Ekonomi Makro

10 Wilayah Terkaya di Pulau Sumatra Berdasarkan PDRB, Provinsi Riau Dominasi

Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau catatkan nilai PDRB tertinggi di Sumatra, capai Rp292,06 per kapita pada tahun 2025.

10 Wilayah Terkaya di Pulau Sumatra Berdasarkan PDRB, Provinsi Riau Dominasi

Ilustrasi Jam Gadang di Pulau Sumatra | Hasbi Kurnia/Pexels

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Pulau Sumatra pada tahun 2025.

Statistik PDRB digunakan untuk mengetahui tingkat dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, sekaligus sebagai bahan perencanaan pembangunan nasional maupun regional, khususnya pada bidang ekonomi.

Data PDRB juga berfungsi sebagai bahan evaluasi dari hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.

Secara definitif, PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu usaha tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir (neto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Terdapat dua jenis PDRB, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

PDRB ADHB menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku setiap tahun, sedangkan PDRB ADHK menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

10 Kabupaten/Kota dengan Nilai PDRB Tertinggi di Pulau Sumatra

Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau catatkan nilai PDRB tertinggi di Sumatra, capai Rp292,06 per kapita pada tahun 2025.
Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau catatkan nilai PDRB tertinggi di Sumatra, capai Rp292,06 per kapita pada tahun 2025 | GoodStats

Baca Juga: 10 Wilayah Terkaya di Pulau Jawa Berdasarkan PDRB per Kapita 2025, DKI Jakarta Dominasi

Adapun wilayah dengan nilai PDRB ADHB tertinggi di Pulau Sumatra pada tahun 2025 adalah Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis mencatatkan nilai PDRB sebesar Rp292,06 juta per kapita.

Sektor ekonomi paling produktif di Kabupaten Bengkalis adalah pertambangan dan penggalian. Sektor ini didominasi oleh aktivitas ekstraksi minyak bumi di Kawasan Duri, di wilayah Blok Rokan.

Menariknya, meskipun berhasil menduduki peringkat pertama di Pulau Sumatra, PDRB di Bengkalis pernah berada di puncaknya pada tahun 2022 lalu, nilainya mencapai Rp304,61 juta per kapita.

Berikutnya, masih di Provinsi Riau, peringkat kedua diduduki oleh Kabupaten Siak dengan nilai PDRB mencapai Rp268,74 juta per kapita. Industri pengolahan berkembang secara masif di daerah ini, sekaligus menjadi penyumbang ekonomi tertinggi.

Menyusul pada urutan ketiga, masih di Provinsi Riau, adalah Kabupaten Pelalawan dengan nilai PDRB sebesar Rp201,84 juta per kapita.

Sektor pertambangan dan penggalian menjadi pilar utama yang menyumbang 49,5% perekonomian daerah ini. Meskipun demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga memberikan andil besar dengan kontribusi hingga 40,6%.

Peringkat keempat diduduki oleh Kabupaten Muara Enim di Sumatra Selatan dengan nilai PDRB yang berada di angka Rp197,85 juta per kapita. Industri pertambangan dan penggalian turut menjadi penyumbang tertinggi nilai PDRB daerah ini, hingga 69,3%.

Pada urutan kelima, ada Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Provinsi Jambi yang mencatatkan nilai PDRB sebesar Rp182,03 juta per kapita.

Berbeda dengan daerah-daerah sebelumnya, perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Barat didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Beberapa komoditas utama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah kelapa sawit, pinang dan karet, serta perikanan laut.

Wilayah terkaya di Pulau Sumatra berikutnya dipegang oleh Kota Pekanbaru di Provinsi Riau. Pada tahun 2025, PDRB di daerah ini berada di angka Rp178,02 juta per kapita. Terdapat dua sektor utama yang menjadi penyokong ekonomi Pekanbaru, yaitu sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor konstruksi.

Sektor-sektor tersebut memberikan kontribusi yang hampir seimbang, masing-masing sebesar 30,3% dan 30%, sehingga keduanya secara bersama-sama menjadi pilar penopang perekonomian Kota Pekanbaru.

Beralih ke peringkat ketujuh yang diduduki oleh Kota Dumai di Provinsi Riau dengan nilai PDRB sebesar Rp171,17 juta per kapita. Perekonomian Kota Dumai didominasi oleh sektor industri pengolahan, khususnya pengolahan kelapa sawit.

Kabupaten Kuantan Singingi menempati posisi kedelapan dengan nilai PDRB sebesar Rp165,73 per kapita. Berbeda dengan daerah sebelumnya di Provinsi Riau, perekonomian Kuantan Singingi didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Berikutnya adalah Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau, dengan nilai PDRB berturut-turut sebesar Rp158,40 juta per kapita dan Rp151,25 juta per kapita.

Nilai PDRB kedua daerah tersebut didorong kuat oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Secara keseluruhan, wilayah dengan nilai PDRB tertinggi di Pulau Sumatra didominasi oleh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kekuatan ekonomi di Riau tidak hanya dari sektor pertambangan dan penggalian, melainkan juga didukung oleh industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertanian.

Baca Juga: 10 Daerah Terkaya di Jawa Timur 2025, Kota Kediri di Puncak

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/09/15/22d7827c3b642fd4f4e38f56/tinjauan-regional-berdasarkan-pdrb-kabupaten-kota-2021-2025--buku-1-pulau-sumatera.html

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?