Komoditas

10 Komoditas Pertanian yang Paling Banyak Diekspor per Juli 2026

Berat ekspor buah-buahan Indonesia tembus 52,1 ribu ton per Juli 2026, jadi paling banyak di antara komoditas pertanian lainnya.

10 Komoditas Pertanian yang Paling Banyak Diekspor per Juli 2026

Buah-Buahan | Roselène de Koning/Pexels

Indonesia dikenal sebagai negara agraris bukan tanpa alasan. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang kehidupan sebagian besar penduduknya. Kondisi geografis Indonesia turut mendukung aktivitas pertanian, mulai dari tanah yang subur, iklim yang sesuai untuk bercocok tanam, hingga ketersediaan lahan yang luas. Kondisi tersebut membuat Indonesia mampu menghasilkan beragam komoditas pertanian.

Hasil pertanian Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri, tetapi juga diminati oleh negara lain, terutama untuk komoditas seperti rempah-rempah dan buah-buahan tropis. Penjualan berbagai produk pertanian ke luar negeri turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Bagi petani, pasar ekspor juga dapat menawarkan harga jual yang relatif lebih menguntungkan.

Lantas, komoditas hasil pertanian apa saja yang paling banyak diekspor oleh Indonesia?

Buah-buahan tahunan jadi komoditas ekspor terbesar di Indonesia per Juli 2026
Buah-buahan tahunan jadi komoditas ekspor terbesar di Indonesia per Juli 2026 | GoodStats

Baca Juga: Negara Tujuan Utama Ekspor Minyak Kelapa Sawit RI

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), buah-buahan tahunan menjadi komoditas pertanian yang paling banyak diekspor hingga Juli 2026. Total berat ekspornya mencapai 52,1 ribu ton.

Komoditas buah-buahan tahunan Indonesia memiliki potensi ekspor yang tinggi. Beberapa di antaranya adalah kelapa, nanas, salak, durian, dan manggis. Buah-buahan tersebut diminati di pasar global karena memiliki cita rasa khas yang dipengaruhi iklim tropis Indonesia, serta tingginya permintaan terhadap produk hortikultura segar.

Di urutan kedua, kopi mencatat berat ekspor sebesar 49,7 ribu ton. Kopi Indonesia dikenal memiliki karakter rasa yang unik dan kuat. Selain itu, volume produksinya juga tergolong besar, bahkan termasuk dalam empat besar dunia.

Tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah menempati posisi ketiga. Komoditas ini menyumbang 29,2 ribu ton penjualan secara global. Kualitas dan aroma yang khas, serta tingginya permintaan untuk industri makanan, obat herbal, kosmetik, dan minyak esensial menjadikannya laku di pasar ekspor.

Di bawahnya, hasil dari pertanian maritim juga tampil dengan jumlah ekspor sebesar 24 ribu ton yang diwakili oleh rumput laut dan ganggang lainnya. Sementara itu, berat ekspor untuk sayur-sayuran tercatat sebesar 13,3 ribu ton.

Daftar 10 komoditas hasil pertanian Indonesia yang paling banyak diekspor juga dilengkapi oleh ikan segar atau dingin hasil tangkapan (5,8 ribu ton), lada putih (1,0 ton), hasil hutan bukan kayu lainnya (0,6 ribu ton), lada hitam (0,5 ribu ton), dan biji kakao (0,4 ribu ton).

Sementara itu, komoditas lainnya selain 10 komoditas di atas menyumbang ekspor sebesar 578,1 ribu ton pada Juli 2026.

Secara keseluruhan, jumlah berat ekspor komoditas pertanian Indonesia sampai Juli 2026 menyentuh 754,7 ribu ton, mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 612,9 ribu ton. Meski begitu, angkanya belum mampu melampaui rekor awal tahun yang mencapai 787,3 ribu ton.

Baca Juga: Rumput Laut Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Ekspor Makin Besar

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjMxMSMy/berat-bersih-ekspor-bulanan-hasil-pertanian-menurut-komoditas---ribu-ton-.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?