Produksi Beras Indonesia Tembus 34 Juta Ton pada 2025
Komoditas • 28 November 2025Produksi beras Indonesia diprediksi mencapai 34,77 juta ton pada 2025, tertinggi setidaknya sejak 2019
Produksi beras Indonesia diprediksi mencapai 34,77 juta ton pada 2025, tertinggi setidaknya sejak 2019
Data BPS mencatat tren penurunan produksi dan luas panen padi nasional sejak 2018, menandakan tantangan serius bagi ketahanan pangan Indonesia.
Dengan produksi mencapai 6,08 juta ton, Jawa Timur diprediksi menjadi produsen beras terbesar di Indonesia hingga akhir tahun 2025
Produksi beras Indonesia diproyeksikan melonjak ke 34,77 juta ton pada 2025, mengukir rekor baru dalam 5 tahun terakhir.
Tingkat konsumsi siomay/batagor sebagai salah satu UMKM F&B andalan Indonesia cenderung fluktuatif 5 tahun terakhir
Estimasi produksi alpukat Indonesia mencapai 0,4 juta ton pada tahun 2025
Papua Pegunungan jadi provinsi dengan pengeluaran pangan terbesar, proporsinya mencapai 64,71% per Maret 2025.
Presiden Prabowo dalam pidatonya membanggakan hasil swasembada pangan dan siap ekspor ke negara lain termasuk Palestina.
Ekspor margarin Indonesia kembali meningkat pada 2024, dengan nilai ekspor sebesar US$1,95 miliar dan berat mencapai 2 juta ton.
Alami pasang surut selama paruh pertama tahun 2025, usaha di bidang pertanian memang cenderung fluktuatif
Per 18 Agustus 2025, Bapanas mencatat harga beras medium mencapai Rp15.093 dan beras premium mencapai Rp16.451, keduanya berada di atas HET
Indonesia masih mengimpor susu dan kepala susu dalam jumlah yang besar.
Skor PPH nasional 2024 mencapai 93,5 poin, membuktikan kualitas konsumsi yang semakin meningkat
Kementan ungkap sejumlah merek beras oplosan yang tidak sesuai standar mutu, harga jual melebihi HET, hingga takaran lebih sedikit dari yang tertera di kemasan.
Indeks kelaparan Indonesia membaik pada 2024, menunjukkan tingkat keparahan kelaparan yang menurun.
Penerima manfaat MBG telah mencapai 5,59 juta per Juli 2025, dengan penerima dari kalangan SD terbanyak.
Beras mendominasi konsumsi karbohidrat per kapita pada 2024, dengan persentase rata-rata konsumsi per kapita sebesar 82,13%
Secara keseluruhan, data ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan stabilisasi harga dan penguatan distribusi pasokan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Total ketersediaan kalori per kapita di Indonesia mencapai 3.343 kkal per hari pada 2024, padi-padian menyumbangkan angka tertinggi, sebesar 1.615 kkal per hari
Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan tiga provinsi dengan jumlah penduduk kurang gizi terbanyak di Indonesia
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook