Ekonomi Makro

Komoditas Impor Non-Migas Indonesia 2026, Mana yang Terbesar?

Komoditas apa yang paling banyak masuk ke Indonesia? Simak daftar impor non-migas terbesar serta komoditas yang mengalami perubahan paling signifikan.

Komoditas Impor Non-Migas Indonesia 2026, Mana yang Terbesar?

Ilustrasi Aktivitas Ekspor & Impor di Pelabuhan | Pexels

Impor non-migas masih menjadi kontributor utama dalam struktur perdagangan luar negeri Indonesia. Data Kementerian Perdagangan (Satu Data Kemendag) menunjukkan bahwa nilai impor non-migas Indonesia pada Januari-Juli 2026 mencapai 137.560,6 juta US$, naik 16,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang senilai 117.798,9 juta US$.

Lantas, komoditas apa saja yang mendominasi impor non-migas Indonesia tahun ini, dan mana yang mengalami perubahan paling signifikan?

Baca Juga: Kilas Balik Impor Indonesia Semester I 2026: Naik Tajam, Migas Jadi Sorotan

Perkembangan Impor Non-Migas Indonesia 2021-2026

Sepanjang 2021-2025, nilai impor non-migas Indonesia cenderung fluktuatif namun memiliki tren jangka panjang yang  terus tumbuh, yakni rata-rata 4,17 persen per tahun. Sempat menyentuh 197.518,0 juta US$ pada 2022, nilai impor non-migas turun ke 187.276,5 juta US$ pada 2023, sebelum kembali naik dua tahun berturut-turut hingga mencapai 208.627,4 juta US$ pada 2025 atau naik 4,88 persen dibanding 2024.

Sementara itu, data 2026 baru tersedia hingga periode Januari-Juli. Pada periode tersebut, nilai impor non-migas sudah mencapai 137.560,6 juta US$, jauh melampaui separuh dari total impor non-migas sepanjang 2025 (208.627,4 juta US$).

Jika dibandingkan Januari-Juli 2025 yang senilai 117.798,9 juta US$, artinya impor non-migas Indonesia tumbuh 16,78 persen di Tahun 2026 untuk periode Januari hingga Juli 2026, dimana presentase tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan tahunan 2025 terhadap 2024 yang hanya 4,88 persen.

Tren ini menunjukkan bahwa aktivitas impor non-migas pada 2026 berjalan jauh lebih ekspansif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Komoditas dengan Nilai Impor Non-Migas Terbesar

Dari sisi komoditas, golongan barang mesin dan peralatan mekanis masih menjadi yang paling dominan dalam struktur impor non-migas Indonesia. Sepanjang Januari-Juli 2026, komoditas "Reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis" tercatat sebagai yang tertinggi dengan nilai impor 23.767,7 juta US$, setara 17,28 persen dari total impor non-migas nasional. Disusul oleh "Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya" senilai 21.091,9 juta US$ (15,33 persen).

Kedua golongan barang tersebut sama-sama tumbuh dua digit dibandingkan Januari-Juli 2025, masing-masing naik 16,31 persen dan 22,38 persen. Selain mesin dan elektronik, komoditas plastik, besi baja, hingga kendaraan bermotor juga masuk jajaran sepuluh besar komoditas impor non-migas dengan nilai terbesar.

Komoditas Impor Non Migas Terbesar Periode Januari - Juli 2026 | Goodstats
Komoditas Impor Non Migas Terbesar Periode Januari - Juli 2026 | Goodstats

Menariknya, meski garam bukan komoditas dengan nilai impor terbesar secara nominal, pertumbuhannya justru paling mencolok di antara sepuluh besar tersebut, yakni melonjak 125,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komoditas Impor Non-Migas dengan Pertumbuhan dan Penurunan Paling Signifikan

Jika dilihat dari sisi persentase perubahannya, ada beberapa komoditas yang mencatatkan lonjakan jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan impor non-migas secara keseluruhan (16,78 persen).

Kelompok "Kendaraan udara, kendaraan luar angkasa, dan bagiannya" mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni melonjak 594,46 persen, dari 308,6 juta US$ pada Januari-Juli 2025 menjadi 2.142,9 juta US$ pada Januari-Juli 2026.

Disusul oleh nikel dan barang daripadanya (186,25 persen), senjata dan amunisi (141,14 persen), garam (125,15 persen), serta kulit berbulu dan bulu artifisial (92,04 persen).

Disisi lain, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Penurunan paling dalam terjadi pada komoditas "Lokomotif kereta api atau trem, kendaraan yang bergerak di atas rel dan bagiannya" yang anjlok 56,38 persen, dari 399,8 juta menjadi hanya 174,4 juta US$.

Penurunan cukup besar juga terlihat pada kakao dan olahan kakao, yang nilainya turun dari 1.572,0 juta US$ menjadi 776,8 juta US$ (-50,59 persen) sejalan dengan tren produksi kakao domestik yang membaik sehingga kebutuhan impor bahan bakunya ikut berkurang.

Komoditas Impor Non Migas dengan perubahan Tertinggi | Goodstats
Komoditas Impor Non Migas dengan perubahan Tertinggi | Goodstats

Meski sebagian besar komoditas dengan pertumbuhan tertinggi bukan penyumbang nilai impor terbesar secara nominal, lonjakan maupun penurunan persentasenya menunjukkan adanya perubahan pola permintaan atau kebutuhan impor pada sektor-sektor tertentu sepanjang tahun ini.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa struktur komoditas impor non-migas Indonesia tahun ini masih didominasi oleh sektor mesin dan elektronik, namun diwarnai lonjakan tajam pada beberapa komoditas spesifik seperti kendaraan udara dan nikel, serta penurunan di komoditas lain seperti lokomotif dan kakao.

Perkembangan ini turut melengkapi gambaran umum kondisi impor Indonesia yang secara keseluruhan naik tajam pada semester I 2026, tentu hal ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah pusat untuk bisa mengurangi impor dan bisa mengandalkan kebutuhan barang dari dalam negeri.

Baca Juga: Daftar Negara Pengimpor Terbesar ke Indonesia, Siapa Nomor 1?

Sumber:

https://satudata.kemendag.go.id/data-informasi/perdagangan-luar-negeri/impor-non-migas-komoditi

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?