Biji gandum dan meslin menjadi salah satu komoditas pangan yang masih banyak didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Komoditas ini digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan, terutama tepung terigu dan produk olahannya.
Kebutuhan tersebut membuat jumlah impor gandum dan meslin Indonesia tetap berada pada level yang tinggi dari tahun ke tahun. Lantas, bagaimana perkembangan impor gandum Indonesia dan negara mana yang menjadi pemasok utamanya?
Perkembangan Impor Biji Gandum dan Meslin Indonesia
Berdasarkan data BPS, perkembangan impor gandum dan meslin Indonesia pada 2021-2025 tercatat sebagai berikut:
Baca Juga: 10 Produk yang Paling Banyak Diimpor Indonesia Berdasarkan Nilainya pada Juni 2026
Impor gandum berdasarkan volume di Indonesia mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada 2021, impor tercatat sebesar 11,17 juta ton, kemudian turun menjadi 9,35 juta ton pada 2022.
Setelah itu, volume impor kembali meningkat menjadi 10,59 juta ton pada 2023 dan mencapai titik tertinggi dalam periode tersebut pada 2024, yakni 11,72 juta ton. Pada 2025, volume impor kembali turun menjadi 10,84 juta ton.
Dari sisi nilai, impor gandum mencapai US$3,45 miliar pada 2021 dan meningkat menjadi US$3,77 miliar pada 2022. Nilainya kemudian berangsur turun hingga mencapai US$3,05 miliar pada 2025.
Dengan demikian, meski volume dan nilai impor pada 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah gandum yang masuk ke Indonesia masih tergolong tinggi.
Negara Mana yang Paling Banyak Memasok Gandum Indonesia?
Indonesia mengimpor gandum dari berbagai negara di sejumlah kawasan, mulai dari Oseania, Amerika Utara dan Selatan, hingga Eropa. Berdasarkan data BPS, berikut negara pemasok gandum Indonesia dengan volume terbesar pada 2025:
Baca Juga: Daftar Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia, Siapa Nomor 1?
Australia menjadi pemasok gandum terbesar Indonesia pada 2025 dengan volume 4,60 juta ton, sekitar 42% dari total impor. Kanada berada di posisi kedua dengan 2,35 juta ton, disusul Argentina, Amerika Serikat, dan Ukraina.
1. Australia
Australia menjadi negara asal impor gandum terbesar Indonesia pada 2025 dengan volume 4,60 juta ton, naik dari 2,99 juta ton pada 2024. Kedekatan geografis dan kapasitas ekspornya membuat gandum Australia relatif kompetitif bagi pasar Indonesia.
2. Kanada
Kanada memasok 2,35 juta ton gandum pada 2025, sedikit menurun dibandingkan 2,55 juta ton pada 2024. Negara ini merupakan salah satu produsen gandum utama dunia dengan hasil produksi yang banyak ditujukan untuk pasar ekspor.
3. Argentina
Volume impor gandum dari Argentina mencapai 1,43 juta ton pada 2025, naik dari 1,32 juta ton pada 2024. Sebagai salah satu eksportir gandum utama di Amerika Selatan, Argentina menjadi sumber pasokan alternatif bagi Indonesia.
4. Amerika Serikat
Amerika Serikat menyuplai 1,06 juta ton gandum ke Indonesia pada 2025, meningkat dari 691,9 ribu ton pada 2024. Besarnya kapasitas produksi dan jaringan perdagangan global membuat negara ini tetap menjadi salah satu pemasok penting.
5. Ukraina
Impor gandum dari Ukraina tercatat 868,5 ribu ton pada 2025, turun cukup jauh dari 2,40 juta ton pada 2024. Ukraina merupakan salah satu pemasok gandum dari kawasan Laut Hitam yang turut memengaruhi dinamika pasokan gandum global.
Negara Asal Utama Impor Gandum Indonesia Berdasarkan Nilai
Selain berdasarkan volume, impor gandum Indonesia juga dapat dilihat dari besaran nilai impornya. Berikut negara asal impor gandum berdasarkan nilai di Indonesia pada 2025:
Australia juga menjadi pemasok gandum Indonesia dengan nilai impor terbesar pada 2025, mencapai US$1,28 miliar. Posisi berikutnya ditempati Kanada dengan nilai US$728 juta dan Argentina sebesar US$380,2 juta.
Amerika Serikat dan Ukraina melengkapi lima negara asal dengan nilai impor terbesar, masing-masing sebesar US$291,6 juta dan US$226 juta.
Di luar lima negara tersebut, Indonesia juga mendatangkan gandum dari Brasil senilai US$61,4 juta, disusul Rusia US$41,4 juta, Bulgaria US$22,7 juta, dan Rumania US$15 juta.
Sementara itu, impor dari Moldova tercatat sebesar US$1,7 juta, sedangkan negara lainnya secara gabungan hanya sekitar US$100 ribu. Jika ditotal, nilai impor biji gandum dan meslin Indonesia mencapai US$3,05 miliar pada 2025.
Mengapa Indonesia Masih Ketergantungan Impor Gandum?
Ketergantungan impor gandum Indonesia berkaitan dengan kebutuhan domestik yang besar, sementara produksi gandum dalam negeri belum mampu menjadi sumber pasokan utama. Beberapa faktor yang mendasarinya antara lain:
- Produksi gandum domestik masih terbatas. Gandum bukan tanaman pangan utama yang dibudidayakan secara luas di Indonesia sehingga kebutuhan dalam negeri masih banyak dipenuhi melalui impor.
- Kebutuhan industri pangan cukup besar. Gandum menjadi bahan baku utama tepung terigu yang digunakan untuk berbagai produk seperti roti, mi, biskuit, dan makanan olahan lainnya.
- Konsumsi produk berbahan gandum terus berkembang. Beragam produk pangan berbasis tepung terigu telah menjadi bagian dari konsumsi masyarakat sehingga kebutuhan terhadap bahan bakunya tetap tinggi.
- Pasokan dari negara produsen menjadi sumber utama. Australia, Kanada, Argentina, Amerika Serikat, dan Ukraina merupakan beberapa negara yang memasok gandum dalam jumlah besar ke Indonesia pada 2025.
- Kondisi produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan. Besarnya volume impor yang mencapai lebih dari 10 juta ton pada 2025 menunjukkan bahwa gandum impor masih memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku pangan di Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Impor 450 Ribu Ton Beras pada 2025, Terbanyak dari Myanmar
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjAxNiMx/impor-biji-gandum-dan-meslinmenurut-negara-asal-utama--2017-2023.html