Kebiasaan merokok masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang ditemukan di berbagai kelompok usia, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 9,75% lansia di DI Yogyakarta (DIY) yang tercatat merokok sebulan terakhir ketika survei dilaksanakan pada 2025.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, proporsinya turun drastis. Pada tahun tersebut, 17,26% lansia di DIY tercatat merokok. Adapun lansia yang dimaksud di sini merupakan mereka yang berusia di atas 65 tahun ketika survei dilakukan.
Baca Juga: Distribusi Perokok di Indonesia Menurut Kelompok Usia 2025, Anak Muda Paling Banyak?
Apabila ditinjau menurut wilayahnya, Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah dengan proporsi perokok lansia tertinggi, mencapai 14,75% pada 2025. Jumlahnya turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,51%, kala itu bertengger di bangku kedua setelah Kabupaten Gunung Kidul yang proporsi lansia perokoknya mencapai 22,82%.
Tahun 2025, Kabupaten Gunung Kidul bertengger di posisi kedua dengan proporsi perokok lansia mencapai 13,79%.
Di bawahnya terdapat Kabupaten Bantul dengan 10,74%, turun dari tahun 2024 yang sebesar 16,76%. Kota Yogyakarta berada di urutan keempat wilayah dengan perokok lansia tertinggi di DI Yogyakarta, membukukan angka 6,3%. Sama seperti wilayah lain, proporsinya turun dari tahun 2024 yang sebesar 7,56%.
Terakhir, proporsi perokok lansia di Kabupaten Sleman hanya sebesar 5,73%, jadi yang terendah di DIY. Angkanya juga turun drastis dari tahun 2024 yang sebesar 12,78%.
Secara keseluruhan, perokok di DIY didominasi kelompok usia produktif. Perokok terbanyak berasal dari kelompok usia 25-34 tahun, dengan proporsi mencapai 22,83%.
Menyusul ketat di bawahnya, terdapat 22,76% perokok di kelompok usia 35-44 tahun, diikuti 18,56% perokok di kelompok usia 45-54 tahun.
Sementara itu, terdapat 14,49% perokok berusia 15-24 tahun dan 11,60% yang berusia di antara 55-64 tahun.
Turunnya proporsi perokok lansia di seluruh wilayah di DI Yogyakarta merupakan hal yang patut disyukuri. Pasalnya, merokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan perokok, namun juga mengancam kesehatan orang-orang di sekitarnya.
Asap rokok yang dihisap dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung, stroke, masalah paru-paru, hingga masalah kesuburan. Bahkan, diperkirakan lebih dari 230 ribu orang Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat kebiasaan merokok.
Terdapat lebih dari 7 ribu bahan kimia dalam rokok, dan sekitar 70 di antaranya berpotensi mengakibatkan kanker. Zat-zat seperti nikotin, karbon monoksida, hingga tar sangat berbahaya bagi tubuh.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Pemuda Tidak Merokok Terbanyak 2025
Sumber:
https://yogyakarta.bps.go.id/en/statistics-table/3/ZGxsdU15dEtNWEpNYmpCSUsyVkdaRnBpVkV0dVFUMDkjMyMzNDAw/persentase-penduduk-umur-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-dalam-sebulan-terakhir-menurut-kabupaten-kota-dan-kelompok-umur-di-provinsi-di-yogyakarta.html