
Baca Juga: Balita yang Terima Imunisasi Campak Terus Naik dalam 5 Tahun Terakhir
Sumber:
https://surveilans.kemkes.go.id/publikasi
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Superadmin