Nasional

Capaian Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid 2025, Mayoritas Sedang

2 dari 19 satuan pendidikan masuk kategori baik berdasarkan hasil capaian kemampuan literasi, sementara itu hanya 1 dari 19 pada kemampuan numerasi.

Capaian Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid 2025, Mayoritas Sedang

Ilustrasi Anak Membaca | jcomp/Magnific

Sejak tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyelenggarakan tes untuk mengukur serta mengevaluasi kemampuan literasi dan numerasi murid di Indonesia.

Pengukuran kemampuan literasi dan numerasi dilakukan pada 19 satuan pendidikan yang mencakup tiga jenjang utama yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tes kemampuan literasi dilakukan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis dan analitis murid. Sementara itu, tes kemampuan numerasi mengevaluasi kemampuan memahami dan menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah.

Capaian Kemampuan Literasi

2 dari 19 satuan pendidikan masuk kategori baik berdasarkan hasil capaian kemampuan literasi, sementara itu hanya 1 dari 19 pada kemampuan numerasi.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Rata-Rata Upah Buruh Tertinggi Mei 2026

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Asesmen Nasional 2025 dan disajikan pada Rapor Pendidikan Indonesia 2025, hasil capaian minimum kemampuan literasi murid berada di kategori Sedang.

Berdasarkan data 19 satuan pendidikan yang dihimpun, 16 di antaranya menduduki kategori Sedang, dua lainnya ada di kategori Baik, dan satu di kategori Kurang.

Secara umum, hasil capaian murid dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu Baik (lebih dari 75,00%), Sedang (40,00%-75,00%), dan Kurang (kurang dari 40,00%).

Pada jenjang SD, SD Umum memperoleh hasil 65,66%, SD Kesetaraan memperoleh 57,16%, Madrasah Ibtidaiyah (MI) memperoleh skor 55,94%, SD Pendidikan Keagamaan 68,56%, Pendidikan Keagamaan SD Setara 61,14%, dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) mendapat skor 74,64%.

Berikutnya, di jenjang SMP dengan kategori Baik adalah SMP Umum yang mendapat skor 76,49%, SMP Kesetaraan 51,2%, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) 67,95%.

Selanjutnya, SMP Pendidikan Keagamaan memperoleh skor 47,56%, Pendidikan Keagamaan SMP Setara memiliki hasil 60,82%, dan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) 77,96%.

Terakhir, di jenjang SMA, SMA Umum memperoleh hasil 72,23%, SMA Kesetaraan memperoleh hasil 36,65%, SMA/MA/MAK dengan skor 61,6%, dan SMA Pendidikan Keagamaan 41,69%.

Dilanjutkan dengan Pendidikan Keagamaan SMA Setara dengan hasil 50,16%, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang memperoleh hasil 64,44%, dan SMK umum dengan hasil 65,08%.

Dengan demikian, satuan pendidikan dengan capaian tertinggi adalah SMPLB dengan skor 77,96%, diikuti oleh SMP Umum di angka 76,49% yang berada di kategori Baik.

Di sisi lain, SMA kesetaraan menjadi satuan pendidikan dengan skor hasil capaian terendah, di kategori Kurang, yaitu 36,65%.

Jika dikelompokkan berdasarkan rata-rata hasil capaiannya, SMP menjadi jenjang dengan hasil capaian tertinggi, disusul oleh SD, dan SMA.

Capaian Kemampuan Numerasi

2 dari 19 satuan pendidikan masuk kategori baik berdasarkan hasil capaian kemampuan literasi, sementara itu hanya 1 dari 19 pada kemampuan numerasi.

Kemendikdasmen juga merilis data capaian kemampuan numerasi murid berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 lalu dengan kategori yang sama.

Baca Juga: Hampir Separuh Penduduk Indonesia Didominasi Gen Z dan Milenial, Ini Rentang Tahun Kelahiran Tiap Generasi

Sama seperti kemampuan literasi sebelumnya, capaian kemampuan numerasi murid di Indonesia juga didominasi kategori Sedang. Hanya 1 dari 18 satuan pendidikan yang memiliki hasil capaian pada kategori Baik.

Di jenjang sekolah dasar, SD Umum memperoleh hasil 59,45%, SD Kesetaraan memiliki hasil 51,59%, Madrasah Ibtidaiyah sebesar 48,57%, SD Pendidikan Keagamaan dengan 59,44%, Pendidikan Keagamaan SD Setara sebesar 51,01%, dan SD Luar Biasa sebesar 73,86%.

Selanjutnya, di jenjang sekolah menengah pertama, SMP Umum memiliki hasil capaian sebesar 70,81%, SMP Kesetaraan dengan skor 49,67%, dan SMP Pendidikan Keagamaan dengan hasil 45,9%.

Masih di jenjang SMP, satuan pendidikan Pendidikan Keagamaan SMP Setara menghasilkan skor 54,18%, dan SMP Luar biasa memiliki hasil 78,61% dengan predikat Baik, sekaligus hasil capaian tertinggi untuk seluruh jenjang.

Berikutnya, di jenjang sekolah menengah atas, SMA Umum memiliki hasil capaian 67,14%, SMA Kesetaraan 43,51%, SMA/MA/MAK dengan hasil 57,44%, dan SMA Pendidikan Keagamaan yang memperoleh hasil 40,57%.

Satuan pendidikan Pendidikan Keagamaan SMA Setara memperoleh hasil 48,63%, SMA Luar Biasa memiliki hasil 68,94%, dan SMK Umum dengan perolehan hasil 60,22%.

Nilai-nilai di atas menunjukkan seberapa banyak murid yang berhasil mencapai kompetensi minimum dalam kemampuan numerasi.

Kemampuan Ini menegaskan bahwa murid mampu menggunakan konsep, prosedur, dan alat matematika untuk menganalisis informasi dan memecahkan masalah yang ditemui di kehidupan sehari-hari.

Apa Implikasinya?

Kemendikdasmen melakukan Asesmen Nasional (AN) yang berfokus pada kemampuan literasi dan numerasi, alih-alih subjek mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS untuk berfokus pada kemampuan kognitif dasar yang dapat berhubungan dengan logika sehari-hari.

Dengan data hasil capaian tiap-tiap jenjang pendidikan yang masih cenderung berada di kategori Sedang, Kemendikdasmen mengharapkan partisipasi lebih dari orang tua dan masyarakat untuk melatih dan membersamai murid dalam proses perkembangan kognitifnya.

Kemendikdasmen berharap orang tua dan anak dapat meluangkan waktu untuk aktif membaca dan melakukan diskusi dua guna melatih kemampuan literasi dan kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga: 10 Kota Terbaik untuk Mahasiswa Versi QS Ranking 2027

Sumber:

https://data.kemendikdasmen.go.id/publikasi/p/rapor-pendidikan-indonesia/rapor-pendidikan-indonesia-2025-3

Penulis: Adhwa Aqillaa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?