Indonesia Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Asia Tenggara

Tingkat pengangguran di Indonesia berada pada angka 4,74%, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pengangguran tertingggi di Asia Tenggara

Indonesia Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Asia Tenggara Ilustrasi Pengangguran | Freepik
Ukuran Fon:

Industri ketenagakerjaan di Asia Tenggara saat ini tengah menghadapi tantangan serius, terutama bagi Indonesia yang mencatatkan angka statistik yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Trading Economics pada Februari 2026, Indonesia resmi menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Persentase Pengangguran Negara di Asia Tenggara | GoodStats

Baca Juga: Peta Pengangguran Terbuka 2025: Jawa Barat dan DKI Jakarta Masuk Urutan Teratas TPT Tertinggi di Indonesia!

Tercatat bahwa tingkat pengangguran di Indonesia berada pada angka 4,74%, sebuah angka yang menempatkan tanah air di posisi puncak dalam daftar ini. Posisi ini disusul ketat oleh Brunei Darussalam dengan tingkat pengangguran sebesar 4,7%, Filipina di angka 4,4%, serta Myanmar yang mencatatkan persentase sebesar 3%. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan yang lebih besar pada pasar tenaga kerja domestik kita jika dibandingkan dengan stabilitas lapangan kerja di negara-negara sekitar.

Jika melihat lebih luas ke negara-negara tetangga lainnya, terdapat jurang perbedaan yang cukup signifikan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Malaysia dan Vietnam misalnya, memiliki tingkat pengangguran yang jauh lebih rendah, masing-masing sebesar 2,9% dan 2,22%. Singapura, sebagai pusat keuangan regional, mencatatkan angka 2%, diikuti oleh Timor Leste di angka 1,6%, dan Laos yang hanya sebesar 1,2%.

Bahkan, terdapat beberapa negara yang berhasil menekan angka pengangguran hingga di bawah 1%. Thailand mencatatkan tingkat pengangguran yang sangat rendah, yaitu hanya 0,76%. Sementara itu, posisi tingkat pengangguran terendah di seluruh Asia Tenggara ditempati oleh Kamboja dengan angka yang sangat impresif, yakni hanya sebesar 0,27%.

Fakta bahwa Indonesia berada di posisi teratas dalam daftar pengangguran ini tentu menjadi sinyal penting bagi para pemangku kebijakan dan pencari kerja di tanah air. Tingginya angka pengangguran ini bisa menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian antara jumlah lapangan kerja yang tersedia dengan lonjakan angkatan kerja baru setiap tahunnya. Hal ini menuntut adanya strategi yang lebih agresif dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas agar Indonesia tidak semakin tertinggal dalam persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Ada ketimpangan yang nyata antara kualifikasi yang dimiliki lulusan baru dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis dan mengarah pada digitalisasi. Jika tidak segera dibenahi, bonus demografi yang selama ini kita banggakan justru berisiko menjadi beban sosial akibat tingginya angka pengangguran terdidik.

Banyak pengamat menilai bahwa salah satu penyebab tingginya angka pengangguran sebesar 4,74% ini adalah belum sinkronnya kurikulum pendidikan dengan dunia kerja. Hal ini menciptakan fenomena di mana perusahaan kesulitan mencari tenaga ahli, sementara jutaan pencari kerja justru kesulitan mendapatkan posisi yang sesuai.

Selain itu, ketergantungan pada sektor informal yang rentan terhadap gejolak ekonomi membuat stabilitas pasar tenaga kerja nasional jauh lebih rapuh dibandingkan negara tetangga seperti Kamboja yang mencatatkan tingkat pengangguran hanya 0,27%. Kamboja dan Thailand tampaknya lebih berhasil dalam mengintegrasikan sektor manufaktur dan pariwisata untuk menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

Baca Juga: Magang Tak Lagi Jadi Jaminan Cepat Kerja? Intip Efektivitas Magang vs Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia!

Sumber:

https://id.tradingeconomics.com/country-list/unemployment-rate?continent=asia

Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor

Konten Terkait

Nikel Jadi Komoditas Unggulan Investasi Hilirisasi 2025

Realisasi investasi nikel mencapai Rp136 triliun pada 2025, menjadikan mineral sebagai sektor investasi hilirisasi terbesar di Indonesia.

Industri Nikel dan Logam Berat dalam Tubuh Masyarakat Indonesia

Selain menjadi primadona, industri nikel juga sumbang ragam persoalan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook