Ekonomi Makro

5 Provinsi Penyumbang Ekspor Terbesar di Indonesia dan Produk Unggulannya, Siapa Nomor 1?

Provinsi manakah yang menyumbang komoditas ekspor terbesar di Indonesia? Dan apa saja produk ekspor unggulan dari setiap provinsi tersebut?

5 Provinsi Penyumbang Ekspor Terbesar di Indonesia dan Produk Unggulannya, Siapa Nomor 1?

Ilustrasi Kontainer Komoditas Ekspor/freestock.org

Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah yang memiliki nilai komoditas tinggi jika dilakukan penjualan ke luar negeri atau ekspor. Setiap provinsi memiliki komoditas khas masing-masing yang memiliki nilai jual tinggi. Berikut 5 provinsi penyumbang ekspor terbesar beserta komoditas tertingginya.

5 Provinsi Penyumbang Ekspor Terbesar di Indonesia

Jawa Barat menjadi provinsi sebagai penyumbang ekspor terbesar dengan total nilai ekspor US$23.399,4 juta.
Jawa Barat menjadi provinsi sebagai penyumbang ekspor terbesar dengan total nilai ekspor US$23.399,4 juta.

#1 Jawa Barat

Jawa Barat menduduki peringkat satu sebagai penyumbang ekspor terbesar di Indonesia pada semester 1 tahun 2025 dengan total US$23.399,4 juta.

Menurut data BPS tahun 2024, komoditas ekspor terbesar dari Jawa Barat ialah kendaraan dengan nilai US$8.499,5 juta. Mesin dan Perlengkapan elektrik juga turut menjadi penyumbang komoditas ekspor terbesar senilai US$6.235,89 juta.

Komoditas lainnya antara lain reaktor nuklir, ketel, pakaian dan aksesoris pakaian, barang rajutan, karet, alas kaki, serat setapel buatan, hingga kertas dan karton.

Baca juga: 5 Komoditas Andalan Ekspor Jawa Barat 2026, Otomotif Juara!

#2 Sulawesi Tengah

Posisi kedua ditempati oleh Sulawesi Tengah dengan total nilai ekspor US$14.239,6 juta pada awal semester 2026.

Komoditas ekspor terbesar tahun 2024 provinsi ini adalah besi dan baja dengan nilai jual mencapai US$1.257,79 juta.

Komoditas lainnya yang mendominasi antara lain bahan bakar mineral senilai US$388,53 juta dan nikel senilai US$303,19 juta.

Baca Juga: Awal 2025, Bagaimana Catatan Ekspor dan Impor Indonesia?

#3 Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur menempati urutan ketiga dengan total nilai ekspor US$14.235,7 juta.

Perhiasan/Permata menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai US$4.955,11 juta. Barang ekspor lainnya antara lain tembaga, lemak dan minyak hewani/nabati, kayu dan barang dari kayu, bahan kimia organik, ikan, krustasea, dan moluska.

Selain itu, ada juga tembakau dan rokok, bahan bakar mineral, berbagai produk kimia, hingga kertas dan karton.

#4 Provinsi Riau

Peringkat keempat ditempati oleh Provinsi Riau dengan total nilai ekspor US$12.076,6 juta. Komoditas ekspor terbesar tahun 2025 berada pada penjualan lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$3.097,75 juta.

Baca Juga: Nilai Ekspor Indonesia 2025-2026 Tumbuh Positif, Ini Sektor Penopangnya

#5 Kepulauan Riau

Kepulauan Riau menutup top 5 provinsi penyumbang ekspor terbesar dengan total nilai ekspor US$11.910,2 juta. Sementara itu, komoditas terbesar pada tahun 2025 berada pada penjualan mesin/peralatan listrik dengan nilai US$10.183,63 juta.

Komoditas ekspor lainnya antara lain bahan bakar mineral, mesin-mesin pesawat/mekanik, bahan kimia anorganik, kapal laut, berbagai produk kimia, serta benda-benda dari besi dan baja. Barang lainnya yakni kokoa/coklat, minyak dan lemak hewani/nabati, perangkat optik, plastik, hingga kendaraan dan bagiannya.

Baca Juga: Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi DKI Jakarta Juli 2026

Sumber: https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-luar-negeri/ekspor-non-migas-provinsi

Key Insights

  • Jawa Barat dan Kepulauan Riau menunjukkan kekuatan ekspor pada sektor manufaktur, dengan kendaraan dan mesin/peralatan listrik sebagai komoditas utama.
  • Sulawesi Tengah dan Riau menonjolkan ekspor berbasis sumber daya alam seperti besi/baja dan lemak/minyak nabati, mengindikasikan ketergantungan pada komoditas primer.
  • Jawa Timur memiliki portofolio ekspor yang lebih terdiversifikasi, menggabungkan perhiasan/permata dengan produk agroindustri dan mineral.
  • Dominasi beberapa provinsi dalam ekspor menunjukkan perlunya pemerataan pembangunan ekonomi untuk mengurangi disparitas regional.

Penulis: Linda Lestari Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?