Ramadan dan Idulfitri bukan sekadar momentum keagamaan, melainkan juga peristiwa sosial dan ekonomi yang menggerakkan banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari pola konsumsi, tradisi mudik, hingga kebiasaan berbagi, bulan suci selalu memiliki dinamika yang menarik buat dicermati.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan nuansa khas dan penuh semarak.
Tahun ini, GoodStats kembali merilis Survei Pola Perilaku Masyarakat Saat Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk memahami kebiasaan dan preferensi masyarakat Indonesia dalam menyambut Ramadan 2026.
Bukber Jadi Agenda Utama
Survei GoodStats mengungkapkan bahwa buka bersama (bukber) masih jadi agenda utama yang paling dinanti.
Menurut Managing Editor GoodStats, Iip M. Aditiya, lebih dari sekadar menahan lapar, Ramadan juga jadi momen untuk berbagi dan saling berkumpul. Terbukti, sebanyak 67% responden sudah berencana untuk berbuka puasa bersama pada Ramadan 2026 ini.
“Tahun ini juga, mayoritas responden menyiapkan budget Rp500 ribu sampai Rp1 juta untuk anggaran tambahan, dan kebanyakan dipakai buat buka bersama dan infaq,” ujar Iip, Kamis (5/3/2026).
Agenda bukber bukan cuma dipandang sebagai ritual sosial, melainkan juga menjadi ruang untuk memperkuat berbagai lapisan relasi, baik yang intim maupun profesional.
Sebanyak 33% responden tercatat berencana untuk bukber dengan keluarga dan pasangan, 29% bukber dengan teman, dan ada pula 24,8% responden yang berencana berbuka puasa dengan rekan kerjanya.
Untuk tempat pilihan bukber, nyatanya 4 dari 10 responden memilih berbuka di rumah.
“Hal ini menegaskan prioritas atas kenyamanan dan biaya juga. Bukber di rumah cenderung lebih hemat dan menghadirkan suasana lebih intim,” tambah Iip.
Selain rumah, restoran, mal, masjid, hingga tempat kerja juga jadi incaran bukber, meski persentasenya jauh lebih rendah.
Hidangan Favorit saat Berbuka
Di Indonesia, takjil klasik masih jadi primadona ketika berbuka. Sebanyak 32,4% responden memilih berbuka dengan gorengan, melampaui nasi dan lauk pauk (25,2%), kolak (13,2%), buah-buahan (12,1%), dan kue (11%).
“Dominasi gorengan ini menunjukkan kalau pilihan menu berbuka itu lebih emosional dan berdasarkan craving dibanding pertimbangan nutrisi,” terang Iip.
Untuk minuman, sop buah hingga teh dan kopi jadi pilihan favorit, mencerminkan kebutuhan akan sensasi segar dan manis setelah seharian berpuasa.
Di samping itu, air mineral juga jadi andalan untuk melepas dahaga selepas puasa. Ditinjau dari brandnya, Le Minerale memuncaki daftar dengan capaian 50,2%, unggul dari merek lain seperti Aqua (24,3%), Crystalline (7%) dan Pristine (4,5%).
Dari segi kualitas air, rasa jadi faktor penentu utama. Sebanyak 65,9% responden memilih brand air mineral karena rasanya segar.
“Di momen berbuka, saat tubuh paling sensitif, rasa segar dan aman di tenggorokan jadi faktor penting,” imbuh Iip.
Untuk sisi kemasan, faktor keamanan kemasan seperti bebas BPA dan kepraktisan seperti bentuk yang mudah dibawa, jadi pertimbangan utama.
Hal ini menegaskan bahwa konsumen Indonesia semakin sadar akan risiko kesehatan dan pentingnya kualitas kemasan.
Rencana Mudik 2026
Tradisi mudik masih jadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri. Tahun ini, sebanyak 42,4% responden berencana untuk mudik, sementara 20,9% masih belum pasti. Potensi keputusan last-minute ini bisa berdampak pada tiket dan harga akomodasi.
Di sisi lain, 36,7% responden menyatakan tidak mudik. Keputusan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pertimbangan biaya perjalanan, keterbatasan waktu cuti, kondisi pekerjaan, hingga alasan pribadi lainnya.
Bagi mereka yang memutuskan mudik, waktu keberangkatan pun bervariasi. Sebanyak 29,7% responden memilih berangkat pada H-4 hingga H-7 Lebaran, berencana pulang lebih awal dan menghindari kepadatan arus puncak.
Meski begitu, ada pula 9,8% responden yang berencana mudik pada hari H lebaran. Kendaraan pribadi masih jadi pilihan utama untuk mudik.
“Banyak yang memilih mudik dengan kendaraan pribadi. Ada 40,8% responden pakai mobil pribadi dan 14,4% pakai motor pribadi. Transportasi massal kaya bus dan kereta lebih dikit peminatnya,” lanjut Iip.
Faktor kenyamanan jadi pertimbangan utama, mengingat perjalanan dengan kendaraan pribadi cenderung lebih fleksibel dalam hal waktu dibanding menggunakan transportasi umum.
Metodologi
Survei GoodStats bertajuk Pola Perilaku Masyarakat Saat Ramadan dan Idulfitri 2026 dilakukan melalui survei online terhadap 1.000 responden pada 10-24 Februari 2025. Responden didominasi oleh Gen Z (53,5%), kemudian diikuti Milenial (37,5%) dan Gen X (9%).
Mayoritas responden berdomisili di Jawa (selain Jakarta), yang mencapai 46%, diikuti 16% responden dari Sumatra, 16% responden asal Jakarta, 9,2% responden dari Bali/Nusa Tenggara, 5,8% dari Kalimantan, 2,8% responden dari Sulawesi, 1,7% dari Papua, dan 2,5% sisanya dari wilayah lain.
Unduh laporan hasil Survei Pola Perilaku Masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri 2026.
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor