Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan aktivitas kelautan dan perikanan yang luas. Potensi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari perdagangan dengan negara lain.
Perdagangan hasil perikanan terus menjadi bagian dari aktivitas ekspor Indonesia. Lantas, bagaimana perkembangan ekspor hasil perikanan indonesia 2026?
Volume Ekspor Hasil Perikanan Indonesia dari Tahun ke Tahun
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berikut perkembangan volume ekspor ikan Indonesia dari tahun ke tahun:
Baca Juga: Nilai Ekspor Ikan Indonesia Tertinggi Ke-10 di Dunia pada 2024
Pada 2020, volume ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai 1,28 juta ton. Angka tersebut kemudian menurun pada 2021 menjadi sekitar 1,22 juta ton dan relatif stabil hingga 2023.
Volume ekspor kembali meningkat cukup signifikan pada 2024 dengan mencapai 1,43 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam periode tersebut. Namun, pada 2025 volumenya sedikit menurun menjadi 1,40 juta ton.
Sementara itu, volume ekspor pada 2026 tercatat 627,94 ribu ton per 1 Juni 2026. Angka ini terlihat lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena data 2026 belum mencakup satu tahun penuh.
Volume ekspor 2026 masih dapat bertambah seiring berlangsungnya kegiatan ekspor hingga akhir tahun.
Jenis Ikan Apa yang Mengalami Penurunan Ekspor Terbesar?
Sejumlah komoditas ekspor hasil perikanan indonesia 2026 mengalami penurunan volume dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut lima komoditas dengan penurunan volume ekspor terbesar berdasarkan selisih volume 2025 dan 1 Juni 2026:
1. Rumput Laut
Volume ekspor rumput laut turun dari 316 ribu ton pada 2025 menjadi 105 ribu ton pada 2026. Penurunannya mencapai sekitar 211 ribu ton.
2. Tuna-Tongkol-Cakalang
Volume ekspor tuna, tongkol, dan cakalang berkurang dari 260 ribu ton menjadi 132 ribu ton. Penurunannya mencapai sekitar 128 ribu ton.
3. Udang
Ekspor udang turun dari 213 ribu ton pada 2025 menjadi 98 ribu ton pada 2026. Artinya, volumenya berkurang sekitar 115 ribu ton.
4. Cumi-Sotong-Gurita
Volume ekspor cumi, sotong, dan gurita turun dari 174 ribu ton menjadi 73 ribu ton. Penurunannya mencapai sekitar 101 ribu ton.
5. Layur-Gulama-Reeve S Croakers-Bigeye Croakers
Volume ekspor kelompok ikan ini turun dari 39 ribu ton pada 2025 menjadi 9 ribu ton pada 2026. Penurunannya mencapai sekitar 29 ribu ton.
Mengapa Ekspor Perikanan Indonesia pada 2026 Melemah?
Penurunan ekspor perikanan Indonesia pada 2026 tidak terlepas dari kondisi perdagangan dan rantai pasok global. Sejumlah faktor turut memengaruhi kelancaran pengiriman produk perikanan Indonesia ke pasar internasional, antara lain:
- Ketegangan geopolitik global
Eskalasi geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah, berdampak pada aktivitas ekspor perikanan Indonesia. Kondisi tersebut turut mengganggu rantai pasok dan jalur pengiriman. - Perubahan rute pengiriman
Gangguan pada jalur perdagangan membuat sejumlah pengiriman harus menyesuaikan rute. Perubahan ini dapat membuat proses pengiriman menjadi lebih panjang dan kurang efisien. - Biaya logistik meningkat
Perubahan rute dan gangguan rantai pasok turut menambah biaya logistik. KKP menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga produk perikanan. - Keterbatasan kontainer dan kapal
Ketersediaan kontainer dan mother vessel yang terbatas turut menjadi kendala dalam pengiriman produk perikanan. Hal ini dapat membatasi volume produk yang dapat dikirim ke pasar ekspor.
Baca Juga: Simak 7 Subsektor Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan pada Triwulan II 2026
Jenis Ikan dengan Volume Ekspor Terbesar 2026
Berikut jenis ikan dengan volume ekspor terbesar berdasarkan data KKP per 1 Juni 2026:
Tuna-tongkol-cakalang menjadi komoditas dengan volume ekspor terbesar, yakni sekitar 131,59 ribu ton. Posisi berikutnya ditempati rumput laut dan udang dengan volume masing-masing sekitar 105,43 ribu ton dan 97,84 ribu ton.
Selanjutnya, cumi-sotong-gurita mencatat volume ekspor sekitar 72,77 ribu ton, disusul sarden-sardinella sebesar 25,82 ribu ton. Komoditas lainnya dalam daftar 10 besar memiliki volume di bawah 20 ribu ton.
Jenis Ikan dengan Nilai Ekspor Terbesar 2026
Selain berdasarkan volume, besarnya ekspor hasil perikanan Indonesia juga dapat dilihat dari nilai ekspornya. Berikut jenis ikan dengan nilai ekspor terbesar pada 2026 berdasarkan data KKP per 1 Juni 2026:
Udang menjadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada 2026, yakni sekitar US$872,71 juta. Posisi berikutnya ditempati tuna-tongkol-cakalang dan cumi-sotong-gurita dengan nilai masing-masing sekitar US$490,44 juta dan US$433,49 juta.
Sementara itu, rajungan-kepiting dan rumput laut melengkapi lima besar dengan nilai ekspor masing-masing sekitar US$294,65 juta dan US$156,25 juta. Komoditas lainnya dalam daftar mencatat nilai ekspor di bawah US$100 juta.
Baca Juga: Sulawesi Utara Jadi Konsumen Ikan Terbesar 2025
Sumber:
https://portaldata.kkp.go.id/portals/data-statistik/exim/tbl-statis