Angka Garis Kemiskinan Indonesia Naik 6,19% pada 2025
Masyarakat • 6 Maret 2026Garis Kemiskinan rumah tangga miskin naik 6,19% dari Rp2.875.235 per kapita per bulan per Maret 2025 menjadi Rp3.053.269 pada September 2025
Garis Kemiskinan rumah tangga miskin naik 6,19% dari Rp2.875.235 per kapita per bulan per Maret 2025 menjadi Rp3.053.269 pada September 2025
Kasus campak di Indonesia kembali meningkat pada awal 2026. Hingga minggu ke-7 tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi laboratorium, dan 4 kematian
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah ASN terbanyak di Indonesia pada tahun 2025, dengan total mencapai 527,8 ribu orang
Publik Indonesia cenderung senang mencoba rasa baru camilan, dengan rincian terdapat responden yang menyatakan mungkin suka (37,5%) dan sangat suka (32,9%)
Jumlah pengangguran di Indonesia pada 2025 didominasi oleh kelompok usia 20-24 tahun, angkanya mencapai lebih dari 2,3 juta jiwa.
Sebanyak 17% responden di Indonesia menyatakan bahwa kondisi ekonomi menjadi faktor yang membuat mereka bangga terhadap tanah air.
Sebanyak 28,24% perjalanan wisatawan nasional pada Desember 2025 menuju ke Malaysia
Jakarta mencatat tingkat kemiskinan terendah di Jawa, yakni 4,03% dengan 439,12 ribu penduduk miskin
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah rumah sakit umum terbanyak pada 2025, mencapai 382 unit
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SD paling banyak, mencapai 8.442 pada 2025
JPPI mencatat kasus kekerasan di satuan pendidikan terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Relasi pelaku-korban paling banyak berasal dari guru-siswa.
Upah pekerja laki-laki berada di atas garis rata-rata nasional, sementara gaji perempuan berada di bawah rerata
Skor IPK Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 34, turun 3 poin dibandingkan 2024 yang berada di angka 37
Jawa Barat punya kampus terbanyak di Indonesia, mencapai 481 perguruan tinggi pada 2025.
Sebanyak 30% responden menjadikan keberagaman dan multikulturalisme sebagai faktor utama yang membuat mereka merasa bangga terhadap Indonesia
Pada 2025, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah LPK terbanyak di Indonesia, mencapai 1.467 lembaga
Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2025 mencatat skor 69,44 dan berada pada kategori cukup bebas
Beras dan rokok menjadi komoditas makanan paling menguras kantong warga Indonesia menurut Susenas September 2025
Secara umum, prevalensi merokok naik seiring bertambahnya usia hingga mencapai puncaknya pada kelompok usia produktif menengah
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SMA terbanyak, dengan total 2.620 SMA pada 2025
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook