Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Migas Indonesia ke ASEAN, Singapura Jadi yang Terbesar

Ekspor migas Indonesia tersebar ke negara ASEAN dan non-ASEAN. Simak kawasan dengan nilai ekspor terbesar hingga Juni 2026.

Ekspor Migas Indonesia ke ASEAN, Singapura Jadi yang Terbesar

Ilustrasi Kegiatan eksplorasi Migas | Zifeng Xiong/Pexels

Sektor minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi salah satu komoditas penopang utama dalam struktur perdagangan luar negeri Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor migas Indonesia mencatatkan kinerja yang dinamis dengan total nilai mencapai 6,23 miliar US dolar.

Perkembangan perdagangan migas Indonesia terdorong oleh permintaan energi global serta berjalannya berbagai aktivitas fasilitas hilir migas nasional, sebagaimana momentum yang terus dipacu dalam proyek migas baru yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: Tembus US$3 Miliar, Ini Provinsi dengan Nilai Ekspor Terbesar Januari 2026

Nilai Ekspor Migas Indonesia 2026

Perkembangan ekspor migas Indonesia sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan tren fluktuasi bulanan yang dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas global serta alokasi pasokan domestik dan internasional.

Nilai ekspor migas tertinggi tercatat pada bulan Maret 2026 yang mencapai 1,28 miliar US dolar, sebelum mengalami penyesuaian pada bulan-bulan berikutnya.

Kawasan ASEAN menjadi penyerapan utama dengan kontribusi mencapai 62,95% (3,92 miliar US dolar) dari total nilai ekspor migas Indonesia selama Januari–Juni 2026.

Sementara itu, ekspor migas ke negara non-ASEAN menyumbang porsi sebesar 37,05% (2,31 miliar US dolar).

Perkembangan Nilai Ekspor Migas Indonesia Periode Januari - Juni 2026 | Goodstats
Perkembangan Nilai Ekspor Migas Indonesia Periode Januari - Juni 2026 | Goodstats

Secara keseluruhan, data ekspor migas Indonesia mencerminkan daya saing produk energi cair maupun gas alam nasional di pasar global. Kontribusi perdagangan ini didukung oleh kesiapan infrastruktur penunjang eksplorasi migas yang dimiliki oleh badan usaha milik negara.

Negara ASEAN Tujuan Ekspor Migas Terbesar

Dalam lingkup regional, ekspor migas Indonesia ke ASEAN memegang peranan kunci. Keberadaan jalur pipa gas lintas negara serta efisiensi logistik geografis menjadikan ekspor migas ke negara ASEAN bernilai strategis bagi neraca perdagangan luar negeri.

Negara Singapura mengukuhkan posisinya sebagai negara tujuan ekspor migas terbesar di kawasan Asia Tenggara maupun secara global. Pasokan gas bumi melalui jalur pipa mendominasi porsi transaksi perdagangan ke Singapura dengan nilai mencapai 2,28 miliar US dolar atau menguasai 58,14% dari total ekspor migas ke kawasan ASEAN.

Selain Singapura, negara tujuan ekspor migas Indonesia berikutnya di Asia Tenggara adalah Malaysia dengan nilai 1,07 miliar US dolar (27,20%), diikuti Thailand sebesar 320,35 juta US dolar (8,17%), serta Filipina sebesar 224,31 juta US dolar (5,72%) yang utamanya mengimpor hasil olahan minyak dan produk turunan petrokimia.

Negara Non-ASEAN yang Paling Banyak Menerima Ekspor Migas Indonesia

Di luar kawasan Asia Tenggara, ekspor migas ke negara non-ASEAN menyumbang porsi penerimaan negara yang tak kalah signifikan. Permintaan energi dari kawasan ini didominasi oleh gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) serta minyak mentah yang dikirim ke mitra industri di kawasan Asia Timur.

Tiongkok dan Jepang menjadi konsumen utama komoditas migas Indonesia di kategori non-ASEAN. Tiongkok menyerap nilai ekspor sebesar 814,98 juta AS dolar (35,30% dari total non-ASEAN).

Kemudian, disusul wilayah Asia lainnya sebesar 739,64 juta AS dolar (32,04%), serta Jepang dengan nilai 604,99 juta AS dolar (26,20%). Kebutuhan energi sektor industri yang masif di negara-negara tersebut membuat aliran perdagangan migas Indonesia tetap terjaga.

Negara Tujuan Ekspor Migas Indonesia Periode Januari - Juni 2026 | Goodstats
Negara Tujuan Ekspor Migas Indonesia Periode Januari - Juni 2026 | Goodstats

Dominasi pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia, serta Asia Timur seperti China dan Jepang, makin mempertegas posisi strategis Indonesia dalam peta perdagangan energi regional.

Kedekatan geografis serta integrasi rantai pasok yang telah terbangun bertahun-tahun menjadikan negara-negara tetangga ini sebagai mitra utama yang sangat bergantung pada kepastian pasokan migas nasional.

Namun, untuk memastikan keandalan dalam kegiatan ekspor, perlu penguatan kapasitas hulu migas nasional yang harus segera dilakukan di tengah tantangan penurunan  produksi alamiah di sumur migas yang sudah tua di Indonesia.

Maka dari itu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan sumber daya Mineral (ESDM) perlu menggenjot eksplorasi lapangan migas baru dengan menerapkan teknologi seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk menarik investor asing.

Langkah terobosan ini diharapkan dapat memenuhi komitmen kontrak ekspor migas internasional sekaligus mengamankan devisa negata di tengah fluktuasi harga energi global.

Baca Juga: Kejar Target Lifting, 15 Proyek Migas Baru Siap Beroperasi 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjM4MiMy/nilai-ekspor-migas-bulanan-menurut-negara-tujuan.html

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?