Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Setiap Tahunnya
Nasional • 9 Februari 2026Dalam rentang waktu sepuluh tahun, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%.
Dalam rentang waktu sepuluh tahun, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%.
Sebanyak 19% pemuda Indonesia masih mengalami pernikahan anak pada 2025, mayoritas adalah perempuan.
Pemuda lulusan pendidikan tinggi punya usia kawin yang lebih tua dibanding kelompok pendidikan lain, sebesar 24,44 tahun
Adapun 27,9% sisanya sudah kawin dan 1,04% cerai hidup/mati
NTB dan Papua Tengah jadi provinsi dengan rata-rata usia kawin pertama paling muda di Indonesia pada 2024, dengan 20,34 tahun.
Hidangan tamu jadi prioritas utama publik perempuan dalam mempersiapkan pernikahan, dengan proporsi sebanyak 77% responden
Ikut kelas pranikah bisa menjadi bekal awal untuk mewujudkan rumah tangga harmonis, berikut yang paling penting menurut publik Indonesia
Sebanyak 47% Gen Z dan 43% Milenial mengaku tidak yakin kapan akan menikah.
Sebanyak 36,15% pemuda Jatim berstatus kawin pada 2024 (tertinggi se-Indonesia), simak 9 provinsi dengan angka perkawinan tertinggi lainnya
Semakin banyak alasan yang membuat kaum muda mempertimbangkan ulang untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Ketidakstabilan ekonomi menjadi alasan terbesar milenial dan gen Z memilih menunda pernikahan dan mempunyai anak
Sejak 2018, angka pernikahan Indonesia terus menurun dan tahun 2023 tercatat memiliki jumlah terendah. Penurunan terbanyak terjadi pada 2020
23% berpendapat bahwa poligami dapat diterima secara moral, 75% sebaliknya, 1% tergantung kondisi dan 1% lagi tidak beropini
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk belum menikah
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.