Di tengah dinamisnya lanskap perdagangan global, industri perhiasan dan barang berharga nasional terus membuktikan posisinya sebagai salah satu jangkar strategis dalam perputaran roda ekonomi Indonesia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor unggulan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghasil devisa negara yang memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga memegang peran ganda dalam melestarikan nilai budaya sekaligus menciptakan lapangan kerja produktif di berbagai wilayah.
Lanskap strategis tersebut dibuktikan oleh kinerja industri perhiasan nasional yang terus mencatatkan tren pertumbuhan positif secara konsisten dalam lima tahun terakhir.
Nilai Ekspor Perhiasan Tembus US$9,1 Miliar
Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$33 Miliar Sepanjang 2025
Sepanjang periode Januari–Desember 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia sukses menyentuh angka US$9,1 miliar. Angka ini melonjak tajam atau meningkat sebesar 64,73% jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 yang tercatat sebesar US$5,5 miliar.
Selain itu, nilai ekspor perhiasan Indonesia sejatinya terus merangkak naik secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2020 nilai ekspor berada di angka US$1,47 miliar, kemudian naik ke US$2,59 miliar (2021), US$3,82 miliar (2022), hingga berhasil menembus US$5,61 miliar pada tahun 2023.
Bahkan, untuk performa parsial (Januari-Agustus) tahun 2025 saja nilainya sudah mencapai US$5,81 miliar, tumbuh 47,41% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (US$3,94 miliar). Tren positif yang konsisten selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa industri dan pengolahan dalam negeri tidak hanya tangguh, tetapi juga semakin berdaya saing tinggi di pasar global.
10 Negara Destinasi Utama Ekspor Perhiasan Indonesia
Lebih lanjut, dari deretan negara tujuan ekspor Indonesia dalam industri perhiasan, Swiss kokoh menempati posisi puncak sebagai pasar terbesar dengan nilai ekspor yang sangat dominan, yakni mencapai US$2.504,11 juta pada periode Januari–Agustus 2025.
Menariknya, posisi kedua kini ditempati oleh Tailan yang mencatatkan lompatan permintaan fantastis hingga menyentuh US$989,95 juta, disusul ketat oleh Uni Emirat Arab di peringkat ketiga dengan nilai US$734,35 juta.
Kekuatan ekspor Indonesia di kawasan Asia Tenggara juga dipertegas oleh Singapura yang berada di peringkat keempat dengan kontribusi sebesar US$596,63 juta. Selanjutnya, pasar potensial lainnya berturut-turut diisi oleh Hong Kong sebesar US$322,88 juta, kawasan Timur Tengah melalui Yordania senilai US$276,22 juta, serta Amerika Serikat yang menduduki peringkat ketujuh dengan nilai ekspor US$135,46 juta.
Sementara itu, posisi tiga terbawah dalam jajaran sepuluh besar tujuan utama ini ditempati oleh Italia dengan nilai US$67,34 juta, Jepang sebesar US$62,36 juta, dan ditutup oleh Meksiko yang mencatatkan nilai ekspor sebesar US$31,90 juta.
Kesiapan Sektor Perhiasan Menuju Era Industri 4.0
Kemenperin melalui Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan transformasi digital menjadi kunci utama dalam mendongkrak efisiensi operasional dan presisi produk perhiasan nasional.
“Hasil tersebut menunjukkan bahwa industri logam mulia dan perhiasan mampu mengintegrasikan teknologi modern dengan kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” kata Reni dikutip laman Kementerian Perindustrian, (15/06/2026).
Berdasarkan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang dilakukan Kemenperin, pelaku industri logam mulia dan perhiasan Indonesia menunjukkan kesiapan yang sangat baik. Banyak perusahaan telah mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam proses produksi mereka, mulai dari digitalisasi sistem manajemen, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga produk cerdas yang terkustomisasi.
Baca Juga: Nilai Ekspor Indonesia 2025-2026 Tumbuh Positif, Ini Sektor Penopangnya
Sumber:
https://ikm.kemenperin.go.id/ekspor-lampaui-usd-9-miliar-industri-perhiasan-berkilau-di-pasar-global
https://bkperdag.kemendag.go.id/storage/publikasi/vrdJRa7SNI4gG44hanh0bIHo1ThEjlcaQNhMu8ex.pdf
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor