Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta!

Jakarta menempati urutan ke-15 se-Asia Pasifik sebagai kota dengan daya tarik tertinggi versi Resonance 2026.

Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta! Pemandangan Kota | Jeffry Surianto/Pexels
Ukuran Fon:

Kota adalah wilayah administratif yang relatif lebih besar dan padat penduduk, biasanya menjadi pusat aktivitas perekonomian. Fasilitas di kota umumnya lebih modern dan masyarakatnya memiliki gaya hidup heterogen. Tidak seperti di perdesaan, wilayah kota bergerak di sektor non-agraris karena terbatasnya lahan hijau.

Setiap kota memiliki karakteristik uniknya masing-masing. Karakteristik inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi para turis maupun investor. Keberadaan wisata, seni pertunjukan, sampai kuliner di suatu kota mampu mendorong minat pengunjung lokal maupun wisatawan asing untuk datang.

Kota dengan Daya Tarik Tertinggi

Baca Juga: Jakarta Selatan Jadi Kota dengan Pengeluaran Terbesar di Indonesia 2025

Berdasarkan data dari situs Resonance, Tokyo, Jepang menjadi kota dengan lovability (daya tarik) tertinggi di Asia Pasifik sekaligus terbesar keempat di dunia. Jepang dikenal dengan berbagai budayanya yang unik, seperti anime, hiburan modern, pakaian adat kimono, dan kuliner. Negara dengan empat musim ini juga dikenal memiliki teknologi yang canggih, seperti pada Shinkansen atau kereta cepat, tata kota yang rapi dan bersih, serta budayanya yang tepat waktu.

Selain Tokyo, kota lain dari Jepang yang termasuk dalam daftar tersebut yaitu Osaka, menempati urutan ke-12 di Asia Pasifik dan ke-24 di dunia. Kota ini memiliki berbagai destinasi wisata yang tidak kalah menarik, di antaranya yang terkenal yakni Osaka Castle dan Universal Studios Japan (USJ).

Kota-kota dari Asia Timur juga masuk dalam daftar, mulai dari Beijing (peringkat kelima di Asia Pasifik), Seoul (peringkat keenam), Shanghai (peringkat ketujuh), Hong Kong (peringkat ke-14), Shenzhen (peringkat ke-16), dan Guangzhou (peringkat urutan ke-17).

Sementara itu, dari Asia Selatan terdapat empat kota yang masuk dalam daftar yakni Bengaluru (peringkat kesembilan), Delhi (peringkat ke-11), Mumbai (peringkat ke-13), dan Hyderabad (peringkat ke-19). Keempat wilayah tersebut merupakan kota metropolitan utama di India.

Kawasan Timur Tengah atau Asia Barat diwakili oleh tiga kota yaitu Dubai (peringkat kedua), Istanbul (peringkat keempat), dan Riyadh (peringkat ke-20).

Selanjutnya, Oseania merupakan wilayah yang meliputi kawasan benua Australia dan kepulauan yang ada di Samudra Pasifik. Terdapat dua kota perwakilan yaitu Sydney di urutan kesepuluh di Asia Pasifik dan Melbourne di posisi ke-18.

Beralih ke Asia Tenggara, terdapat tiga kota perwakilan yang berasal dari negara yang berbeda. Dari Singapura diwakili oleh Kota Singapore di posisi ketiga dan ranking lovability dunia ke-12. Tailan menyusul di posisi kedelapan yang diwakilkan oleh Bangkok dengan ranking lovability dunia ke-18. Indonesia juga unjuk gigi dengan Jakarta di posisi ke-15 dan ranking lovability dunia pada urutan ke-28.

Secara keseluruhan, kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu pusat pertumbuhan wilayah perkotaan yang dinamis di dunia dengan berbagai kotanya yang semakin dikenal sebagai tujuan wisata, pusat bisnis, sekaligus lokasi hunian yang menarik. Eksistensi destinasi wisata populer seperti di Bangkok dan Dubai mendorong dominasi kota-kota dari Asia dalam daftar di atas. Selain itu, pusat aktivitas ekonomi-digital seperti di Bengaluru, Seoul, Shanghai, dan Jakarta menambah kuat popularitas kota-kota di Asia.

Masuknya Jakarta dalam daftar kota dengan daya tarik tertinggi di Asia Pasifik menunjukkan bahwa ibu kota Indonesia semakin dilirik di tingkat regional maupun global dan dapat bersaing dengan kota-kota besar lain. Infrastruktur dan konektivitas transportasinya turut mendukung citra Jakarta sebagai kota metropolitan yang kompetitif.

Tentang Ranking

Resonance menghimpun statistik inti dari 400 kota di dunia dengan indikator persepsi penduduk dan pengunjung, seperti peringkat dan ulasan daring yang diberikan. Data ditafsirkan melalui tiga faktor kunci yaitu livability (kelayakan huni), lovability (daya tarik), dan prosperity (kemakmuran) untuk menentukan skor Place Power™.

Faktor lovability atau daya tarik mengacu pada vitalitas dan kualitas relatif suatu kota. Penelitian dari Resonance menunjukkan bahwa semakin dinamis suatu kota dalam hal budaya, kuliner, dan kehidupan malam, maka semakin banyak pengunjung yang tertarik.

Peringkat kinerja suatu kota didasarkan pada jumlah cerita, referensi, dan rekomendasi yang dibagikan secara online seperti dari Google, Instagram, dan TikTok. Metriknya meliputi Google Trends, Facebook Check-ins, postingan Instagram, video TikTok, nightlife, shopping, restoran, museum, teater dan konser, objek wisata keluarga, serta persepsi.

Baca Juga: Daftar Kota dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia, Ada Jakarta?

Sumber:

https://www.worldsbestcities.com/rankings/worlds-best-cities/

Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor

Konten Terkait

Prediksi dan Head-to-Head Australia vs Turki di Piala Dunia 2026, Rekor Inferior Socceross

Turki berhasil menundukkan Australia dalam dua pertemuan.

Klasemen Grup B di Piala Dunia 2026, 4 Tim Punya Poin Sama

Empat tim di grup B mengoleksi satu poin usai matchday perdana.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook