Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Proporsi jumlah penduduknya didominasi oleh usia produktif yang masuk ke dalam kategori angkatan kerja yang berusia 15 tahun ke atas. Sayangnya, lapangan pekerjaan di Indonesia belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang membuat tingkat pengangguran masih tergolong tinggi.
Pada November 2025, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang, naik dalam 15 tahun terakhir. Apalagi pada saat masa pandemi tahun 2020-2021, angka pengangguran semakin meningkat tajam.
Baca Juga: Indonesia Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Asia Tenggara
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. Persentase pengangguran terbuka pada November 2025 didominasi oleh lulusan SMA yang mencapai 29,61%.
Posisi berikutnya diisi lulusan SMK sebesar 26,12%, dilanjut kelompok lulusan SD ke bawah di angka 16,34% dan lulusan SMP sebesar 13,61%. Data ini memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran relatif lebih tinggi pada jenjang pendidikan menengah dibandingkan pendidikan dasar.
Di sisi lain, lulusan perguruan tinggi jenjang Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencatat persentase pengangguran sebesar 12,37%, lebih rendah dibanding lulusan SMA dan SMK. Adapun lulusan Diploma I/II/III menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terendah, yakni 1,95%.
Temuan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja pada lulusan pendidikan menengah, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tertentu memiliki peluang kerja yang relatif lebih baik.
Secara keseluruhan, TPT pada November 2025 ini adalah sebesar 4,74%. Artinya terdapat sekitar 5 pengangguran dari 100 orang angkatan kerja di Indonesia. Tingkat pengangguran ini mengalami penurunan 0,11% poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025.
Adapun dari segi segmentasi gender, pada November 2025, TPT laki-laki tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 4,75% dibanding TPT perempuan yang sebesar 4,71%. TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10% poin dan 0,12% poin dibandingkan Agustus 2025.
Berdasarkan outlook ketenagakerjaan 2026, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya mengentaskan pengangguran dengan memperkuatkan ekosistem ketenagakerjaan melalui kolaborasi dengan industri dan lembaga pendidikan. Selain itu, pemerintah juga mendorong program reskilling dan upskilling yang relevan dengan kebutuhan industri (link and match), penguatan pendidikan vokasi, serta perluasan perlindungan sosial yang inklusif bagi pekerja informal dan gig workers
Baca Juga: 4,35 Juta Orang Menganggur di Indonesia, Paling Banyak di Perkotaan
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/november-2025--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-74-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-33-juta-rupiah-.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor