Internasional

Gempa Terbesar di Dunia, Terbaru Agustus 2026: Ada Gempa Kolombia 7,4 Magnitudo

Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang dunia pada 2026. Salah satunya terjadi di Kolombia pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat dengan mag

Gempa Terbesar di Dunia, Terbaru Agustus 2026: Ada Gempa Kolombia 7,4 Magnitudo

Ilustrasi Gempa Bumi | Pexels

Poin Penting

  • Frekuensi gempa bumi dengan magnitudo 7,0 ke atas yang tinggi di tahun 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas seismik global yang signifikan.
  • Kedalaman gempa di Kolombia yang mencapai 107 km menunjukkan bahwa zona subduksi di wilayah tersebut sangat aktif dan dapat memicu gempa kuat.
  • Gempa di Filipina yang memicu peringatan tsunami hingga Indonesia menunjukkan bahwa dampak gempa besar dapat melintasi batas negara dan membutuhkan koordinasi regional.
  • Perbedaan data magnitudo dan lokasi episentrum antara USGS dan BMKG untuk gempa Filipina menyoroti tantangan dalam standarisasi pengukuran seismik global.

Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang dunia pada 2026. Salah satunya terjadi di Kolombia pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat dengan magnitudo 7,4. 

Episentrum gempa berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó, dengan kedalaman sekitar 107 kilometer. Guncangan tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dan menimbulkan kerusakan. USGS mencatat gempa ini sebagai salah satu gempa terkuat yang terjadi di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir.

Berikut daftar gempa dengan magnitudo terbesar yang tercatat sepanjang 2026 berdasarkan data hingga 10 Agustus 2026. 

Baca Juga: Dari Aceh hingga Palu, Ini 6 Gempa Terbesar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Daftar 10 Gempa Terbesar di Dunia Sepanjang 2026 

Sepanjang 2026, sejumlah gempa bumi dengan magnitudo di atas 7,0 tercatat di berbagai wilayah dunia. Berdasarkan penelusuran beberapa sumber, hingga 10 Agustus 2026, gempa terbesar terjadi di sekitar Kablalan, Filipina, dengan magnitudo 7,8. 

Data berikut diurutkan berdasarkan besaran magnitudo dari yang terbesar hingga terkecil. Jika terdapat gempa dengan magnitudo sama, tanggal kejadian terbaru digunakan sebagai pembeda. Data parameter gempa seperti magnitudo, waktu, kedalaman, dan lokasi dapat mengalami pembaruan seiring revisi katalog seismologi. 

Daftar 10 Gempa Bumi Terbesar di Dunia Sepanjang 2026
Daftar 10 Gempa Bumi Terbesar di Dunia Sepanjang 2026 | GoodSats

1. Gempa Kablalan, Filipina: Magnitudo 7,8 

Gempa terbesar dalam daftar terjadi di sekitar Kablalan, Filipina, pada Senin (8/6/2026). USGS mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,8 dan berpusat sekitar 25 km barat daya Kablalan dengan kedalaman sekitar 57 km. Dalam waktu UTC, gempa tercatat terjadi pada 7 Juni 2026 pukul 23.37. 

Guncangan gempa mencapai intensitas maksimum sekitar VIII pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) dalam ShakeMap USGS. USGS juga memperkirakan potensi kerusakan tanah berupa longsor dan likuefaksi cukup signifikan di sejumlah wilayah terdampak. 

Gempa ini juga berdampak hingga wilayah Indonesia. BMKG mencatat gempa tersebut pada 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB dan menempatkan episentrum sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 km.

BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.

2. Gempa Venezuela: Magnitudo 7,5

Pada Rabu (24/6/2026), Venezuela diguncang rangkaian gempa kuat. Gempa pertama memiliki magnitudo 7,2, kemudian disusul gempa bermagnitudo 7,5 sekitar 39 detik kemudian. Episentrum gempa berada di sekitar Yumare, Venezuela.

Gempa bermagnitudo 7,5 tersebut tercatat sebagai salah satu gempa terbesar di Venezuela dalam lebih dari satu abad. Guncangan terasa hingga Caracas dan sejumlah wilayah lain, sementara kerusakan bangunan dilaporkan di beberapa daerah.

3. Gempa Tonga: Magnitudo 7,5

Gempa bermagnitudo 7,5 berikutnya terjadi di Tonga pada Selasa (24/3/2026). USGS mencatat episentrum berada sekitar 158 km barat Neiafu, Tonga, dengan kedalaman 234 km. Gempa terjadi pada 04.37 UTC.

Karena berpusat pada kedalaman menengah, gempa ini memiliki karakter berbeda dibandingkan gempa dangkal. USGS menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman 70–300 km umumnya menyebabkan kerusakan di permukaan yang lebih rendah dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo serupa, meskipun guncangannya dapat dirasakan dalam wilayah yang luas.

4. Gempa Kolombia: Magnitudo 7,4

Gempa Kolombia menjadi perhatian karena merupakan gempa terbaru berkekuatan magnitudo 7,4 dengan kedalaman sekitar 107 km yang terjadi pada 10 Agustus 2026. Episentrumnya berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó.

Guncangan berlangsung cukup lama dan dirasakan di berbagai wilayah Kolombia, termasuk Cali, Pereira, Manizales, Quibdó, dan Armenia. Getarannya bahkan dirasakan hingga Bogotá serta negara-negara tetangga seperti Ekuador, Venezuela, dan Panama.

Besarnya dampak membuat pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional. Tim penyelamat kemudian dikerahkan untuk mencari korban di bangunan yang runtuh dan menangani kerusakan infrastruktur.

Baca Juga: 13 Zona Merah Potensi Gempa Bumi Megathrust di Indonesia

5. Gempa Miyako, Jepang: Magnitudo 7,4

Pada Senin (20/4/2026), gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang perairan di sekitar Miyako, Jepang. USGS mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 35 kilometer dan berkaitan dengan aktivitas sesar naik di zona subduksi lepas pantai Jepang.

Gempa ini juga memicu peringatan tsunami di sepanjang pesisir Prefektur Iwate dan Aomori. Pemerintah daerah bahkan mengeluarkan perintah penghentian layanan kereta cepat dan evakuasi terhadap lebih dari 176.000 penduduk. Peringatan kemudian diturunkan setelah kondisi dinilai lebih terkendali.

6. Gempa Bitung, Indonesia: Magnitudo 7,4

Indonesia juga masuk dalam daftar melalui gempa bermagnitudo 7,4 yang terjadi pada Rabu (1/4/2026). USGS mencatat episentrum berada sekitar 127 km barat laut Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman sekitar 35 km.

Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di Indonesia. Gelombang kecil kemudian tercatat di sejumlah stasiun pemantauan, termasuk sekitar 20 cm di Bitung dan 30 cm di Halmahera Barat.

Sedikitnya satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka. Ratusan bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan, sedangkan warga pesisir sempat mengungsi menuju tempat yang lebih tinggi.

  1. Gempa Puerto Madero, Meksiko: Magnitudo 7,3

Gempa bermagnitudo 7,3 terjadi pada 17 Juli 2026 di lepas pantai dekat Puerto Madero, Meksiko. Gempa tersebut termasuk gempa dangkal dan menghasilkan tsunami kecil secara lokal. EarthScope mencatat peristiwa ini sebagai salah satu gempa signifikan sepanjang 2026.

Guncangannya terasa hingga Guetamala dan El Salvador. Pemerintah mengeluarkan prosedur darurat untuk memeriksa kondisi bangunan, infrastruktur, dan fasilitas publik.

Kedalaman yang relatif dangkal membuat guncangan lebih berpotensi dirasakan kuat di wilayah sekitar episentrum. Selain itu, lokasi gempa yang berada di laut membuat potensi tsunami menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau.

8. Gempa Luganville, Vanuatu: Magnitudo 7,3

Pada Senin (30/3/2026), gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang wilayah sekitar Vanuatu. USGS mencatat episentrum berada sekitar 51 km timur laut Luganville, dengan kedalaman 120,6 kilometer.

Gempa ini terjadi di kawasan yang aktif secara tektonik akibat interaksi Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. USGS menjelaskan bahwa mekanisme gempa berkaitan dengan aktivitas sesar naik di sekitar zona batas lempeng tersebut.

9. Gempa San Felipe, Venezuela: Magnitudo 7,2

Selain gempa 7,5, Venezuela juga mengalami gempa bermagnitudo 7,2 pada 24 Juni 2026. Gempa ini menjadi bagian dari rangkaian dua gempa besar yang terjadi dalam waktu kurang dari satu menit.

Menurut laporan yang merangkum data seismologi, gempa 7,2 terjadi terlebih dahulu dan kemudian disusul gempa 7,5 sekitar 39 detik setelahnya. Kedua gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Venezuela, termasuk Caracas.

10. Gempa Kota Belud, Malaysia: Magnitudo 7,1

Gempa terakhir dalam daftar terjadi pada Minggu (22/2/2026) di sekitar Kota Belud, Sabah, Malaysia. USGS mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,1 dengan episentrum sekitar 57 kilometer barat laut Kota Belud dan kedalaman mencapai 629 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 16.57 UTC. 

Kedalaman tersebut tergolong sangat dalam sehingga dampaknya di permukaan cenderung lebih terbatas dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo serupa.

Berdasarkan data Did You Feel It? USGS, guncangan yang dirasakan masyarakat di Sabah mencapai intensitas maksimum III, atau tergolong lemah. Peta intensitas juga menunjukkan tidak ada kerusakan berarti yang dilaporkan masyarakat. 

Penulis: Helni Sadiyah Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?