Budaya

Lebih dari 60 Bioskop Tersebar di Ibu Kota, Jaksel Terbanyak

DKI Jakarta memiliki total 68 bioskop yang tersebar di seluruh wilayah, paling banyak terdapat di Jakarta Selatan dengan 21 bioskop.

Lebih dari 60 Bioskop Tersebar di Ibu Kota, Jaksel Terbanyak

Ilustrasi Bioskop di Jakarta | el jusuf/Pexels

Industri perfilman terus mengalami perkembangan positif, termasuk di Indonesia. Pada 2025, jumlah penonton film di Indonesia tercatat mencapai 80,27 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 80,21 juta penonton. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa film nasional semakin mendapat perhatian dari masyarakat.

Di sisi lain, hadirnya berbagai platform digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati film melalui akses yang lebih fleksibel, pilihan genre yang beragam, serta biaya yang relatif lebih terjangkau. Meski begitu, bioskop tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat karena menawarkan pengalaman menonton yang berbeda.

Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta memiliki berbagai jaringan bioskop yang tersebar di wilayahnya, jumlah keseluruhannya mencapai 68 bioskop. Jika digabungkan, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan bioskop terbanyak di Jakarta. Jumlahnya mencapai 21 bioskop yang meliputi 15 XXI, dua CGV, dan empat Cinépolis.

Baca Juga: 10 Film Spider-Man Terlaris Sepanjang Masa, Brand New Day Nomor 1!

Peringkat kedua wilayah Jakarta dengan bioskop paling banyak ditempati oleh Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Keduanya sama-sama memiliki 14 bioskop, di mana Jakarta Pusat mencakup sembilan XXI, tiga CGV, dan dua Cinépolis. Sementara Jakarta Timur memiliki delapan XXI, tiga CGV, dan tiga Cinépolis.

Jakarta Barat menyusul di urutan keempat dengan 10 bioskop yang meliputi delapan XXI dan dua CGV. Di antara wilayah Jakarta lainnya, hanya Jakarta Barat yang tidak memiliki jaringan bioskop Cinépolis.

Daftar ini ditutup oleh Jakarta Utara dengan sembilan bioskop, dengan rincian lima XXI, dua CGV, dan dua Cinépolis.

Cinema XXI mencatatkan jumlah paling dominan di Jakarta dengan total 45 lokasi. Sementara CGV dan Cinépolis masing-masing dapat dijumpai di 12 dan 11 lokasi di ibu kota.

Perbedaan antara Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis secara garis besar terletak pada konsep yang ditawarkan. Cinema XXI dari Indonesia dikenal memiliki interior klasik dengan dominasi warna gelap atau krem, serta memiliki IMAX untuk layar raksasa, The Premiere dengan kursi sofa mewah, dan didukung oleh audio jernih dari Dolby Atmos.

CGV Cinemas merupakan jaringan bioskop dari Korea Selatan yang mengusung konsep retro-industrial modern. Memiliki studio spesial seperti ScreenX yakni layar 270 derajat yang meluas ke dinding samping, fitur kursi bergerak dengan efek angin, air, dan aroma yang disebut 4DX, layar raksasa atau Starium, serta Velvet/Sweet Box yang berupa kursi sofa untuk rebahan.

Sementara itu, Cinépolis berasal dari Meksiko memiliki desain modern dan dinamis. Jaringan bioskop ini memiliki Macro XE atau layar besar dengan suara menggelegar, studio khusus anak-anak yang dilengkapi perosotan yang disebut Junior, serta Luxe yang menyediakan kursi kelas VIP.

Baca Juga: Deretan IMAX dengan Layar Terbesar di Indonesia

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DdQVevYFE66/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?