Ekonomi Makro

Seperti Apa Komposisi Impor Indonesia pada 2026? Ini Rinciannya

Bagaimana struktur impor Indonesia pada 2026? Simak komposisi bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi beserta perubahannya.

Seperti Apa Komposisi Impor Indonesia pada 2026? Ini Rinciannya

Ilustrasi Kapal Kargo I Fred Dendoktoor/Pexels

Indonesia tidak terlepas dari kegiatan ekspor impor untuk memenuhi kebutuhan dan perputaran ekonomi. Setiap tahun, sektor impor mengalami fluktuasi nilai, baik secara total maupun berdasarkan kelompok barangnya.

Perkembangan Impor Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir

Fluktuasi perkembangan impor Indonesia dari tahun 2021-2026.
Fluktuasi perkembangan impor Indonesia dari tahun 2021-2026.

Perkembangan impor Indonesia mengalami fluktuasi sejak 2021 hingga 2026. Pada 2021, nilai impor mencapai US$196.233,3 juta. Nilai ini mengalami kenaikan pada 2022 mencapai US$237.935,4 juta. Kemudian, mengalami penurunan di tahun berikutnya yakni menjadi US$223.107,5 juta.

Pada 2024 kembali meningkat dengan nilai impor sebesar US$235.199,6 juta. Kenaikan juga terjadi pada 2025 dengan nilai impor US$241.362,6 juta. Per Juli 2026, nilai impor Indonesia telah mencapai US$116.332,1 juta.

Baca Juga: Daftar Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia, Siapa Nomor 1?

Apa Saja Kelompok Barang yang Diimpor Indonesia?

Komoditas kelompok bahan baku dan penolong mendominasi komposisi impor Indonesia.
Komoditas kelompok bahan baku dan penolong mendominasi komposisi impor Indonesia.

Barang impor ke Indonesia terbagi menjadi 3 kelompok komoditas, antara lain bahan baku dan penolong, barang modal, dan barang konsumsi. Komoditas bahan baku dan penolong menjadi kelompok yang mendominasi komoditas impor Indonesia yakni sebesar 71,45 persen. Sementara itu, barang modal dan barang konsumsi masing-masing memiliki komposisi pangsa 19,88 persen dan 8,67 persen.

Perbandingan pangsa kelompok barang impor tahun 2025 & 2026.
Perbandingan pangsa kelompok barang impor tahun 2025 & 2026.

Bahan baku dan penolong juga mendominasi komoditas impor pada tahun sebelumnya di periode yang sama (Januari - Juli 2025) dengan pangsa 70,11%. Pada 2026, kelompok barang ini mencapai nilai impor US$116.704,6 juta, naik dari tahun sebelumnya yang memiliki nilai impor US$ 96.914,2 juta.

Baca Juga: 10 Produk yang Paling Banyak Diimpor Indonesia Berdasarkan Nilainya pada Juni 2026

Kelompok barang modal, terjadi penurunan pangsa dari tahun sebelumnya yang bernilai 20,60 persen. Namun, terdapat kenaikan nilai impor dari tahun 2025 yaitu US$27.053.200,2 juta menjadi US$32.463,2 juta pada 2026.

Sementara itu pada kelompok barang konsumsi juga terjadi penurunan pangsa dari 9,29% pada 2025. Kendati, nilai impor tetap meningkat dari US$12.207,6 juta pada 2025 menjadi US$14.164,3 juta pada 2026.

Baca Juga: Kilas Balik Impor Indonesia Semester I 2026: Naik Tajam, Migas Jadi Sorotan

Sumber: https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-luar-negeri/impor-non-migas-golongan-barang

Key Insights

  • Kenaikan impor bahan baku dan penolong yang dominan menunjukkan ketergantungan industri domestik pada pasokan dari luar negeri.
  • Meskipun pangsa barang modal menurun, kenaikan nilai impornya mengindikasikan investasi pada kapasitas produksi masih terus berjalan.
  • Peningkatan nilai impor barang konsumsi, meski dengan pangsa yang lebih kecil, dapat mencerminkan daya beli masyarakat atau pergeseran preferensi konsumen.
  • Fluktuasi impor Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan sensitivitas perekonomian terhadap dinamika ekonomi global dan domestik.

Penulis: Linda Lestari Editor: Firda Wandira

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?