Nasional

Kota Salatiga Puncaki Usia Harapan Hidup di Jawa Tengah 2025

Kota Salatiga menjadi wilayah dengan usia harapan hidup tertinggi di Jawa Tengah, yaitu 78,75 tahun pada 2025.

Kota Salatiga Puncaki Usia Harapan Hidup di Jawa Tengah 2025

Potret Kota Salatiga | Universitas Kristen Satya Wacana

Usia harapan hidup (UHH) menjadi salah satu indikator penting untuk menggambarkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan suatu daerah. Semakin tinggi angka UHH, semakin besar peluang penduduk untuk hidup lebih lama apabila pola kematian pada tahun tersebut tetap berlangsung sepanjang hidupnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Kota Salatiga menjadi wilayah dengan usia harapan hidup tertinggi di Jawa Tengah, yaitu 78,75 tahun. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Semarang yang berada di posisi kedua dengan 78,72 tahun.

Baca Juga: Angka Harapan Hidup Indonesia Naik, Tapi Kualitas Hidup Masih Rendah

Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar menduduki peringkat ketiga dengan UHH sebesar 78,21 tahun, disusul Kota Surakarta sebesar 78,18 tahun.

Di luar lima besar, Kota Magelang bertengger di urutan keenam dengan 78,03 tahun, disusul Kabupaten Klaten (77,69 tahun), Kabupaten Wonogiri (77,30 tahun), dan Kabupaten Kudus (77,21 tahun). Daftar 10 besar ditutup oleh Kabupaten Pati dengan UHH sebesar 78,83 tahun pada 2025.

Sebaliknya, Kabupaten Brebes jadi wilayah dengan UHH terendah di Jawa Tengah, yakni sebesar 74,40 tahun, diikuti Kabupaten Purbalingga (74,48 tahun), Kabupaten Pemalang (74,55 tahun), Kabupaten Wonosobo (74,56 tahun), dan Kabupaten Pekalongan (74,59 tahun).

Secara keseluruhan, UHH di Jawa Tengah sendiri berada pada angka 75,24 tahun pada 2025, naik dari tahun 2024 yang sebesar 74,91 tahun.

Apa Itu Usia Harapan Hidup?

Usia harapan hidup adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup yang akan dijalani oleh seorang bayi yang baru lahir apabila sepanjang hidupnya mengalami pola kematian yang sama dengan kondisi pada tahun penghitungan.

Penting dipahami bahwa UHH bukan berarti setiap orang pasti akan hidup hingga usia tersebut. Angka ini merupakan indikator statistik yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kesehatan penduduk secara keseluruhan.

Sebagai contoh, UHH Kota Salatiga sebesar 78,75 tahun tidak berarti seluruh penduduk Salatiga akan meninggal pada usia tersebut. Sebaliknya, angka itu menunjukkan bahwa apabila tingkat kematian di setiap kelompok umur tetap seperti kondisi saat ini, maka rata-rata bayi yang lahir pada tahun 2025 diperkirakan dapat hidup hingga usia 78,75 tahun.

Adapun penghitungan usia harapan hidup dilakukan menggunakan tabel kehidupan (life table). Dalam proses ini, data kematian menurut kelompok umur dianalisis untuk mengetahui peluang seseorang bertahan hidup dari satu kelompok usia ke kelompok usia berikutnya.

Usia harapan hidup merupakan salah satu komponen penyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bersama indikator pendidikan dan standar hidup layak. Untuk itu, semakin tinggi angka UHH umumnya mencerminkan semakin baik kualitas pembangunan manusia di suatu wilayah.

Baca Juga: Tren Angka Harapan Hidup di Indonesia 1 Dekade Terakhir

Sumber:

https://jateng.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjQxMiMy/usia-harapan-hidup--2025.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?