Nasional

Provinsi dengan Kawasan Suaka Alam Terluas di Indonesia

Kawasan suaka alam di Indonesia tersebar di berbagai provinsi. Lantas, daerah mana yang memiliki kawasan terluas dan paling sedikit?

Provinsi dengan Kawasan Suaka Alam Terluas di Indonesia

Ilustrasi Hutan I BAB2056/Pexels

Indonesia memiliki hutan yang melimpah yang menjadi penjaga ekosistem. Setiap hutan memiliki jenis yang berbeda tergantung kegunaannya, salah satu jenisnya adalah Kawasan Suaka Alam (KSA). Setiap wilayah memiliki luas KSA yang berbeda-beda. Berikut provinsi dengan luas KSA terluas dan terkecil di Indonesia.

Provinsi dengan Kawasan Suaka Alam Terluas di Indonesia

Papua menjadi provinsi dengan kawasan suaka alam terluas di Indonesia.
Papua menjadi provinsi dengan kawasan suaka alam terluas di Indonesia.

Papua menjadi peringkat nomor satu sebagai provinsi dengan kawasan suaka alam terluas menurut data Badan Pusat Statistik dengan luas 7.755.284 hektare. Masih di pulau yang sama, Papua Barat berada di peringkat kedua dengan luas kawasan suaka alam 2.640.259 hektare. Posisi ketiga diisi oleh Sulawesi Tenggara dengan luas kawasan suaka alam 1.787.084 hektare.

Pulau Kalimantan mengisi peringkat empat hingga 6 pada data ini. Kalimantan Timur berada pada urutan keempat dengan luas kawasan suaka alam 1.704.666. Disusul Kalimantan Tengah di urutan kelima dengan kawasan suaka alam seluas 1.630.828 hektare. Urutan keenam diisi oleh Kalimantan Barat dengan kawasan suaka alam seluas 1.621.046 hektare.

Posisi ketujuh diisi oleh Aceh dengan luas kawasan suaka alam 1.058.364,4 hektare. Sulawesi Tengah berada pada urutan kedelapan dengan luas kawasan suaka alam 986.267.  Dua peringkat terakhir diisi oleh Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat dengan luas kawasan suaka alam masing-masing 837.833 dan 806.939 hektare.

Baca Juga: Deforestasi Indonesia Makin Parah, Apa Penyebabnya?

Provinsi dengan Kawasan Suaka Alam Terkecil di Indonesia

DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan kawasan suaka alam terkecil di Indonesia.
DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan kawasan suaka alam terkecil di Indonesia.

Provinsi Gorontalo menduduki puncak 10 provinsi dengan kawasan suaka alam terkecil di Indonesia dengan luas 196.653. Di bawahnya ada provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas kawasan suaka alam 179.034 hektare. Banten juga masuk dalam peringkat tiga besar dengan luas kawasan suaka alam 164.458 hektare.

Jawa Barat berada pada urutan keempat dengan luas kawasan suaka alam 132.180 hektare. Urutan kelima diisi oleh Jawa Tengah dengan luas kawasan suaka alam 126.530 hektare. DKI Jakarta berada di urutan keenam dengan luas kawasan suaka alam 108.272,34 hektare.

Peringkat ketujuh diisi oleh Kepulauan Bangka Belitung dengan kawasan suaka alam seluas 34.500. Disusul Bali dengan luas kawasan suaka alam 26.293,59. Kepulauan Riau dan DI Yogyakarta menutup top 10 dengan masing-masing luas kawasan suaka alam 4.734,73 dan 910,34 hektare.

Baca Juga: 10 Negara dengan Karhutla Terparah di Dunia 2026, Apakah Ada Indonesia?

Jenis-Jenis Kawasan Suaka Alam

Kawasan Suaka Alam (KSA) merupakan kawasan dengan cirikhas tertentu, baik di darat maupun di perairan. KSA memiliki fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. KSA terdiri dari Suaka Margasatwa dan Cagar Alam.

Suaka Margasatwa dan Cagar Alam di Indonesia

Berikut beberapa kawasan Suaka Margasatwa di Indonesia.

  • Rawa Singkil (Aceh): 81.823,8 hektare
  • Barumum (Sumatera Utara): 36.260,9 hektare
  • Dolok Surungun (Sumatera Utara): 21.443,2 hektare
  • Kerumutan (Riau): 95.047,9 hektare
  • Pulau Rambut (DKI Jakarta): 92,7 hektare
  • Gunung Sawal (Jawa Barat): 5.567,4 hektare
  • Kateri (Nusa Tenggara Timur): 4.699,3 hektare
  • Lamandau (Kalimantan Tengah): 64.394 hektare
  • Gunung Manembo Nembo (Sulawesi Utara): 6.184 hektare
  • Danau Tihu (Maluku): 6.258,9 hektare

Baca Juga: Tahura di Indonesia Tersebar di Mana Saja? Ini Daerah Terluasnya

Berikut beberapa kawasan Cagar Alam di Indonesia.

  • Dolok Sipirok (Sumatera Utara): 7.208,5 hektare
  • Batang Pangean II (Sumatera Barat): 33.580,1 hektare
  • Durian Luncuk I (Jambi): 73,2 hektare
  • Danau Dusun Besar Bengkulu): 525,8 hektare
  • Pulau Anak Krakatau (Lampung): 11.638,7 hektare
  • Gunung Celering (Jawa Tengah): 1.328,4 hektare
  • Gunung Sigogor (Jawa Timur): 187,8 hektare
  • Watu Ata (Nusa Tenggara Timur): 4.898,8 hektare
  • Batukau (Bali): 1.773,8 hektare
  • Nyiut Penrissen (Kalimantan Barat): 91.696,3 hektare

Sumber: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/Umpod09GaG5RbTlOYTJwaVFXWnJPRmQ1Wm1wMVp6MDkjMw==/luas-kawasan-hutan-dan-konservasi-perairan-sup--1--sup--menurut-provinsi-dan-fungsi-hutan--ha---2023.html?year=2023

Key Insights

  • Konsentrasi Kawasan Suaka Alam (KSA) yang tinggi di Papua (7,7 juta ha) dan Papua Barat (2,6 juta ha) menunjukkan peran krusial wilayah timur Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati nasional.
  • Kehadiran tiga provinsi Kalimantan di daftar teratas KSA terluas (total sekitar 4,9 juta ha) mengindikasikan pentingnya pulau ini sebagai paru-paru dunia dan pusat konservasi.
  • Provinsi-provinsi di Jawa dan Bali memiliki luas KSA yang sangat kecil (misalnya DI Yogyakarta hanya 910 ha), mencerminkan tekanan pembangunan dan populasi tinggi terhadap lahan konservasi.
  • Perbedaan signifikan antara luas KSA terluas (Papua) dan terkecil (DI Yogyakarta) menyoroti ketimpangan upaya konservasi antarwilayah di Indonesia.

Penulis: Linda Lestari Editor: Firda Wandira

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?