Komoditas

10 Hasil Pertanian dengan Nilai Ekspor Terbesar Juli 2026, Kopi di Puncak

Nilai ekspor kopi Indonesia sentuh US$221,4 juta atau setara dengan Rp3,9 miliar pada Juli 2026, tertinggi dibanding komoditas pertanian lain.

10 Hasil Pertanian dengan Nilai Ekspor Terbesar Juli 2026, Kopi di Puncak

Biji Kopi | CAPITAL9GOLD/Pexels

Perdagangan lintas negara atau ekspor memberikan berbagai manfaat bagi suatu negara, mulai dari menghasilkan devisa, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga menciptakan lapangan kerja baru. Ekspor juga menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB).

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan dibutuhkan oleh negara lain. Salah satunya adalah komoditas pertanian yang memiliki permintaan tinggi. Didukung oleh jumlah produksi dalam negeri serta iklim tropis, berbagai hasil pertanian Indonesia memiliki potensi untuk diekspor ke pasar global.

Lantas, hasil pertanian apa saja yang paling mahal untuk diekspor?

Kopi jadi komoditas pertanian dengan nilai ekspor bulanan terbesar per Juli 2026
Kopi jadi komoditas pertanian dengan nilai ekspor bulanan terbesar per Juli 2026 | GoodStats

Baca Juga: 5 Brand Kopi Bubuk Instan Terpopuler 2026, Ada Favoritmu?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2026, terdapat beberapa produk pertanian yang laku di pasar global. Menariknya, kopi menempati peringkat pertama komoditas yang memiliki nilai ekspor bulanan termahal. Nilai ekspor untuk kopi dalam periode tersebut mencapai US$221,4 juta atau sekitar Rp3,9 miliar. Nominal ini jauh mendominasi dibandingkan komoditas pertanian lainnya.

Selain unggul dari segi kualitas, tingginya nilai ekspor kopi Indonesia turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mahalnya biaya logistik, kerumitan proses pascapanen yang membutuhkan ketelatenan tinggi, hingga tren penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.

Beberapa kopi dari wilayah Sumatra, Jawa, dan Sulawesi dikenal memiliki cita rasa khas dan aroma rempah kuat. Karakteristik ini sangat diminati di pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Di posisi kedua terdapat tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah dengan nilai ekspor sebesar US$54,4 juta. Tingginya permintaan global terhadap komoditas ini dibutuhkan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Karakteristik rempah Nusantara yang khas sulit ditiru oleh daerah subtropis.

Sarang burung menjadi komoditas pertanian paling mahal ketiga yang memiliki nilai US$40,1 juta. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar sarang burung walet dan dikenal memiliki kualitas yang baik, bersih, serta kaya akan kandungan yang dicari untuk kesehatan.

Selanjutnya, terdapat komoditas sayur-sayuran yang memiliki nilai ekspor sebesar US$33,1 juta, disusul oleh rumput laut dan ganggang lainnya dengan US$30,9 juta. Ikan segar atau dingin hasil tangkapan serta buah-buahan tahunan bertengger di urutan ketujuh dan kedelapan dengan selisih tipis, yakni masing-masing US$16,7 juta dan US$16,6 juta.

Daftar 10 hasil pertanian dengan nilai ekspor bulanan terbesar juga dilengkapi oleh lada putih (US$8,6 juta), tembakau (US$7,7 juta), dan lada hitam (US$3,6 juta).

Baca Juga: China Jadi Pasar Terbesar, Ini Top 5 Negara Tujuan Ekspor Sarang Burung Walet RI

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjMxMCMy/nilai-ekspor-bulanan-hasil-pertanian-menurut-komoditas---juta-us--.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?