Akhir-akhir ini, ramai dibahas angka pernikahan di beberapa negara yang mengalami penurunan drastis. Hal ini memberikan efek domino terhadap sektor lainnya, seperti tingkat kelahiran sampai sektor industrial yang berhubungan dengan ibu hamil dan anak-anak. Fenomena ini terjadi di wilayah yang relatif maju, sebut saja Jepang dan Korea Selatan.
Penurunan angka pernikahan antara lain disebabkan oleh tingginya biaya hidup untuk berkeluarga, pergeseran prioritas dalam berkarier, hingga kekhawatiran akan kegagalan rumah tangga. Beberapa orang merasa melajang lebih nyaman dibandingkan terikat dalam status pernikahan. Lantas, bagaimana perkembangan angka pernikahan di Jakarta selaku ibu kota negara?
Baca Juga: Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta!
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada 9 Februari 2026, angka pernikahan di DKI Jakarta konsisten mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, angka pernikahan tercatat sebesar 47.724 kejadian, di mana Jakarta Timur memiliki jumlah terbanyak.
Pada tahun berikutnya, angka pernikahan di Jakarta menurun cukup tipis menjadi 47.225 kejadian. Catatan ini mengalami penurunan sebesar 499 dibandingkan periode sebelumnya.
Selanjutnya pada 2023, tercatat sebanyak 43.363 pernikahan terjadi di ibu kota, turun 3.862 kejadian dari tahun sebelumnya, jadi penurunan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Memasuki 2024, angka pernikahan di Jakarta merosot pada 40.458 kejadian.
Fenomena serupa kembali terulang pada 2025, di mana pernikahan di Jakarta hanya menyentuh angka 39.863 kejadian. Jika dibandingkan dari 2021, jumlah pernikahan di Jakarta berkurang sebesar 7.861 kejadian atau sekitar 16,5% dalam lima tahun.
Menariknya, selama lima tahun terakhir Jakarta Timur konsisten mencapai angka pernikahan tertinggi dibandingkan kawasan lain di ibu kota. Hal ini tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang paling tinggi, mencapai 3,08 juta jiwa. Meskipun demikian, angka cerai gugat di wilayah ini juga paling tinggi di Jakarta.
Faktor lain seperti kondisi ekonomi, perubahan gaya hidup, sampai keputusan untuk menikah di usia yang lebih matang turut memengaruhi turunnya angka pernikahan di DKI Jakarta.
Baca Juga: Daftar Kota Termahal di Asia Pasifik, Jakarta Urutan Ke-9!
Sumber:
https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMyMzMTAw/nikah-dan-cerai-menurut-kabupaten-kota--kejadian--di-provinsi-dki-jakarta.html?year=2025