Indonesia memiliki beragam produk yang dipasarkan ke luar negeri, mulai dari komoditas hingga berbagai produk olahan dan manufaktur. Produk-produk tersebut diekspor ke sejumlah negara dengan nilai perdagangan yang berbeda-beda.
Lantas, produk apa saja yang menjadi ekspor utama Indonesia dan negara mana yang paling banyak menjadi tujuan ekspornya?
Apa Saja Produk Ekspor Indonesia?
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), berikut 10 kelompok barang dengan nilai ekspor terbesar pada Juli 2026:
- Bahan bakar mineral
- Lemak dan minyak hewani/nabati
- Besi dan Baja
- Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya
- Kendaraan dan bagiannya
- Produk Kimia
- Mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya
- Alas kaki
- Nikel
- Tembaga
Baca Juga: Nilai Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus US$9,1 Miliar, Tertinggi dalam 5 Tahun
Bahan bakar mineral menjadi produk dengan nilai ekspor terbesar, mencapai US$4,04 miliar. Selanjutnya, lemak dan minyak hewani/nabati mencatat US$3,44 miliar, sedangkan besi dan baja mencapai US$2,77 miliar.
Di posisi keempat, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya memiliki nilai ekspor sebesar US$1,96 miliar. Sementara itu, kendaraan dan bagiannya melengkapi lima besar dengan nilai US$1,13 miliar.
Daftar Produk Ekspor Termahal Indonesia
Jika dilihat dari nilai ekspor per kilogram, berikut jenis barang ekspor termahal di Indonesia pada Juli 2026:
Logam mulia dan perhiasan/permata menjadi barang ekspor termahal dengan nilai US$481,51 per kg. Setelahnya, kendaraan bermotor dan komponennya mencatat US$394,83 per kg, sementara kendaraan udara dan bagiannya mencapai US$297,24 per kg.
Nilai ekspor per kilogram kemudian turun cukup jauh pada posisi keempat. Jam dan arloji serta bagiannya tercatat sebesar US$89,36 per kg, disusul timah dan barang olahannya sebesar US$51,82 per kg.
Data Ekspor Indonesia Menurut Negara Tujuan
Menurut data BPS, ekspor nonmigas Indonesia ditujukan ke berbagai negara di Asia, Amerika, Eropa, dan kawasan lainnya pada Januari–Juli 2026. Berikut daftarnya:
Baca Juga: Jawa Barat Memimpin, Sulteng dan Malut Melonjak: Peta Data Ekspor Non-Migas Indonesia 2026
Negara tujuan ekspor Indonesia tersebar di berbagai kawasan. Di Asia terdapat Tiongkok, India, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.
Sementara itu, Amerika Serikat menjadi tujuan utama dari kawasan Amerika, sedangkan Belanda, Italia, dan Jerman mewakili negara tujuan dari Eropa. Australia juga masuk dalam daftar tujuan ekspor Indonesia.
Data Ekspor Indonesia ke China
China mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia sebesar US$40,62 miliar, lebih dari dua kali lipat nilai ekspor ke Amerika Serikat yang mencapai US$19,19 miliar. Dengan kontribusi 25,39%, China menjadi pasar tunggal dengan peran terbesar dalam ekspor nonmigas Indonesia.
Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke China pada periode tersebut adalah besi dan baja, nikel dan barang olahannya, serta bahan bakar mineral. Nilai ekspor ke China juga meningkat US$6,20 miliar atau 18,01% dibandingkan Januari–Juli 2025.
Jerman Jadi Negara dengan Nilai Ekspor Terendah
Jerman menjadi negara dengan nilai ekspor terendah di antara 13 negara, dengan nilai US$1,29 miliar. Angka ini berada di bawah Italia sebesar US$1,59 miliar dan Australia sebesar US$2,06 miliar.
Ekspor Indonesia ke Jerman juga mengalami penurunan US$270,6 juta atau 17,31% dibandingkan Januari–Juli 2025.
Baca Juga: Nilai Ekspor Indonesia 2025-2026 Tumbuh Positif, Ini Sektor Penopangnya
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/exim