Ekonomi dan Bisnis

Jawa Barat Memimpin, Sulteng dan Malut Melonjak: Peta Data Ekspor Non-Migas Indonesia 2026

Jawa Barat pimpin ekspor non-migas 2026, sementara Sulteng & Malut catat lonjakan tertinggi. Cek peta lengkapnya di sini!

Jawa Barat Memimpin, Sulteng dan Malut Melonjak: Peta Data Ekspor Non-Migas Indonesia 2026

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Priok | Dok. IG colorofjkt

Kinerja ekspor non-migas Indonesia menunjukkan tren pemulihan positif sepanjang lima tahun terakhir hingga pertengahan 2026. Berdasarkan data dari satu data Kementerian Perdagangan, total nilai ekspor non-migas Indonesia pada periode Januari–Juli 2026 mencapai 160,01 miliar US dolar, tumbuh 5,21% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 152,09 miliar US dolar.

Baca Juga: China Jadi Negara Tujuan Ekspor Terbesar Jakarta per April 2026

Perkembangan ekspor non-migas secara tahunan mencatatkan dinamika pergeseran harga komoditas global dan daya serap pasar internasional:

  • 2021: Nilai ekspor mencapai 219,46 miliar US dolar, membaik seiring pemulihan aktivitas ekonomi pasca pandemi Covid 19.
  • 2022: Mencapai rekor tertinggi sebesar 276,19 miliar US dolar atau melonjak 25,85% didorong oleh lonjakan harga pada komoditas utama.
  • 2023: Mengalami penyesuaian sebesar 11,80% menjadi 243,61 miliar US dolar akibat normalisasi harga komoditas global.
  • 2024: Kembali meningkat 2,89% dengan nilai mencapai 250,65 miliar US dolar.
  • 2025: Tumbuh 7,61% menjadi 269,72 miliar US dolar, menandakan konsolidasi industri pengolahan dan hilirisasi tambang.

Berikut data perkembangan ekspor non-migas selama 5 tahun terakhir terhitung sejak 2021-2025 yang datanya penulis kutip dari website satu data Kementerian Perdagangan: 

Perkembangan Ekspor Non-Migas Periode 2021 - 2025 | Goodstats
Perkembangan Ekspor Non-Migas Periode 2021 - 2025 | Goodstats

10 Provinsi Penyumbang Ekspor Non-Migas Terbesar (Januari–Juli 2026)

Dominasi ekonomi daerah dalam penyerapan pasar ekspor non-migas saat ini masih  terkonsentrasi di Pulau Jawa dan wilayah hilirisasi mineral. Lima provinsi teratas menyumbang 47,41% dari total ekspor non-migas nasional, sementara sepuluh besar pengumpul nilai ekspor menguasai 77,26% pangsa secara keseluruhan.

Jawa Barat menempati posisi puncak sebagai penyumbang terbesar dengan nilai ekspor 23,40 miliar US dolar (14,62% pangsa nasional). Posisinya disusul oleh Sulawesi Tengah dan Jawa Timur yang masing-masing berkontribusi sebesar 8,90%. Berikut data 10 provinsi dengan nilai ekspor non migas terbesar dari Januari - Juli 2026.

10 Provinsi dengan Ekspor Non-Migas Terbesar | Goodstats
10 Provinsi dengan Ekspor Non-Migas Terbesar | Goodstats

Sorotan Kunci Kinerja Ekspor Daerah

Beberapa temuan utama dari data perdagangan non-migas antar wilayah mencakup:

  • Lonjakan Kawasan Hilirisasi: Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan kumulatif tertinggi yakni 26,85% YoY, diikuti Sulawesi Tengah sebesar 25,75% YoY. Hal ini mencerminkan peningkatan output pengolahan nikel dan produk turunan logam dasar.
  • Penyokong Utama Industri Manufaktur: Jawa Barat dan Jawa Tengah terus mencatatkan pertumbuhan positif berkat kestabilan ekspor sektor tekstil, mesin, barang elektronik, serta otomotif.
  • Penyesuaian Ekspor Komoditas Olahan: Jawa Timur mencatatkan penurunan sebesar 11,91% YoY pada periode Januari–Juli 2026 akibat dinamika rantai pasok dan dinamika harga pada komoditas perhiasan, hasil pertanian, dan bahan kimia organik seperti (HS 29).

Peta Baru Ekspor Nasional: 

Struktur perdagangan non-migas Indonesia terus menunjukkan pergeseran ke arah seimbang, dimana wilayah luar jawa mulai bisa bersaing dengan mengandalkan ekspor non migas dari pengolahan sumber daya alam, sekaligus juga menjadikan pilar pertumbuhan baru yang saat ini mendampingi Pulau jawa sebagai pusat manufaktur nasional. 

Baca Juga: Tembus US$3 Miliar, Ini Provinsi dengan Nilai Ekspor Terbesar Januari 2026

Sumber:

https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-luar-negeri/ekspor-non-migas-provinsi

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?