Nasional

10 Provinsi dengan Pemuda Tidak Merokok Terbanyak 2025

Papua Pegunungan jadi provinsi dengan persentase pemuda tidak merokok tertinggi pada tahun 2025, yaitu 85,71%.

10 Provinsi dengan Pemuda Tidak Merokok Terbanyak 2025

Ilustrasi Pemuda Indonesia | Muhammad Rasyad Indra Putra/Pexels

Informasi tentang bahaya merokok telah banyak disampaikan di mana-mana, mulai dari kampanye kesehatan global, media sosial, bahkan hingga bungkus kemasan rokok itu sendiri.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tembakau dapat ‘membunuh’ hingga lebih dari 7 juta orang setiap tahunnya.

Meskipun begitu, kebiasaan merokok di Indonesia masih tetap tinggi. Masih banyak orang yang memilih untuk tetap merokok, baik rokok tembakau maupun elektrik.

Pada tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menghimpun data kebiasaan merokok pemuda di Indonesia.

Hasilnya, sejumlah 25,86% pemuda Indonesia tercatat memiliki kebiasaan merokok. 23,48% di antaranya memiliki kebiasaan merokok setiap hari, sementara 2,38% sisanya merokok namun tidak setiap hari.

Jika dikategorikan berdasarkan sebaran provinsi, Lampung menjadi provinsi dengan persentase perokok tertinggi, yaitu 31,03%.

Sementara itu, jika dilihat dari persentase pemuda tidak merokok, Papua Pegunungan menjadi pemegang peringkat tertinggi dengan 85,71%.

Papua Pegunungan adalah provinsi dengan persentase pemuda tidak merokok tertinggi pada tahun 2025, yaitu 85,71%.

Baca Juga: Indonesia Masih Didominasi Penduduk Muda, Hampir Separuh Berusia di Bawah 30 Tahun

Peringkat kedua dan ketiga masih berada di wilayah Papua, yaitu Provinsi Papua dengan persentase 82,46% dan Papua Tengah dengan 81,35%.

Menyusul di urutan keempat adalah Bali di angka 81,16%. Provinsi terakhir dengan angka pemuda tidak merokok yang berada di rentang 80%-an adalah Kalimantan Timur di angka 80,24%.

Selanjutnya, terdapat Kalimantan Selatan di peringkat keenam dengan 79,13% pemudanya tidak merokok, disusul Sulawesi Utara dengan 78,84%, dan Kepulauan Riau dengan 78,74%.

Dua provinsi terakhir dengan persentase pemuda tidak merokok tertinggi di Indonesia per tahun 2025 adalah Sumatra Utara dengan 78,70% dan Kalimantan Tengah dengan 76,26%.

Hasil survei yang dilakukan oleh BPS ini juga menunjukkan bahwa persentase pemuda yang merokok lebih tinggi pada mereka yang tinggal di wilayah perdesaan dibandingkan perkotaan.

Apa Dampaknya?

Data dari BPS menunjukkan bahwa 1 dari 4 pemuda Indonesia memiliki kebiasaan merokok. Padahal, kebiasaan ini memiliki dampak yang sangat signifikan pada kesehatan. Selain itu, kebiasaan merokok, baik tembakau maupun elektrik juga berpotensi membebani ekonomi.

Padahal, pemuda di usia produktif (16-30 tahun) sedang berada di puncak potensi fisik, mental, dan intelektual.

Cukup banyak pula pemuda yang beranggapan bahwa rokok elektrik tidak memiliki dampak merusak seperti rokok tembakau, karena kandungan zat kimianya yang dinilai lebih sedikit.

Padahal, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok tembakau. Rokok elektrik dapat menimbulkan berbagai reaksi stres dan peradangan pada sistem pernapasan, seperti sesak napas, batuk, dan penurunan fungsi paru-paru.

Baca Juga: Capaian Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid 2025, Mayoritas Sedang

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/1a88777089ce471db17bb1fb/statistik-pemuda-indonesia-2025.html

Penulis: Adhwa Aqillaa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?