Ekonomi Makro

10 Proyek Investasi dengan Harga Fantastis di DKI Jakarta 2026

East Ancol menempati peringkat pertama proyek investasi paling mahal di ibu kota versi JIFF 2026 dengan biaya mencapai Rp37,4 triliun.

10 Proyek Investasi dengan Harga Fantastis di DKI Jakarta 2026

Proyek Kawasan Ancol | JIF 2026/Website

Proyek memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur, menggerakkan perekonomian, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Namun, pelaksanaan sebuah proyek membutuhkan modal awal yang besar sehingga dukungan dana dari investor menjadi salah satu kebutuhan penting. Hal ini kemudian menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara proyek dan investor.

Proyek investasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Proyek komersial berorientasi pada keuntungan finansial, sementara proyek strategis lebih berfokus pada pengembangan energi hijau untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dalam jangka panjang.

DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan nilai proyek investasi yang besar. Investasi tersebut umumnya mencakup kawasan properti dan komersial, transportasi publik, lingkungan, hingga pengembangan kawasan pesisir.

Baca Juga: Jakarta Timur Punya JPO Paling Banyak di Ibu Kota

Berdasarkan data Jakarta Investment Festival (JIF) 2026, East Ancol menjadi proyek investasi termahal di Jakarta. Proyek dengan luas 100 hektare (ha) ini memiliki besaran investasi menyentuh Rp37,4 triliun. East Ancol dirancang untuk pengembangan kawasan terpadu tepi laut di Ancol Timur, Jakarta Utara. Proyek ini memiliki konsep yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, rekreasi, hingga bisnis internasional.

Tepat di bawahnya, terdapat Jakarta Sewerage System Zone 8 dengan nilai investasi sebesar mencapai Rp13,4 triliun. Proyek infrastruktur ini berfokus pada pengelolaan air limbah domestik terpusat di Jakarta Utara, ditargetkan berpotensi melayani lebih dari 278 ribu rumah tangga serta kawasan komersial.

Reclamation Marunda Industrial Estate berada di posisi ketiga proyek investasi termahal di ibu kota dengan besar investasi Rp8,6 triliun. Proyek ini dirancang untuk menciptakan lahan industri baru yang terhubung langsung dengan konektivitas logistik penting, seperti pelabuhan Tanjung Priok. Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek ini sering kali dihadapkan dengan protes dari nelayan dan warga setempat terkait penyempitan jalur untuk melaut serta polusi debu.

Selanjutnya, terdapat proyek perluasan jalur kereta yang menghubungkan wilayah Kelapa Gading hingga Jakarta International Stadium (JIS) yakni LRT Jakarta Phase 2A (Kelapa Gading – JIS). Biaya yang digelontorkan untuk pembangunan ini sebesar Rp7,8 triliun. Posisinya disusul oleh proyek Jakarta River City dengan nominal investasi Rp6,1 triliun.

Daftar 10 proyek investasi paling mahal di Jakarta juga dilengkapi oleh Semesta Nexa (Rp5,9 triliun), East Ancol (Rp5,3 triliun), Jakarta Sewerage System – Zone 7 (Rp4,9 triliun), Samesta Angkasa (Rp3,8 triliun), dan Samesta Omnia (Rp3,3 triliun).

Fasilitas publik yang dibangun melalui proyek strategis nasional dapat menjadi investasi jangka panjang karena berpotensi menjadi aset produktif bagi suatu wilayah di masa mendatang. Namun, besarnya modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah proyek. Perencanaan yang matang serta pelaksanaan yang disiplin juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan proyek.

Baca Juga: 10 Kota Asia dengan Tarif Taksi 5 Km Termahal, Jakarta Nomor Berapa?

Sumber:

https://invest.jakarta.go.id/jakarta-investment-festival

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?