Gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026), menjadi salah satu gempa paling kuat di dunia sepanjang 2026.
Berdasarkan katalog gempa berkekuatan M7 atau lebih milik United States Geological Survey (USGS), gempa NTT berada di bawah gempa M7,8 yang mengguncang Filipina pada Juni 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa utama terjadi pada pukul 04.58.23 WIB atau sekitar 05.58 WITA. BMKG lalu menetapkan gempa berkekuatan M7,7 dengan episentrum di laut sekitar 30 km timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 km.
Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan sesar naik atau thrust fault.
Korban dan Gempa Susulan
Dampak gempa terus berkembang dalam beberapa hari setelah kejadian. Dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 70 orang meninggal dunia dan 132 korban luka yang terdata dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 1.182 korban luka berdasarkan warga yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung. BMKG catat hingga (18/8/2026) 05.00 WIB, telah terjadi sebanyak 2.119 gempa susulan dengan M1,3-M6,2.
Sebanyak 24 kejadian memiliki kekuatan di atas M5, sementara 70 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan masyarakat.
Gempa M7,7 juga sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah melakukan pemantauan muka air laut.
BMKG mencatat tsunami di sejumlah wilayah dengan tinggi yang berbeda-beda, termasuk pengamatan sekitar 1,6 meter di kawasan pesisir Flores.
Baca Juga: Gempa Terbesar di Dunia, Terbaru Agustus 2026: Ada Gempa Kolombia 7,4 Magnitudo
11 Gempa Terbesar yang Pernah Terjadi di 2026
Berdasarkan katalog World M7+ in 2026 dari United States Geological Survey (USGS), setidaknya terdapat 11 gempa berkekuatan M7 atau lebih hingga pertengahan Agustus 2026.
Gempa terkuat sepanjang 2026 sejauh ini mengguncang wilayah sekitar 25 km barat daya Kablalan, Filipina, (7/6/2026). USGS mencatat gempa berkekuatan M7,8. itu terjadi pada kedalaman sekitar 57 km dan berkaitan dengan mekanisme sesar naik.
Di posisi kedua, gempa yang mengguncang Flores, NTT jadi gempa terbesar kedua dunia tahun ini berkekuatan M7,7. USGS menempatkan pusat gempa sekitar 68 km utara-barat laut Ende, Indonesia.
Selanjutnya, gempa kuat terjadi di Venezuela (24/6) berkekuatan M,75 dan hanya berselang puluhan detik dari gempa M7,2 di kawasan yang berdekatan. USGS mencatat gempa utama berada pada kedalaman sekitar 10 km.
Tidak hanya itu, gempa berkekuatan M7,5 mengguncang kawasan sekitar 158 km barat Neiafu, Tonga, pada (24/3). Gempa terjadi sangat dalam, yakni sekitar 234 km di bawah permukaan.
Selang lima hari sebelum gempa NTT, gempa mengguncang wilayah sekitar San José del Palmar, Kolombia (10/8). USGS mencatat pusat gempa berkekuatan M7,4 itu berada pada kedalaman lebih dari 100 km.
Gempa berkekuatan M7,4 terjadi di lepas pantai Jepang (20/4), sekitar 102 km timur laut-timur Miyako, dengan kedalaman sekitar 25 km.
Selain di NTT, Indonesia pernah mengalami gempa berkekuatan M7,4 di Bitung. USGS menempatkan pusat gempa sekitar 129 km timur-tenggara Bitung pada kedalaman sekitar 35 km.
Gempa berkekuatan M7,3 mengguncang kawasan lepas pantai Chiapas (17/7). Pusat gempa berada di sebelah barat Puerto Madero, Meksiko.
Di sisi lain, gempa terjadi di sekitar 51 km timur laut-timur Luganville, Vanuatu (30/3) berkekuatan M,73 dengan kedalaman lebih dari 120 km.
Selanjutnya, gempa M7,2 mengguncang Venezuela (24/6), hanya sekitar setengah menit sebelum gempa M7,5 terjadi di kawasan yang berdekatan.
Kedekatan waktu kedua kejadian membuat rangkaian gempa Venezuela menjadi salah satu peristiwa seismik menonjol pada 2026.
Terakhir, gempa berkekuatan M7,1 terjadi di bawah wilayah Sabah, Malaysia (22/2). USGS mencatat lokasinya sekitar 57 km utara-barat laut Kota Belud dengan kedalaman sekitar 629 km, menjadikannya gempa paling dalam dalam daftar M7+ tahun ini.
Indonesia sendiri berada di kawasan tektonik yang sangat aktif dengan sejumlah zona subduksi dan sesar aktif.
BMKG mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap mewaspadai gempa susulan, tidak memasuki bangunan yang sudah retak atau rusak, serta mengikuti informasi kebencanaan dari sumber resmi.
Baca Juga: Gempa M7,7 Flores Picu Tsunami di 16 Lokasi, Gelombang Tertinggi Capai 1,6 Meter
Sumber:
https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/browse/m7-world.php?year=2026