Wilayah dengan aktivitas ekonomi yang tinggi cenderung memiliki daya tarik lebih besar bagi pendatang dari berbagai daerah. Dalam konteks migrasi, kondisi tersebut dapat menjadi faktor penarik (pull factor) karena menawarkan beragam kesempatan, mulai dari lapangan pekerjaan hingga peluang usaha.
Selain faktor ekonomi, ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, dan layanan publik turut mendorong masyarakat untuk berpindah ke perkotaan. Arus migrasi yang berlangsung dalam jangka panjang kemudian membentuk masyarakat dengan latar belakang budaya dan etnis yang semakin beragam.
DKI Jakarta menjadi salah satu contoh wilayah dengan karakter masyarakat multietnis. Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Jakarta dihuni oleh masyarakat dari berbagai kelompok etnis, seperti Betawi, Jawa, Sunda, Tionghoa, Batak, serta beragam kelompok lainnya. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari dinamika sosial yang terbentuk seiring perkembangan Jakarta sebagai salah satu pusat urbanisasi terbesar di Indonesia.
Selain Jawa, suku apa saja yang paling banyak menempati wilayah DKI Jakarta?
Baca Juga: 10 Kota Asia dengan Tarif Taksi 5 Km Termahal, Jakarta Nomor Berapa?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Penduduk 2010, etnis luar Jawa dengan jumlah penduduk paling banyak di Jakarta disumbang dari etnis China. Jumlah penduduk dari suku ini di kawasan ibu kota menyentuh 632.372 orang.
Dominasi etnis Tionghoa di Jakarta tidak terlepas dari sejarah panjang di masa lalu. Jauh sebelum era kolonialisme, para pedagang dan pelaut dari China telah mendatangi kota ini untuk berdagang. Apalagi, pada masa pendudukan Belanda, Batavia (Jakarta) dijadikan sebagai pusat administrasi dan perdagangan.
Tepat di bawahnya, Batak menempati posisi kedua dengan 326.645 penduduk. Latar belakang banyaknya suku ini di Jakarta dapat berangkat dari tradisi merantau, baik untuk mengejar pendidikan maupun pekerjaan.
Suku dari Sumatra Barat yakni Minangkabau terpantau berada di urutan ketiga. Jumlah penduduknya yang menempati wilayah ibu kota sebesar 272.018 orang. Kemudian disusul oleh suku Melayu dengan 92.088 penduduk.
Daftar 10 suku luar Jawa dengan jumlah penduduk terbanyak di Jakarta juga dilengkapi oleh suku asal Sumatra Selatan (71.987 orang), suku Bugis (68.227 orang), suku asal Lampung (45.215 orang), suku asal Maluku (45.146 orang), suku Minahasa (36.913 orang), dan suku asal Kalimantan lainnya (32.522 orang).
Meskipun masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta tetap menjadi bagian penting dari identitas kota, kehadiran berbagai kelompok etnis dari luar daerah turut membentuk Jakarta sebagai salah satu wilayah yang heterogen di Indonesia. Keberagaman tersebut tidak hanya memperkaya budaya dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga mewarnai dinamika ekonomi Jakarta melalui beragam aktivitas, pekerjaan, dan usaha yang dijalankan penduduknya.
Baca Juga: Persebaran WNA di Jakarta pada 2025, Jaksel Teratas
Sumber:
https://sensus.bps.go.id/main/index/sp2010