Sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara, pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan penyediaan layanan publik. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan tersedianya fasilitas dan layanan yang berkualitas agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kontribusi yang telah diberikan. Manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui akses yang lebih baik terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pelayanan publik, serta berbagai fasilitas umum yang menunjang kesejahteraan masyarakat.
Jika rakyat tidak sepenuhnya merasakan manfaat pajak dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kesediaan membayar pajak pun akan menurun. Kepercayaan rakyat terhadap pengelolaan keuangan negara menjadi faktor krusial dalam menjaga tingkat kepatuhan pajak. Oleh karena itu, perlu dipastikan penerimaan pajak dikelola secara transparan, akuntabel, dan menjawab masalah publik.
Hasil survei GoodStats 2026 mengungkap temuan seputar manfaat pajak. Sebanyak 49% responden merasa manfaat pajak sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari. Angkanya meliputi 40% cukup terasa dan 9% sangat terasa.
Kondisi jalan yang dinilai lebih baik, transportasi umum yang memadai, serta kemudahan akses layanan kesehatan dan pendidikan menjadi hal yang melatarbelakangi tingginya angka tersebut. Ketika rakyat dapat merasakan manfaat pajak, persepsinya terhadap pajak dapat berubah dari sebuah kewajiban menjadi bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan.
Baca Juga: Survei GoodStats 2026: Mayoritas Publik RI Menilai Perlu Membayar Pajak
Meskipun demikian, 51% responden merasa manfaat pajak kurang atau tidak terasa. Persentasenya mencakup 43% kurang terasa dan 8% tidak terasa sama sekali. Tingginya jawaban pada opsi ini menggambarkan kondisi di mana dampak pajak belum sepenuhnya dirasakan langsung oleh rakyat. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar pengelolaan pajak bisa lebih transparan, sehingga rakyat juga bisa merasakan dampak dari partisipasinya membayar pajak.
Selain menyediakan fasilitas yang memadai, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah juga perlu dijaga. Pengelolaan dan penggunaan pajak untuk kepentingan bersama serta kestabilan kondisi ekonomi menjadi contoh faktor yang dapat memengaruhi persepsi rakyat terhadap pajak.
Saat rakyat merasakan hasil yang nyata dan merata, dengan sendirinya akan tercipta kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak. Pada akhirnya, penerimaan negara tetap terjaga untuk membiayai program pembangunan untuk masa yang akan datang.
Metodologi Survei
GoodStats menyelenggarakan survei bertajuk Persepsi Masyarakat terhadap Pajak dan Manfaatnya 2026 pada 10 April-20 Mei 2026, dengan melibatkan 1.000 responden yang terdiri atas 54% laki-laki dan 46% perempuan. Usia responden mulai dari 18 sampai lebih dari 55 tahun. Mayoritas berasal dari Pulau Jawa (72%) dan sisanya berasal dari luar Pulau Jawa (28%).
Baca Juga: Rasio Pajak & Penerimaan Pajak Indonesia 2026, Tren & Tantangan
Sumber:
https://goodstats.id/publication/persepsi-masyarakat-terhadap-pajak-dan-manfaatnya-2026-u9IUX
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor