Ekonomi Makro

10 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Agustus 2026

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas, mencapai 6,20% secara tahunan pada Agustus 2026.

10 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Agustus 2026

Ilustrasi Inflasi Harga | muhammad.abdullah/Magnific

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator untuk mengukur perkembangan harga barang/jasa yang dibayar oleh konsumen.

Pada Agustus 2026, nilai indeks ini meningkat dari yang semula 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Inflasi year-on-year terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Tingkat perubahan IHK, baik inflasi maupun deflasi, mencerminkan daya beli dari uang yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Semakin tinggi persentase inflasi maka semakin rendah nilai uang dan semakin rendah daya belinya.

Pada Agustus 2026, indeks harga konsumen nasional berada di angka 111,97 dengan inflasi year-on-year sebesar 3,19%.

10 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Inflasi Tertinggi

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas, mencapai 6,20% year-on-year pada Agustus 2026.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas, mencapai 6,20% year-on-year pada Agustus 2026 | GoodStats

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Agustus 2026

Di tingkat kabupaten/kota secara nasional, perubahan harga dapat menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam dibandingkan angka nasional.

Daerah dengan inflasi tertinggi adalah Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah yang bahkan mencatatkan angka 6,20% year-on-year. Hampir dua kali lipat dari tingkat inflasi nasional.

Meski laju inflasinya mencapai dua kali lipat nasional, hal ini tidak serta merta membuat level indeks harga di daerah tersebut jauh melampaui nilai nasional. Indeks harga konsumen Kabupaten Kapuas ada di angka 114,56.

Artinya, lonjakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga yang mendadak dalam setahun terakhir, bukan karena harga barang/jasa di daerah tersebut yang dari awal sudah sangat mahal.

Urutan kedua diduduki oleh Kota Ternate di Maluku Utara. Pada Agustus 2026, tingkat inflasinya ada pada angka 5,75% dengan nilai indeks harga konsumen 114,91.

Selanjutnya pada posisi ketiga adalah Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan dengan inflasi mencapai 5,59% dan nilai IHK sebesar 113,42.

Pada posisi keempat diisi oleh Kabupaten Aceh Tamiang di Sumatra Utara yang memiliki tingkat inflasi tidak jauh berbeda dengan daerah sebelumnya, yaitu 5,57%.

Selain mencatatkan laju inflasi yang jauh melampaui nasional, tingkat IHK di Aceh Tamiang juga juah di atas rata-rata nasional, mencapai 117,17.

Pola peningkatan tajam ini muncul juga dipengaruhi oleh dampak bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 lalu.

Pendorong utama kenaikan harga ini datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, akibat tingginya biaya perbaikan hunian serta peningkatan kebutuhan energi pascabencana.

Pemulihan pascabanjir yang lambat juga terus menekan distribusi pasokan komoditas dan memperlemah daya beli masyarakat, sehingga harga kebutuhan melonjak tinggi di atas IHK nasional.

Daerah dengan inflasi tertinggi kelima berlokasi di Provinsi Papua Barat, yaitu Kota Manokwari. Pada Agustus 2026, tingkat inflasi tahunan di Manokwari mencapai 5,27% dengan nilai IHK 113,13.

Beberapa daerah selanjutnya memiliki tingkat inflasi dengan nilai yang tidak jauh berbeda. Pada urutan keenam ada Kabupaten Labuhanbatu di Sumatra Utara dengan inflasi 5,10%. Meskipun persentase inflasinya bukan yang paling tinggi, Labuhanbatu mencatatkan nilai IHK tertinggi nasional, mencapai 119,65.

Kenaikan IHK di wilayah Sumatra Utara ini didorong oleh meningkatnya seluruh sebelas kelompok pengeluaran. Lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga 8,81%.

Komoditas utama yang memberikan andil inflasi terbesar di antaranya adalah emas perhiasan, serta bahan kebutuhan harian seperti sampo, bedak, parfum, dan sabun mandi.

Berikutnya masih di Pulau Sumatra yaitu Kabupaten Aceh Tengah. Tingkat inflasi tahunannya mencapai 5,09% pada bulan Agustus 2026 dengan nilai IHK yang tidak kalah tingginya dengan daerah sebelumnya, yaitu 119,60.

Serupa dengan daerah Labuhanbatu, kenaikan IHK di Aceh Tengah juga dipengaruhi oleh meningkatnya 10 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran dengan peningkatan tertinggi adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, hingga 11,88%.

Pada kelompok pengeluaran tersebut, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah nasi dengan lauk, yaitu sebesar 0,56%.

Lonjakan ini juga tidak lepas dari dampak bencana yang menerjang Aceh pada akhir 2025 lalu. Akibat kerusakan lahan, masyarakat menjadi lebih ketergantungan pada makanan siap santap di tengah pemulihan pascabencana.

Menyusul di urutan selanjutnya adalah Kota Gunungsitoli di Sumatra Utara dengan inflasi 5,07% dan nilai IHK 116,72, kemudian Kabupaten Mukomuko di Bengkulu yang tingkat inflasinya mencapai 5,03% dan nilai IHK 112,18.

Urutan kesepuluh diduduki oleh Kota Banda Aceh dengan tingkat inflasi di angka 4,84% dan nilai indeks harga konsumen yang mencapai 114,59.

Secara keseluruhan, persentase inflasi dan nilai IHK di wilayah-wilayah tersebut melampaui angka nasional, dengan inflasi tertinggi paling banyak timbul di wilayah luar Jawa, tersebar baik di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Baca Juga: Tren Inflasi Tahunan Indonesia Semester I 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2611/perkembangan-indeks-harga-konsumen.html

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?