Aktivitas masyarakat sehari-hari tidak lepas dari peran transportasi umum sebagai sarana pendukung mobilitas. Secara umum, transportasi umum terbagi menjadi tiga jenis moda, yakni transportasi darat, perairan yang mencakup laut dan sungai, serta transportasi udara. Di Indonesia, moda transportasi darat menjadi pilihan yang paling banyak digunakan masyarakat karena selain mudah dijangkau, pemerintah juga menyediakan berbagai layanan transportasi umum untuk menunjang kebutuhan perjalanan sehari-hari.
Keberadaan transportasi umum menawarkan berbagai manfaat bagi penggunanya. Mulai dari biaya yang lebih terjangkau hingga bebas dari kemacetan. Tidak hanya itu, penggunaan transum juga membantu menekan polusi udara yang semakin mengkhawatirkan.
DKI Jakarta merupakan provinsi dengan cakupan transum mode darat paling banyak di Indonesia. Berbagai jenis transum yang dapat dipilih di antaranya Kereta Api Komuter (KRL), Bus TransJakarta, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), sampai JakLingko. Tidak hanya unggul dalam kuantitas, kualitas transum Jakarta juga mulai mendapat perhatian dunia.
Berdasarkan situs Oliver Wyman Forum, Jakarta termasuk ke dalam daftar kota dengan transum terbaik di dunia pada tahun 2024. Menempati peringkat kedelapan di Asia dan ke-28 dunia, Jakarta sukses mengungguli beberapa kota besar lain seperti Dubai, Doha, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Delhi. Capaian ini menunjukkan kualitas transum Indonesia khususnya di Jakarta dapat bersaing secara global.
Transum Jakarta memiliki sistem yang terintegrasi, memberikan kenyamanan, dan harga yang terjangkau. Tidak heran jika transumnya dinilai sangat baik, seperti TransJakarta dikenal sebagai salah satu sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang memiliki jaringan terpanjang di dunia. Hal ini menjadikannya tulang punggung mobilitas sehari-hari dengan jangkauan rute terluas, melayani hampir seluruh kota dan wilayah penyangga (Jabodetabek).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Transjakarta Kembali Turun pada Maret 2026
Dengan sistem transportasinya yang terus berkembang, Jakarta terus berupaya mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Apalagi, daerah ini menjadi pusat aktivitas dan tujuan para perantau. Pemerintah setempat menunjukkan komitmennya dalam mendorong peralihan kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih berkelanjutan.
Transum yang memadai menjadi unsur penting dalam membangun kota yang modern, inklusif, dan kompetitif bahkan di tingkat dunia. Diharapkan, kota-kota besar lainnya di Indonesia dapat menyusul keberhasilan Jakarta terutama dalam aspek penyediaan transportasi publik.
Sebagai kota terpadat di Indonesia, Jakarta memiliki volume mobilitas penduduk yang tinggi, baik dari masyarakat lokal maupun para komuter yang berasal dari luar kota. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kapasitas transum yang masih terbatas, terutama pada layanan KRL dengan peminat tinggi. Kepadatan tertinggi biasanya terjadi pada jam sibuk pada pagi dan sore hari.
Metodologi
Oliver Wyman Forum dalam Urban Mobility Readiness Index menggunakan lima dimensi dasar untuk pemeringkatan kota di dunia yaitu infrastruktur, dampak sosial, daya tarik pasar, efisiensi sistem, dan inovasi. Pada edisi tahun 2024, 15 metrik baru ditambahkan sehingga jumlah total indikator kinerja utama (KPI) menjadi 71.
KPI baru ini ditambahkan untuk menggambarkan tren mobilitas perkotaan terbaru dengan fokus pada inovasi dan infrastruktur. Cakupan yang lebih luas memungkinkan untuk mengetahui dengan lebih baik cara kota-kota menyesuaikan blueprint mobilitas perkotaannya untuk mengatasi tantangan baru.
Sub-indeks transportasi umum mempertimbangkan metrik seperti kecepatan perjalanan transum, kepadatan stasiun, kekuatan jaringan multimodal, dan tingkat pemanfaatan dalam penilaiannya.
Baca Juga: Pekerja Swasta Jakarta Gratis Naik Transum? Intip Upah Minimum Sektoralnya 2025!
Sumber:
https://www.oliverwymanforum.com/mobility/urban-mobility-readiness-index/ranking.html
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor